FT UNS Tambah Guru Besar Bidang Teknik Sumber Daya Air Teknologi Sungai

FT UNS Tambah Guru Besar Bidang Teknik Sumber Daya Air Teknologi Sungai
FT UNS Tambah Guru Besar Bidang Teknik Sumber Daya Air Teknologi Sungai

UNS – Dosen Program Studi (Prodi) Teknik Sipil Fakultas Teknik (FT) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Prof. Dr. Ir. Cahyono Ikhsan, S.T., M.T. dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Teknik Sumber Daya Air Teknologi Sungai. Prof. Cahyono menyampaikan pidato inaugurasi yang berjudul “Tinjauan Kinerja Sungai Berdasarkan Karakteristik Aliran”. Beliau dikukuhkan sebagai Guru Besar ke-35 pada FT dan ke-340 di UNS pada Sidang Terbuka Senat Akademik UNS di Auditorium G.P.H. Haryo Mataram, Senin (10/2/2025).

Dalam pidatonya, Prof. Cahyono menyoroti pentingnya penelitian tentang teknologi sungai berdasarkan karakteristik aliran. Penelitian yang dilakukan berfokus pada peran sungai dalam pengelolaan sumber daya air. Karakteristik sungai yang berbeda di setiap daerah pada dasarnya dipengaruhi oleh debit air, kemiringan dasar sungai, agradasi, degradasi, erosi dan sedimentasi.

“Sungai sebagai sumber daya air sangat penting dalam kehidupan, menyediakan air untuk irigasi dan pengendalian banjir. Karakteristik aliran sungai mempengaruhi keseimbangan ekosistem,” tutur Prof. Cahyono.

Banjir adalah masalah serius ketika kapasitas aliran sungai terlampaui, menyebabkan kerusakan di daerah pemukiman. Banjir yang terjadi, akan membawa partikel sedimen yang menyebabkan penumpukan sedimen di beberapa ruas sungai. Pada kasus lain banjir juga menyebabkan gerusan (scouring) pada tebing sungai, lengkung sungai, dan bagian hilir pilar jembatan hingga berakibat pada runtuhnya jembatan.

“Kecepatan arus yang tinggi juga menyebabkan terjadinya degradasi dasar sungai, yang selanjutnya banyak bangunan sungai yang sliding. Kondisi ini diperparah dengan adanya galian pasir ilegal di ruas sungai sebelah hulu dan hilir. Dengan adanya fenomena tersebut, maka diperlukan penilaian desain kondisi sungai untuk mengetahui kinerja sungai secara menyeluruh sebagai dasar untuk merencanakan perbaikan dan prioritas pemeliharaan. Solusi seperti pembangunan tanggul diperlukan untuk mencegah kerusakan lebih lanjut,” tambah Prof. Cahyono.

Prof. Cahyono menyebutkan bahwa aspek penting dari perbaikan kondisi sungai adalah mendesain kriteria penilaian untuk menilai kondisi sungai yang sesungguhnya. “Dibutuhkan juga studi morfologi dan penilaian kondisi kinerja sungai yang nantinya diterbitkan rekomendasi penanganan sungai yang rusak,” tambahnya.

Hasilkan Banyak Karya

Penelitian yang dilakukan selama 10 tahun dalam tiga tahap menunjukkan kemajuan dalam rehabilitasi sungai. Hasil penelitian yang dilakukan Prof. Cahyono dan tim juga menghasilkan banyak karya ilmiah yang dipublikasikan dalam jurnal nasional dan internasional.

Penelitian mengenai rehabilitasi sungai yang diusung oleh Prof. Cahyono bertujuan untuk memastikan ketersediaan dan pengelolaan air bersih yang berkelanjutan, sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 6 (Air Bersih dan Sanitasi). Kondisi sungai yang bersih turut mendukung pembangunan perkotaan yang inklusif dan berkelanjutan, termasuk pengelolaan risiko bencana seperti banjir, mendukung ketercapaian SDGs nomor 11 (Kota dan Pemukiman yang Berkelanjutan).

HUMAS UNS
Reporter: Annisa
Redaktur: Dwi Hastuti