Mahasiswa UNS Ukir Prestasi Pada Ajang Festival Budaya Komunikasi IAIN Ponorogo

UNS — Mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta berhasil mengukir prestasi pada ajang Festival Budaya Komunikasi Intitut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo. Pada lomba tersebut, mereka berhasil meraih juara 2 Lomba Videografi dan juara 2 Lomba Desain Maskot.

Pada kesempatan ini, kedua mahasiswa yang mewakili UNS adalah Aldi Dwi Saputra dan Bhian Cahya Wisudawan Rubiyanto. Mereka berasal dari Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UNS. Di bawah bimbingan Dr. Kundharu Saddhono, M.Hum., mereka mengaku ingin mengimplementasikan ilmu yang didapatkannya dan mengisi waktu luang dengan hal yang bermanfaat.
“Saya sering mengikuti lomba, selain mengisi waktu luang juga untuk mengimplementasikan ilmu-ilmu yang didapat saat menjadi pengurus Himpunan Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (Himprobsi) FKIP UNS selama 3 periode. Mulai dari staf media komunikasi menjadi ketua bidang media komunikasi hingga menjadi ketua umum. Tentu, tidak semua lomba yang saya ikuti menang, dari 10 keikutsertaan paling 1 yang menang. Maka dari itu ada pepatah mengatakan gagal, coba lagi! Kalah, bangkit lagi! Karena kekalahan adalah kemenangan yang tertunda,” jelas Aldi saat dihubungi tim uns.ac.id, Jumat (12/3/2021) beberapa saat yang lalu.

Berbeda dari kompetisi selama masa pandemi yang biasanya dilaksanakan secara daring, kali ini lomba dilaksanakan secara daring juga luring.
“Lomba dilaksanakan di IAIN Ponorogo secara daring dan luring. Lomba daring dilaksanakan melalui media sosial Instagram @hmjkpiiainpo, sedangkan luring dilaksanakan saat webinar dan penganugerahan juara di Aula Gedung FUAD IAIN Ponorogo pada Sabtu 20 Februari 2020,” terang Aldi.

Aldi selaku Ketua Himprobsi menekankan bahwa dengan mengikuti organisasi mahasiswa, hal tersebut tidak menganggu proses kuliah, bahkan malah menambah hal-hal positif selama menjadi mahasiswa.
“Saya ingin membuktikan bahwa mengikuti organisasi mahasiswa tidak sama sekali mengganggu proses perkuliahan, tetapi justru menambah pengalaman, relasi, mengasah bakat dan menunjang prestasi baik akademik maupun non akademik,” jelas Aldi.

Judul video yang mereka produksi adalah Eksistensi Pasar Tradisional di Kota Solo yang memaparkan eksistensi belanja di pasar tradisional. Butuh waktu 1 pekan untuk mempersiapkan video tersebut.
“Judul video Eksistensi Pasar Tradisional di Kota Solo yang menceritakan tentang masyarakat Solo yang masih eksis berbelanja di pasar tradisional di teknologi yang sudah maju, yang memungkinkan masyarakat dapat berbelanja dari rumah melalui ponsel pintarnya. Hal ini dibuktikan dengan adanya 38 pasar tradisional di Kota Solo,” jelas Aldi.

Aldi merasa bersyukur dapat mengukir prestasi dalam ajang ini.
“Alhamdulillah bersyukur, karena dalam satu event mengikuti dua kompetisi dan dua-duanya juara dan semuanya juara dua,” kata Aldi.

Ke depan, Aldi berharap dengan pencapaian ini dapat menjadi awalan yang baik di tahun 2021.
“Semoga menjadi awal yang baik di tahun 2021 untuk mendapatkan prestasi-prestasi selanjutnya,” pungkas Aldi. Humas UNS

Reporter: Zalfaa Azalia Pursita
Editor: Dwi Hastuti