FSRD UNS melepas purna tugas Prof. Dr. Narsen Afatara, M.S., pada Rabu (8/7/2026) di Aula Gedung H.B. Sutopo. Acara ini ditandai dengan peluncuran buku Bunga Rampai Biomorfik dan Pameran Biomorfik sebagai penghargaan atas dedikasinya di bidang seni rupa.
UNS — Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar acara Pelepasan Purna Tugas Prof. Dr. Narsen Afatara, M.S. yang dirangkaikan dengan peluncuran buku Bunga Rampai Biomorfik: Jejak Kehidupan dan Warisan Pemikiran serta pembukaan Pameran Biomorfik. Kegiatan tersebut menjadi bentuk penghargaan atas dedikasi panjang Prof. Narsen sebagai akademisi, seniman, dan pendidik yang telah memberikan kontribusi besar bagi perkembangan pendidikan seni rupa di Indonesia.
Acara dihadiri Dekan FSRD UNS, Dr. Denny Tri Ardianto, Dipl.Art.; Wakil Dekan Bidang Nonakademik Dr. Ambar Mulyono, S.Sn., M.T., Ph.D.; Ketua Senat Akademik FSRD, Prof. Dr. Rahmanu Widayat, M.Sn.; para Dewan Profesor, dosen dan tenaga kependidikan FSRD UNS, perwakilan Mahasiswa, alumni, Dharma Wanita Persatuan (DWP) FSRD UNS, serta para dosen purna tugas.
Ketua Panitia, Dr. Dyah Yuni Kurniawati, S.Sn., M.Sn., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut bukan hanya seremoni pelepasan purna tugas, melainkan bentuk penghormatan kepada seorang pendidik yang telah mengabdikan ilmu, tenaga, pikiran, dan keteladanannya bagi FSRD UNS.
“Seluruh rangkaian kegiatan ini kami persembahkan sebagai ungkapan terima kasih kepada Prof. Narsen Afatara. Kami berharap tradisi penghormatan kepada dosen yang memasuki masa purna tugas dapat terus dilestarikan sebagai bagian dari budaya akademik yang menghargai jasa para pendidik,” ujarnya di sela-sela acara yang digelar di Aula Gedung H.B. Sutopo, Gedung 2 FSRD UNS, Rabu (8/7/2026).
Dalam sambutannya, Dekan FSRD UNS, Dr. Denny Tri Ardianto, Dipl.Art. mengenang perjalanan akademik Prof. Narsen yang dinilainya luar biasa. Menurutnya, Prof. Narsen meniti karier secara konsisten hingga mencapai jabatan Profesor Penciptaan Seni Rupa di FSRD UNS, sebuah capaian yang menjadi kebanggaan bagi FSRD UNS maupun dunia pendidikan seni rupa nasional.
Dr. Denny juga mengenang momen ketika dirinya dipercaya mendokumentasikan prosesi pengukuhan Prof. Narsen sebagai guru besar.
“Prof. Narsen adalah guru kita semua. Tidak mungkin saya meninggalkan acara ini karena ini adalah bentuk penghormatan kepada seorang guru yang telah memberikan teladan bagi kami,” ungkapnya.
Pada kesempatan tersebut, Dekan secara resmi meluncurkan buku Bunga Rampai Biomorfik: Jejak Kehidupan dan Warisan Pemikiran sekaligus membuka Pameran Biomorfik sebagai bagian dari rangkaian penghormatan kepada Prof. Narsen.


Mewakili kolega dan Dewan Profesor, Prof. Dr. Agus Purwantoro, M.Sn. menyampaikan apresiasi atas dedikasi Prof. Narsen. Ia menyebut Prof. Narsen sebagai “Garuda Seni Rupa Indonesia”, sebuah metafora yang menggambarkan keluasan wawasan, keteguhan, dan dedikasinya dalam membangun dunia seni rupa Indonesia.
“Prof. Narsen tidak hanya dikenal sebagai seniman dan akademisi, tetapi juga figur yang mampu mengangkat martabat pendidikan seni rupa melalui karya, pemikiran, dan keteladanan. Jejak intelektual beliau akan terus menjadi inspirasi bagi generasi penerus,” ujarnya.
Ketua Senat Akademik FSRD UNS, Prof. Dr. Rahmanu Widayat, M.Sn., turut mengenang perjalanan panjang kebersamaannya dengan Prof. Narsen. Menurutnya, Prof. Narsen merupakan pribadi yang rendah hati, penuh perhatian, dan selalu menginspirasi orang-orang di sekitarnya.
Sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian beliau, dilakukan penyerahan buku Bunga Rampai Biomorfik: Jejak Kehidupan dan Warisan Pemikiran kepada Prof. Narsen, dilanjutkan dengan penyerahan tali asih oleh Dekan FSRD UNS bersama para Dewan Profesor.
Acara kemudian dilanjutkan dengan pembukaan dan peninjauan Pameran Biomorfik: Jejak Kehidupan dan Warisan Pemikiran. Para tamu undangan bersama Prof. Narsen mengunjungi ruang pamer untuk menikmati karya-karya yang merepresentasikan semangat biomorfik sebagai refleksi kehidupan, kreativitas, dan warisan pemikiran yang selama ini menjadi bagian dari perjalanan akademiknya.
Dalam wawancara seusai acara, Prof. Dr. Narsen Afatara, M.S. menyampaikan pesan kepada generasi muda agar terus berkarya dan memajukan seni rupa Indonesia.
“Anak-anak muda harus menjadi lebih baik daripada generasi kami. Seni rupa Indonesia harus terus maju. Jangan pernah lelah berkarya, teruslah belajar, berinovasi, dan menjaga idealisme. Saya percaya masa depan seni rupa Indonesia ada di tangan generasi muda. Maju terus seni rupa Indonesia,” pesannya.
Pelepasan purna tugas ini tidak menandai berakhirnya masa pengabdian seorang guru besar, tetapi juga menjadi perayaan atas warisan ilmu, nilai, dan inspirasi yang akan terus hidup melalui karya, pemikiran, serta generasi yang telah beliau didik. Melalui peluncuran buku bunga rampai dan penyelenggaraan pameran biomorfik, FSRD UNS menegaskan komitmennya untuk terus merawat tradisi akademik yang menghargai dedikasi para pendidik sekaligus menjaga keberlanjutan warisan intelektual bagi perkembangan seni rupa Indonesia. HUMAS UNS
Pertanyaan Umum (FAQ)
Apa acara yang digelar FSRD UNS untuk Prof. Narsen Afatara?
FSRD UNS menggelar acara Pelepasan Purna Tugas Prof. Dr. Narsen Afatara, M.S., yang dirangkaikan dengan peluncuran buku Bunga Rampai Biomorfik dan Pameran Biomorfik. Lihat di artikel
Apa judul buku yang diluncurkan dalam acara pelepasan Prof. Narsen Afatara?
Buku yang diluncurkan berjudul Bunga Rampai Biomorfik: Jejak Kehidupan dan Warisan Pemikiran. Lihat di artikel
Kapan acara pelepasan Prof. Narsen Afatara dilaksanakan?
Acara tersebut digelar pada Rabu, 8 Juli 2026. Lihat di artikel
Di mana acara pelepasan Prof. Narsen Afatara diadakan?
Acara tersebut digelar di Aula Gedung H.B. Sutopo, Gedung 2 FSRD UNS. Lihat di artikel
Apa pesan Prof. Narsen Afatara kepada generasi muda?
Prof. Narsen berpesan agar generasi muda terus berkarya, maju, belajar, berinovasi, dan menjaga idealisme untuk masa depan seni rupa Indonesia. Lihat di artikel


















