Lima Bakal Calon Rektor UNS Lolos Seleksi Administrasi

UNS – Tahapan seleksi administrasi dalam Proses Pemilihan Rektor UNS periode 2019-2023 telah selesai dilaksanakan oleh Panitia Pemilihan Rektor (PPR) UNS. Berdasarkan persyaratan administrasi yang ditentukan, sebanyak lima Bakal Calon Rektor berhasil melewati tahapan seleksi ini dan berhak melaju ke tahapan proses seleksi selanjutnya.

“Kelimanya dinyatakan lolos seleksi dan berhak maju ke tahapan berikutnya,” ujar Ketua Panitia Pemilihan Rektor UNS, Prof. Sahid Teguh Widodo,  saat jumpa pers di Ruang Sidang 2 UNS, Jumat (11/1/2019).

Kelima bakal calon rektor yang lolos proses seleksi administrasi adalah Prof. Dr. Jamal Wiwoho, S.H., M.Hum., Prof. Dr. Mohammad Furqon Hidayatullah, M.Pd., Prof. Muhammad Nizam, S.T., M.T, Ph.D., Prof. Drs. Sutarno, M.Sc., Ph.D., dan Prof. Dr. Widodo Muktiyo, S.E., M.Com.

Proses seleksi berkas administrasi disaksikan oleh 3 (tiga) pejabat Biro Hukum dan Organisasi Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia dan 13 (tiga belas) anggota Panitia Pemilihan Rektor (PPR UNS).

Usai seleksi administrasi, proses pemilihan rektor akan memasuki tahap penyaringan. Dalam tahap ini, jelas Prof. Sahid, terdapat dua agenda. Pertama, para Bakal Calon Rektor akan menyampaikan visi dan misi dalam Sidang Senat Terbuka. Kegiatan ini akan diadakan di Auditorium UNS, pada 6 Februari 2019 pukul 09.00 -12.00 WIB.

“Sidang Senat Terbuka ini dihadiri oleh semua unsur kampus. Dari perwakilan mahasiswa, perwakilan dosen, dan alumni. Di sini, dibuka tanya-jawab. Setiap Bakal Calon diberikan waktu 2-5 menit,” paparnya.

Setelah kelima Bakal Calon Rektor menyampaikan presentasi dan tanya jawab, para anggota Senat akan mengunakan hak pilihnya dalam Sidang Senat Tertutup yang diadakan pada pukul 13.00 WIB. “Sidang Senat Tertutup dihadiri oleh 132 anggota senat dan perwakilan Kemenristekdikti. Namun perwakilan dari Kemenristekdikti tidak memiliki hak suara dalam pemilihan rektor UNS,” lanjutnya.

Dari suara yang diberikan anggota Senat, kemudian diakumulasikan untuk mendapatkan tiga Calon Rektor dengan suara terbanyak. Proses pemilihan akan menggunakan mekanisme one man, one vote. “Cara yang dipakai dengan mencontreng nama Bakal Calon Rektor. Satu orang, satu suara,” jelas Prof. Sahid.

Setelah terpilih 3 Bakal Calon Rektor,  akan diadakan kembali Sidang Senat Tertutup untuk menentukan Rektor UNS 2019-2023. Sidang tersebut dijadwalkan pada 13-30 Maret 2019.

Prof. Sahid berharap proses pemilihan Rektor UNS nanti dapat berjalan dengan lancar. “Suasana pemilihan ini semoga bisa kondusif. Bisa memilih salah satu dari lima kandidat untuk jadi Rektor UNS 2019-2023. Dan bisa membawa UNS lebih maju,” tutupnya. Humas UNS/Mia

By | 2019-01-14T18:05:09+00:00 14 January 2019|Categories: Berita Terkini|