UNS-Mahasiswa Program Studi (Prodi) Arsitektur Fakultas Teknik (FT) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta memboyong dua gelar juara di tingkat nasional. Gelar juara yang berhasil diraih yaitu Juara 1 dan Juara 3 Lomba Desain Nasional “Sepekan Arsitektur 2023”. Kompetisi ini diselenggarakan oleh Universitas Atma Jaya Yogyakarta pada 11 Maret 2023.
Gelar juara 1 diraih oleh Oasis Ridho Illahi, Bima Pramudya, Izza Denas Syahputra, M. Rafi Anugerah Khairullah, dan Rizki Prayoga. Sementara predikat juara 3 diperoleh Florentina Julia Friska Cristiani, Hasna Haura Taqiyyah, Caesaria Puspa Wardhani, Belinda Komalasari, dan Sinta Dwi Nur Amalia.
Oasis Ridho Illahi atau yang akrab disapa Acis menuturkan bahwa mereka membuat bangunan pusat evakuasi bencana yang memiliki fungsi lain ketika tidak terjadi bencana. Lokasi yang dipilih yaitu Desa Pasir Sari, Pekalongan Barat, Pekalongan.
“Alasan kami memilih lokasi di sini karena desa ini salah satu Desa Pengrajin Batik Pekalongan yang terkena dampak banjir rob setiap tahun. Lalu, kami mendesain bangunan panggung dengan menggunakan material lokal berupa kayu bekas kusen rumah warga yang tenggelam akibat banjir,” jelasnya, Rabu (13/4/2023).
Mereka juga mendesain bilik tempat tidur semi permanen yang portabel dari peralatan batik, yaitu rangka gawangan batik, dingklik, dan kain perca sebagai pembatas antar bilik. Bangunan tersebut dirancang untuk menampung hingga 400 orang pengungsi. Selain sebagai pusat pengungsian, bangunan ini juga dapat dimanfaatkan sebagai ruang pasar, aula warga, tempat workshop dan pameran batik untuk mengembalikan geliat ekonomi dan budaya warga sekitar yang sempat terpuruk akibat banjir rob.
Acis mengaku sangat senang ketika diumumkan meraih podium tertinggi dalam kompetisi yang diikuti puluhan peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia ini.
“Kami sangat senang dengan raihan tersebut karena kami sebelumnya sering mengikuti sayembara, tetapi belum bisa meraih juara 1. Semoga persiapan untuk kompetisi-kompetisi berikutnya bisa lebih matang,” imbuhnya.
Sementara itu, Florentina Julia Friska Cristiani dan timnya juga mengaku sangat senang ketika diumumkan meraih juara 3. Mahasiswa yang kerap disapa Friska ini mengusung konsep desain evacuation center yang mengangkat kecerdasan teknologi lokal.
“Konsep ini terdapat di bangunan-bangunan tradisional warisan nenek moyang yang sudah teruji responsif terhadap kondisi alam setempat, terutama gempa. Idenya berawal dari adanya gempa di Cianjur yang merupakan daerah dengan tingkat terjadi bencana yang tinggi yang terjadi secara berulang akibat siklus alam,” tambahnya.
Oleh karena itu, mereka berusaha menjawab fenomena tersebut dengan mengkolaborasikan teknologi lokal ini dengan material modern seperti clt, gulam, dan konektornya. Beberapa contoh utamanya pada pondasi adaptasi umpak yang terbukti tanggap gempa, mereka juga menggunakan sambungan adaptasi jawa pada modul-modul bangunan. Humas UNS


















