Dokter RS UNS menjelaskan penyakit asam urat dapat menyerang siapa saja, bukan hanya lansia, akibat penumpukan kristal asam urat. Pencegahan meliputi diet rendah purin, hidrasi, dan gaya hidup sehat untuk menghindari komplikasi serius.
UNS — Penyakit asam urat atau gout arthritis masih sering dianggap sebagai penyakit yang hanya dialami oleh orang lanjut usia. Padahal, kondisi ini dapat menyerang siapa saja, termasuk usia produktif, remaja, bahkan anak-anak apabila memiliki faktor risiko tertentu. Oleh karena itu, masyarakat perlu memahami penyebab, gejala, hingga langkah pencegahannya agar penyakit ini tidak menimbulkan komplikasi yang lebih serius.
Dokter Rumah Sakit (RS) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, dr. Oryzafira Gayatri, menjelaskan bahwa penyakit asam urat merupakan peradangan sendi yang terjadi akibat penumpukan kristal asam urat (monosodium urate) pada persendian. Kristal tersebut terbentuk ketika kadar asam urat di dalam darah terlalu tinggi sehingga mengendap di jaringan sendi.
“Serangan asam urat biasanya muncul secara tiba-tiba dengan nyeri yang sangat hebat, terutama pada malam hari atau saat bangun tidur. Sendi yang terkena akan tampak bengkak, kemerahan, terasa hangat, dan sangat nyeri bahkan hanya karena sentuhan ringan,” jelas dr. Oryzafira seperti dikutip dari laman rs.uns.ac.id, Senin (27/7/2026).
Sendi yang paling sering terkena adalah pangkal ibu jari kaki. Namun, asam urat juga dapat menyerang lutut, pergelangan kaki, pergelangan tangan, siku, hingga pada kasus tertentu mengenai bahu, pinggul, maupun tulang belakang.
Menurut dr. Oryzafira, penyakit asam urat berkembang melalui empat tahap. Tahap pertama ditandai dengan kadar asam urat yang sudah tinggi tanpa menimbulkan gejala. Tahap kedua merupakan fase serangan akut yang menyebabkan nyeri dan peradangan pada sendi. Tahap ketiga adalah masa ketika gejala mereda, tetapi risiko kekambuhan tetap tinggi. Sementara pada tahap keempat dapat terbentuk benjolan asam urat atau tophi yang disertai kerusakan sendi dan serangan yang semakin sering.
Asam urat terbentuk dari proses pemecahan purin di dalam tubuh. Purin banyak ditemukan pada makanan seperti daging merah, jeroan, makanan laut, dan kerang. Konsumsi minuman beralkohol, terutama bir dan anggur merah, juga dapat meningkatkan kadar asam urat. Selain pola makan, sejumlah faktor lain yang meningkatkan risiko antara lain riwayat keluarga, obesitas, diabetes, hipertensi, dehidrasi, stres, efek kemoterapi atau operasi, serta penggunaan obat-obatan tertentu.
Untuk memastikan diagnosis, dokter akan melakukan wawancara medis, pemeriksaan fisik, serta pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui kadar asam urat. Pada kondisi tertentu dapat dilakukan pemeriksaan cairan sendi maupun pencitraan seperti sinar-X untuk menyingkirkan penyebab lain dari pembengkakan sendi.
“Perlu diketahui bahwa kadar asam urat yang tinggi tidak selalu berarti seseorang menderita gout. Sebaliknya, ada pasien yang mengalami serangan gout meskipun kadar asam uratnya sedang normal saat diperiksa. Karena itu, diagnosis harus dilakukan secara menyeluruh oleh dokter,” terang dr. Oryzafira.
Meskipun belum dapat disembuhkan sepenuhnya, penyakit asam urat dapat dikendalikan dengan pengobatan dan perubahan gaya hidup. Pasien dianjurkan mengonsumsi obat sesuai resep dokter, menghindari penggunaan obat tanpa pengawasan tenaga medis, membatasi makanan tinggi purin, menghindari alkohol, memperbanyak konsumsi air putih, serta mengistirahatkan sendi yang sedang mengalami peradangan.
Apabila tidak ditangani dengan baik, asam urat dapat menyebabkan kerusakan sendi permanen, keterbatasan gerak, terbentuknya tophi, osteoporosis, batu ginjal, hingga penyakit ginjal kronis.
Sebagai langkah pencegahan, masyarakat disarankan membatasi konsumsi makanan dan minuman tinggi gula maupun tinggi purin, menjaga berat badan ideal, rutin berolahraga sesuai kemampuan, memenuhi kebutuhan cairan minimal dua liter per hari, mengendalikan penyakit penyerta seperti diabetes dan hipertensi, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.
dr. Oryzafira mengimbau masyarakat agar tidak mengabaikan keluhan nyeri sendi yang muncul mendadak, terutama pada malam hari atau saat bangun pagi.
“Semakin dini penyakit asam urat dikenali dan ditangani, semakin besar peluang untuk mencegah kekambuhan dan komplikasi yang dapat menurunkan kualitas hidup pasien,” pungkasnya. HUMAS UNS
Pertanyaan Umum (FAQ)
Apa itu penyakit asam urat?
Penyakit asam urat atau gout arthritis adalah peradangan sendi yang disebabkan oleh penumpukan kristal asam urat (monosodium urate) pada persendian akibat kadar asam urat darah yang terlalu tinggi. Lihat di artikel
Siapa saja yang berisiko terkena asam urat?
Meskipun sering dianggap penyakit lansia, asam urat dapat menyerang usia produktif, remaja, bahkan anak-anak jika memiliki faktor risiko tertentu seperti riwayat keluarga atau obesitas. Lihat di artikel
Bagaimana cara mencegah penyakit asam urat?
Pencegahan meliputi membatasi makanan tinggi purin dan gula, menjaga berat badan ideal, cukup minum air putih, mengendalikan penyakit penyerta, serta rutin berolahraga. Lihat di artikel
Apakah kadar asam urat tinggi selalu berarti menderita gout?
Tidak selalu, kadar asam urat tinggi tidak otomatis berarti menderita gout. Diagnosis harus menyeluruh oleh dokter karena ada pasien gout dengan kadar asam urat normal saat diperiksa.



















