Javanologi UNS Gelar Seminar Internasional Tri Matra tentang Transformasi Budaya

UNS – Menilik pada visi Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta untuk menjadi pusat pengembangan pengetahuan, teknologi, dan seni yang unggul di tingkat internasional dengan berlandaskan pada nilai-nilai luhur budaya nasional, maka Pusat Studi Javanologi (Institut Javanologi) UNS bekerjasama dengan Asian-Japan Research Center (A-JRC) dan American Institute for Indonesian Studies (AIFIS) menggelar Seminar Internasional Tri Matra, dengan tema “Exploring and Identifying the Dynamics and its Challenges of Cultural Transformation” bertempat di Ruang Sidang IV Gedung Pusat dr. Prakosa UNS, pada Rabu (14/3/2018).

Serah terima 7 (tujuh) kursi roda dari Masakatsu Tozu (Profesor emeritus dari Kokushikan University Jepang) kepada anak-anak penyandang difabilitas melalui Rektor UNS

Seminar internasional itu dibuka oleh Ravik Karsidi selaku Rektor UNS ini, dan dihadiri oleh Hitoshi Hirakawa (Direktur A-JRC Kokushikan University Jepang) sebagai keynote speaker, serta Masakatsu Tozu (Profesor emeritus Kokushikan University Jepang), Djusmalinar (Universiti Prince of Songkla Thailand), James M. Edmonds (AIFIS-Amerika), dan Setyo Budi (Javanologi UNS) sebagai invited-speaker.

Sebagai rangkaian dalam acara seminar internasional tersebut, diadakan pula acara serah terima 7 (tujuh) kursi roda yang merupakan sumbangan dari Masakatsu Tozu untuk anak-anak penyandang difabilitas dari beberapa kabupaten di Jawa Tengah melalui Rektor UNS.

Ravik Karsidi ketika memberikan sambutan pembuka pada acara seminar internasional tentang transformasi budaya

“Dalam acara seminar ini saya harap akan ada ‘cross-cultural sharing’ dalam hal pengetahuan dan pengalaman mengenai pengaturan budaya. Kerjasama antar negara, yang saya sebut dengan ‘cross-cultural sharing’ tadi, sangat penting sekali agar kita tidak saling merasa bahwa seakan-akan Indonesia baik sendiri, Jepang baik sendiri. Selanjutnya, mengenai bentuk kerjasama persahabatan antara UNS dan Kokushikan University, mereka merencanakan akan menambah 80 kursi roda lagi untuk didonasikan,” jelas Ravik dalam sambutannya.

“Di sini saya jarang melihat kursi roda yang di desain khusus untuk anak-anak. Padahal di Jepang, kursi roda khusus untuk anak-anak itu di desain lucu-lucu. Selama ini kursi roda di kumpulkan di Jepang lalu bersama mahasiswa kami bawa ke Indonesia. Harapan saya, mahasiswa Jepang dan mahasiswa UNS bisa selalu membagikan kebahagiaan untuk orang lain,” papar Tozu ketika menjelaskan alasannya mendonasikan kursi roda untuk anak-anak penyandang difabilitas di Indonesia.

Kelima pembicara pada acara seminar tersebut menyoroti konsep transformasi budaya dari berbagai sudut pandang. Hirakawa mengambil aspek ekonomi untuk menyoroti masalah budaya, Tozu mengangkat tema Kimono dan Batik, Djusmalinar menjelaskan tentang transformasi budaya Patani di Thailand, Edmonds menjelaskan mengenai ketertarikannya pada sholawat di Indonesia, dan Setyo Budi memaparkan tentang simbol-simbol di kebudayaan Jawa. humas-red.uns.ac.id/Tni/Isn