Fakultas Pertanian (FP) UNS memperkuat kesiapsiagaan darurat melalui edukasi keselamatan dan penanggulangan kebakaran pada Rabu, 4 Februari 2026. Kegiatan ini melibatkan Dinas Pemadam Kebakaran Surakarta untuk meningkatkan pemahaman K3 dan penanganan risiko di kampus.
UNS — Fakultas Pertanian (FP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta terus berupaya memperkuat budaya keselamatan kerja melalui kegiatan edukasi dan pelatihan penanggulangan kebakaran. Kegiatan yang dilaksanakan di Aula dan Halaman FP UNS, Rabu (4/2/2026) ini menghadirkan narasumber dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Surakarta.
Hadir dalam kesempatan tersebut, Dekan FP UNS, Prof. Dr. Ir. Samanhudi, S.P., M.Si., IPM, ASEAN Eng., APEC Eng.; Wakil Dekan Bidang Akademik dan Penelitian, Gusti Fauza, S.T., M.T., Ph.D.; Wakil Dekan Bidang Nonakademik, Prof. Dr. Ir. Mujiyo, S.P., M.P.; Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Prof. Dr. Ir. Agung Wibowo, S.P., M.Si. serta tenaga kependidikan di lingkungan FP UNS.
Dalam sambutannya, Wakil Dekan Bidang Nonakademik FP UNS, Prof. Dr. Ir. Mujiyo, S.P., M.P. menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen fakultas dalam membangun lingkungan yang aman dan mendukung kenyamanan seluruh warga kampus.
“Tujuan kegiatan ini adalah bagaimana FP dapat menciptakan lingkungan kampus yang aman dan nyaman, sekaligus ramah bagi seluruh sivitas akademika, termasuk penyandang disabilitas. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya peningkatan pemahaman terkait Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3),” ungkapnya.
Pelatihan K3 dan tanggap darurat ini dilaksanakan secara berkala sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi potensi risiko di lingkungan kampus. Selain penyampaian materi, peserta juga diberikan pemahaman teknis mengenai prosedur keselamatan serta praktik penanganan kondisi darurat.
Pihak fakultas menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar pemenuhan kewajiban administratif, melainkan merupakan kebutuhan bersama untuk meningkatkan kesadaran dan kesiapan dalam menghadapi situasi darurat.
“Harapannya, seluruh peserta tidak hanya memahami secara teori, tetapi juga mampu mempraktikkan langkah-langkah penanganan ketika dihadapkan pada kondisi darurat,” lanjutnya.




Sementara itu, Dekan FP UNS, Prof. Dr. Ir. Samanhudi, S.P., M.Si., IPM, ASEAN Eng., APEC Eng. menyampaikan apresiasi atas kehadiran tim Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Surakarta yang telah bersedia memberikan pembekalan kepada sivitas akademika FP UNS. Kegiatan ini dinilai sangat penting sebagai langkah peningkatan kesiapsiagaan menghadapi potensi keadaan darurat, khususnya kebakaran.
Ia menegaskan bahwa kebakaran merupakan kejadian luar biasa yang dapat terjadi secara tiba-tiba, sehingga diperlukan pemahaman dan kesiapan seluruh warga kampus dalam melakukan tindakan awal secara cepat dan tepat.
“Dalam kondisi darurat, hal yang paling penting adalah tetap tenang dan memahami langkah-langkah yang harus dilakukan. Dengan kesiapan yang baik, penanganan awal dapat dilakukan sebelum bantuan dari pihak terkait datang,” ujarnya.
Selain itu, peserta juga diingatkan mengenai pentingnya melakukan pengecekan berkala terhadap peralatan keselamatan, termasuk Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Peralatan tersebut harus dipastikan berfungsi dengan baik agar dapat digunakan secara optimal ketika terjadi kondisi darurat.
Pelatihan keselamatan ini juga menjadi bagian dari upaya peningkatan standar tata kelola institusi, termasuk dalam mendukung akreditasi program studi maupun institusi. Oleh karena itu, kesiapan prosedur operasional standar (SOP), jalur evakuasi, serta ketersediaan sarana keselamatan menjadi aspek penting yang harus dipenuhi.
Pihak fakultas juga menyoroti pentingnya penyampaian prosedur keselamatan dalam setiap kegiatan yang melibatkan banyak peserta. Sosialisasi mengenai jalur evakuasi, titik kumpul, serta langkah-langkah penanganan darurat diharapkan dapat menjadi bagian dari standar pelaksanaan kegiatan di lingkungan kampus.
Melalui kegiatan pelatihan ini, FP UNS berharap seluruh sivitas akademika memiliki kemampuan dasar dalam menghadapi berbagai kondisi darurat, sehingga mampu bertindak secara cepat, tepat, dan terkoordinasi.
Usai pemaparan materi Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran oleh Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Surakarta, peserta pelatihan langsung mempraktikkan teknik pemadaman kebakaran di Halaman FP UNS. Para peserta tampak antusias mengikuti sesi praktik tersebut. HUMAS UNS
Pertanyaan Umum (FAQ)
Apa tujuan utama edukasi keselamatan dan penanggulangan kebakaran di Fakultas Pertanian UNS?
Tujuan kegiatan ini adalah bagaimana FP dapat menciptakan lingkungan kampus yang aman dan nyaman, sekaligus ramah bagi seluruh sivitas akademika. Lihat di artikel
Siapa yang menjadi narasumber dalam pelatihan penanggulangan kebakaran di FP UNS?
Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Surakarta. Lihat di artikel
Bagaimana Fakultas Pertanian UNS meningkatkan kesiapan menghadapi situasi darurat?
Pelatihan K3 dan tanggap darurat dilaksanakan secara berkala, mencakup pemahaman teknis prosedur keselamatan serta praktik penanganan kondisi darurat. Lihat di artikel
Apa pentingnya pengecekan berkala peralatan keselamatan di FP UNS?
Peserta diingatkan mengenai pentingnya melakukan pengecekan berkala terhadap peralatan keselamatan, termasuk Alat Pemadam Api Ringan (APAR), agar berfungsi baik. Lihat di artikel



















