Berita Terkini

Gladhi Beksan FK UNS: Para Dokter Menari

By 24 March 2019 No Comments
UNS – Dalam rangka memeriahkan Dies Natalis Universitas Sebelas Maret (UNS) ke – 43, Gladhi Beksan Fakultas Kedokteran (FK) UNS menampilkan sendratari bertajuk “Shinta Ilang – Rahwana Mencari Cinta” di Taman Balekambang, Solo, pada Jumat malam (22/3/2019).
Gladhi Beksan FK UNS adalah sekumpulan penikmat dan penggiat kebudayaan terutama dalam bidang seni tari yang terdiri dari para dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan, dan keluarga telah menjalin ukeling wirama-wiraga dan wirasa sejak 11 Maret 2019.
Dalam sambutannya, Wakil Dekan II FK UNS, Dr. Reviono, dr. Sp.P. mengungkapkan bahwa acara ini merupakan kali kedua Gladhi Beksan menampilkan karya pagelaran ageng dengan mengangkat jargon Para Dokter Menari.
“Acara ini merupakan salah satu wujud kecintaan kami terhadap kebudayaan Indonesia, khususnya seni tari Jawa, di waktu yang sama, saat ini juga tengah berlangsung pagelaran kethoprak yang diperankan oleh rektor dan para pejabat rektorat di Auditorium UNS,” terangnya.
Menceritakan kisah Ramayana tentang Rahwana dengan bantuan kijang kencana jelmaan Kala Marica mengecoh Rama dan Lesmana sehingga mampu menculik Shinta di hutan Dandaka, penampilan epik Gladhi Beksan FK UNS sukses membuat penonton takjub. Terlebih karena sendratari ini ditampilkan oleh dosen dan mahasiswa FK UNS.
Pemeran Rahwana, dr. Andri Putranto, M.Si, merasa kagum dan terharu acara ini dapat berjalan dengan lancar walaupun  hampir semua pemain belum pernah menari atau bermain seni peran sebelumnya. Dengan waktu latihan selama enam bulan dan latar belakang bukan pelaku seni, penampilan ini mampu membuat seluruh penonton yang memenuhi Gedung Kesenian Balekambang bedecak kagum.
Selain dr. Andri, sendratari ini diperankan oleh Dr. Eti Poncorini, dr., M.Pd. sebagai Shinta dan Susilowati S.Sos. sebagai Rama, serta diiringi oleh musik karawitan dari Gedong Kuning. Kepada generasi muda, dr. Andri juga mengajak untuk selalu menjaga kesenian-kesenian daerah yang ada di Indonesia.
“Saya berharap akan ada lebih banyak anak – anak muda, generasi milenial, yang mengapresiasi budaya kita karena ini merupakan milik kita, dan kalau bukan kita yang merawatnya, lalu siapa lagi?” tutupnya. Humas UNS/Asl

Leave a Reply