Jadi Tuan Rumah Pertemuan MSA PTN-BH 2026, UNS Dorong Perguruan Tinggi sebagai Pusat Inovasi dan Penggerak Daya Saing Bangsa

Jadi Tuan Rumah Pertemuan MSA PTN-BH 2026, UNS Dorong Perguruan Tinggi sebagai Pusat Inovasi dan Penggerak Daya Saing Bangsa

UNS menjadi tuan rumah Majelis Senat Akademik Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (MSA PTNBH) se-Indonesia pada 21-23 Mei 2026. Pertemuan ini mendorong PTNBH sebagai pusat inovasi dan penggerak daya saing bangsa, membahas strategi penguatan kampus berdampak.

UNS — Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menjadi tuan rumah penyelenggaraan Majelis Senat Akademik Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (MSA PTNBH) se-Indonesia. Pertemuan MSA PTNBH dihadiri oleh delegasi dari 23 PTNBH se-Indonesia yang digelar selama tiga hari, mulai 21 hingga 23 Mei 2026.

Rangkaian acara dimulai dengan welcome dinner di Taman Balekambang yang disambut oleh Wali Kota Surakarta pada Kamis (21/5/2026). Kemudian dilanjutkan dengan agenda utama berupa Sidang Paripurna MSA PTNBH di The Sunan Hotel pada Jumat (22/5/2026). Kegiatan juga mencakup rapat-rapat komisi yang membahas berbagai formulasi dan rekomendasi penguatan perguruan tinggi berbasis riset dan inovasi.

Hadir dalam Sidang Paripurna MSA PTNBH, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, Prof. Brian Yuliarto, Ph.D. dan Direktur Pengembangan Ekspor Produk Primer Kementerian Perdagangan, Miftah Farid, STP., M.S.E.

Dalam sambutannya, Rektor UNS, Prof. Dr. Hartono, dr., M.Si. menegaskan bahwa perguruan tinggi di Indonesia, khususnya PTNBH, memiliki tanggung jawab strategis sebagai pusat lahirnya inovasi, pengembangan talenta unggul, serta motor penggerak daya saing bangsa di tengah kompetisi global yang semakin ketat.

Dalam pertemuan MSA PTNBH ini, tema yang diangkat yaitu “Kinerja Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum sebagai Kampus Berdampak untuk Daya Saing Bangsa”. Ini menegaskan bahwa peran perguruan tinggi tidak hanya sebagai institusi akademik, tetapi juga sebagai kekuatan intelektual yang berkontribusi langsung terhadap penyelesaian berbagai persoalan bangsa.

Prof. Hartono juga menambahkan bahwa konsep kampus berdampak merefleksikan masa depan pendidikan tinggi Indonesia. Menurutnya, perguruan tinggi diharapkan mampu menjawab tantangan zaman melalui riset, inovasi, dan kolaborasi lintas sektor.

“Perguruan tinggi masa depan harus hadir sebagai kekuatan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga relevan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan industri,” demikian disampaikan dalam sambutannya.

Dalam beberapa tahun terakhir, UNS terus memperkuat transformasi menuju kampus berdampak melalui pengembangan ekosistem pendidikan tinggi yang adaptif dan kolaboratif. Pencapaian tersebut tercermin dari peningkatan reputasi internasional, penguatan kerja sama global, serta peningkatan produktivitas riset dan publikasi ilmiah.

Selain itu, UNS juga memperkuat hilirisasi hasil riset yang telah memberikan kontribusi nyata di berbagai sektor, antara lain kesehatan, pangan, energi, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat. Inovasi tersebut dikembangkan melalui pendekatan kolaboratif pentahelix yang melibatkan pemerintah, dunia usaha dan industri, komunitas, serta media.

Transformasi digital juga menjadi salah satu fokus utama UNS dalam meningkatkan kualitas layanan akademik dan tata kelola universitas. Upaya ini sejalan dengan visi untuk membangun perguruan tinggi yang agile, adaptif, dan responsif terhadap perubahan, tanpa meninggalkan nilai kemanusiaan dan kebangsaan.

Dalam kesempatan tersebut juga ditegaskan bahwa sebagai PTNBH, otonomi perguruan tinggi tidak hanya dimaknai sebagai fleksibilitas tata kelola, tetapi juga sebagai tanggung jawab moral untuk memberikan kebermanfaatan yang lebih luas bagi masyarakat. Oleh karena itu, ukuran keberhasilan perguruan tinggi ke depan dipandang perlu lebih komprehensif, tidak hanya berdasarkan peringkat global, tetapi juga pada kontribusi sosial, inovasi, dan kepercayaan publik.

Forum Sidang Paripurna MSA-PTNBH ini diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi strategis yang konstruktif dan visioner untuk memperkuat peran PTNBH dalam pembangunan nasional serta meningkatkan sinergi antar-senat akademik di Indonesia.

“Dengan terselenggaranya Sidang Paripurna MSA-PTNBH Tahun 2026 ini, diharapkan lahir gagasan-gagasan besar yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan tinggi dan daya saing bangsa Indonesia,” ujarnya.

Sedangkan, Ketua Senat Akademik (SA) UNS, Prof. Dr. Sri Sulistyowati, dr., Sp.OG. (K). menyampaikan bahwa kegiatan ini menyoroti pentingnya transformasi perguruan tinggi agar tidak hanya berorientasi pada capaian administratif, tetapi juga pada kontribusi nyata terhadap pembangunan nasional dan masyarakat.

Dalam Sidang Paripurna MSA PTNBH, pembahasan dibagi ke dalam empat subtema utama, yaitu arah kebijakan nasional pengembangan PTNBH sebagai kampus berdampak, peran perguruan tinggi sebagai kampus berdampak dalam mendukung daya tahan bangsa, penguatan kinerja penelitian PTNBH untuk meningkatkan daya saing dan ketahanan bangsa, serta strategi dan kebijakan internal PTNBH dalam mewujudkan kampus berdampak.

Sekretaris Senat Akademik UNS, Prof. Dr. Mohammad Jamin, S.H., M.Hum., menyampaikan, bahwa seperti yang disampaikan Kepala Badan Riset Ekonomi Nasional (BRIN), Prof. Arif Satria, yaitu pentingnya transformasi perguruan tinggi dari sekadar teaching university dan research university menjadi innovation university. Menurutnya, percepatan inovasi sangat penting untuk mengejar ketertinggalan Indonesia dari negara lain yang telah lebih maju dalam ekosistem riset dan teknologi.

“Yang dicontohkan yaitu Tiongkok yang telah berhasil menjadikan perguruan tinggi sebagai pusat inovasi, dengan jumlah paten yang mencapai lebih dari satu juta, jauh di atas Indonesia yang masih berada pada level puluhan ribu paten,” terang Prof. Jamin.

Selain itu, disampaikan pula pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan industri melalui pemanfaatan fasilitas riset bersama. Rencana pengembangan “rumah inovasi” juga menjadi salah satu agenda strategis, yang akan menjadi pusat hilirisasi hasil riset dan mempertemukan peneliti dengan investor maupun dunia industri.

“Forum MSA PTN-BH ini terdapat sidang komisi hingga menghasilkan rekomendasi akhir yang akan dirumuskan pada penutupan acara. Seluruh hasil pembahasan akan didokumentasikan dan disampaikan kepada pihak terkait sebagai bahan penguatan kebijakan pendidikan tinggi nasional,” ujar Prof. Jamin.

Dalam Sidang Paripurna tersebut, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, Prof. Brian Yuliarto, Ph.D. memberikan materi dengan tema “Arah Kebijakan Pengembangan PTNBH sebagai Kampus Berdampak dalam Mendukung Daya Saing Bangsa”. Lalu Direktur Pengembangan Ekspor Produk Primer Kementerian Perdagangan, Miftah Farid, STP., M.S.E. memberikan materi dengan tema “Peran Kampus Berdampak dalam Mendukung Daya Saing Perdagangan Global”. Kemudian Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerjasama, Internasionalisasi, dan Informasi UNS, Prof. Irwan Trinugroho, S.E., M.Sc., Ph.D., QCRO. memberikan materi dengan tema “Kebijakan Pengembangan UNS sebagai PTNBH menuju Kampus Berdampak”.

HUMAS UNS

Pertanyaan Umum (FAQ)

Kapan dan di mana UNS menjadi tuan rumah pertemuan MSA PTNBH 2026?

UNS menjadi tuan rumah penyelenggaraan Majelis Senat Akademik Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (MSA PTNBH) se-Indonesia yang digelar mulai 21 hingga 23 Mei 2026. Lihat di artikel

Apa tema utama yang diangkat dalam pertemuan MSA PTNBH 2026?

Tema yang diangkat dalam pertemuan MSA PTNBH 2026 adalah “Kinerja Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum sebagai Kampus Berdampak untuk Daya Saing Bangsa”. Lihat di artikel

Siapa saja yang hadir dalam Sidang Paripurna MSA PTNBH?

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, Prof. Brian Yuliarto, Ph.D. dan Direktur Pengembangan Ekspor Produk Primer Kementerian Perdagangan, Miftah Farid, STP., M.S.E. hadir dalam Sidang Paripurna MSA PTNBH. Lihat di artikel

Bagaimana UNS memperkuat posisinya sebagai kampus berdampak?

UNS memperkuat transformasi menuju kampus berdampak melalui pengembangan ekosistem pendidikan tinggi yang adaptif dan kolaboratif, peningkatan reputasi internasional, serta hilirisasi hasil riset. Lihat di artikel

Apa saja subtema utama yang dibahas dalam Sidang Paripurna MSA PTNBH?

Pembahasan dibagi ke dalam empat subtema utama, yaitu arah kebijakan nasional pengembangan PTNBH, peran perguruan tinggi sebagai kampus berdampak, penguatan kinerja penelitian, dan strategi internal PTNBH. Lihat di artikel