UNS — Mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan Kimia Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta Gelombang I Tahun 2022 dampingi masyarakat Kelurahan Mojosongo membuat olahan berbahan dasar ikan lele, Minggu (26/2/2023). Kegiatan ini bekerja sama dengan Himpunan Mahasiswa Prodi (HMP) Kimia Kovalen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UNS sebagai mitra kerja. Mahasiswa PPG UNS juga bekerja sama dengan Kelompok Wanita Tani (KWT) Ngudi Mulyo Al-Fadh Boyolali sebagai mitra kompetensi.
Kegiatan bertajuk “Pelatihan Pembuatan Olahan Ikan Lele” di Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Surakarta dilaksanakan dalam rangka memenuhi tugas Mata Kuliah Proyek Kepemimpinan. Anita Dwi Purwanti selaku koordinator acara bersama mahasiswa PPG lainnya melaksanakan kegiatan di bawah pengawasan dan bimbingan Dosen Pengampu Mata Kuliah yaitu Dr. Nanik Dwi Nurhayati, M.Si dan Dr. Maria Ulfa, M.Si.
KWT Ngudi Mulyo Al Fadh sendiri menjadi mitra kompetensi karena telah memulai produksi olahan ikan lele sejak tahun 2009. Terdapat banyak produk olahan ikan lele yang telah diproduksi dan dijual yaitu nuget lele, abon lele, keripik, bakso, stik, dendeng, pastel dan masih banyak lagi.
Pada kegiatan pelatihan ini, Mahasiswa PPG UNS hanya membuat nugget dari daging ikan lele. Pelatihan yang dilakukan bertujuan untuk meningkatkan kompetensi kewirausahaan masyarakat kampung binaan kovalen yaitu warga Kelurahan Mojosongo dan sekitarnya.

“Melalui kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan konsumsi pangan hewani khususnya Ikan Lele di Surakarta dan sekitarnya. Pengembangan produk olahan ikan lele dapat mengoptimalisasi potensi perikanan, meningkatkan daya saing produk yang prima, aplikasi zero waste concept, dan meningkatkan produksi pengolahan,” ujar Anita dalam rilisnya ke uns.ac.id, Kamis (2/3/2023).
Acara dimulai pada pukul 08.30 WIB yang diawali dengan sambutan koordinator acara. Para peserta mendapatkan sosialisasi tentang kewirausahaan oleh Mustafa Fadhilla Aji, S.Pi. Kegiatan dilanjutkan dengan praktik langsung pembuatan nuget Lele yang dipandu oleh Adelia Astianindar, S.Pi. Kedua narasumber tersebut merupakan perwakilan dari KWT Ngudi Mulyo Al-Fadh Boyolali.
Saat praktik membuat nugget, peserta pelatihan dibagi ke dalam tiga kelompok. Masing-masing kelompok didampingi oleh satu orang anggota KWT. Peserta pelatihan terlihat sangat antusias dan tertarik mengikuti praktik langsung membuat nugget lele mulai dari mencampur bahan-bahan sampai nuget siap dinikmati.
Sebagian besar peserta pelatihan memberikan respon positif terhadap kegiatan yang diselenggarakan tersebut. Mereka berpendapat bahwa acara ini sangat membantu dalam membuka peluang usaha. Berdasarkan survei kepuasan yang dilaksanakan pada akhir acara dengan responden sebanyak 29 orang, menunjukkan hasil sebanyak 86% puas dan 14% cukup puas. Selain itu, secara keseluruhan peserta pelatihan menunjukkan ketertarikan untuk berwirausaha. Humas UNS
Reporter: Rangga Pangestu Adji
Redaktur: Dwi Hastuti
















