Berita Terkini

Mahasiswa UNS Ciptakan Robot Pencari Korban Bencana

By 10 January 2020 No Comments
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

UNS –Mahasiswa Program Studi (Prodi) Teknik Elektro Fakultas Teknik (FT) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menciptakan prototipe robot untuk mencari keberadaan korban ketika ada bencana. Alat yang diciptakan oleh Nada Syadza Azizah, Syaifullah Filard Latifah, dan Taufik Widyastama diberi nama Rescue Unmounted Ground Vehicle (UGV).

Kepada https://uns.ac.id/, Syaifullah mengatakan Rescue UGV ini merupakan alat untuk mencari korban yang terkena bencana. “Alat ini bisa digunakan untuk menjangkau zona yang tidak terjangkau manusia. Misalnya untuk menjangkau gunung berapi yang masih aktif, zona yang terkena kebakaran hutan, dan zona yang terpapar radioaktif”, ujar Syaifullah, Kamis (9/1/2020).

Syaifullah menambahkan, alat ini sudah dibuat sejak tiga bulan lalu. Alasan menciptakan alat ini lantaran di sekitar kita sering terjadi bencana alam yang sewaktu-waktu datang. “Dari situlah kami memiliki ide untuk membuat alat pendeteksi atau pencari korban bencana. Karena terkadang kita terkendala untuk mendeteksi keberadaan korban”, ujarnya.

 

Lebih lanjut, Syaifullah menambahkan bahwa Rescue UGV dilengkapi dengan kamera dan infra merah sehingga bisa mendeteksi suhu tubuh manusia. Manusia akan terlihat berwarna merah-kuning saat dideteksi menggunakan infra merah. Kemudian, robot ini dikendalikan dengan jaringan internet. “Scan pakai kamera infrared yang bisa melihat suhu tubuh. Bisa diketahui itu manusia apa bukan, masih hidup atau sudah meninggal,” ujarnya.

Sementara itu, Taufik Widyastama menambahkan bahwa alat ini akan terus dikembangkan supaya kemampuannya bisa bertambah. “Nanti akan pakai pemancar portable agar bisa digunakan seluas-luasnya. Karena masih prototipe, maka masih pakai Wi-Fi handphone atau router, jadi hanya bisa 10 meter,” kata Taufik.

Roda robot tersebut didesain seperti tank dan prototipe ini masih berukuran kecil. Nantinya, robot akan dibuat lebih panjang agar lebih stabil ketika melintas medan sulit, seperti saat tanah longsor atau di jurang.

“Kedepan, robot akan dirancang supaya bisa digunakan berkomunikasi dua arah. Saat ini, robot baru bisa mentransmisikan suara dari lapangan,” ujar Taufik. Humas UNS

Leave a Reply