PSJ LPPM UNS Bekerja Sama dengan KPPMF FKIP UNS Mengadakan Workshop Penguatan Kelembagaan RG dan Pusat Studi

https://psj.lppm.uns.ac.id/

UNSPusat Studi Jepang (PSJ) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta bekerja sama dengan Koordinator Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (KPPM) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UNS mengadakan workshop penguatan kelembagaan. Workshop ini bertajuk Igniting Entrepreneur Sparks Dorong Kemandirian Kelembagaan Research Group (RG) dan Pusat Studi. Kegiatan ini berlangsung di Aula Gedung G Lantai 3 FKIP UNS, dan dihadiri oleh para dosen, peneliti, ketua RG dan Kepala Pusat Studi baik di lingkungan FKIP UNS dan LPPM UNS.

Kegiatan ini dimaksudkan untuk meningkatkan kapasitas kelembagaan RG dan Pusat Studi dalam upaya menciptakan kemandirian, serta membangun semangat kewirausahaan yang mampu menopang keberlanjutan riset serta pengabdian kepada masyarakat di tingkat institusi.

Menghadirkan narasumber Yanuar Effendi, S.T. (Presiden Direktur PT Andalan Anak Bangsa – KPSG Group). Yanuar membagikan pengalaman praksis dalam pengelolaan managemen kelembagaan yang dapat mencapai hilirisasi dan komersialisasi produk riset dari universitas.

Sesi pertama acara dimoderatori oleh Lina Mahardiani, ST..,M.M., M.Sc., Ph.D. dari KPPMF FKIP UNS. dan Prof. Dr. Suciati, M.Pd. dari PSJ UNS.

Turut hadir pula Sekretaris LPPM UNS, Dr. Dimas Rahadrian Aji Muhammad S.T.P., M.Sc.; Wakil Dekan Akademik dan Penelitian FKIP UNS, Dr. Paed. Nurma Yunita Indriyanti S.Pd., M.Si., M.Sc.; Ketua KPPM FKIP UNS, Dr.rer.nat. Sri Mulyani, M.Si.; serta Kepala PSJ LPPM UNS, Dr. Eng. Kusumaningdyah N. H., S.T., M.T.

Acara dibuka secara resmi oleh Sekretaris LPPM UNS, Dr. Dimas Rahadrian Aji Muhammad S.T.P., M.Sc. Dalam sambutannya menekankan arahan pimpinan agar para peneliti di lingkungan RG dan Pusat Studi bisa berfokus pada kolaborasi, baik dengan peneliti dalam maupun luar negeri, publikasi pada jurnal bereputasi internasional, perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI), pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) dan Komersialisasi hasil penelitian. Hal tersebut bisa terlihat pada capaian Technological Readiness Level (TRL) yang bisa berjenjang dari TRL 7 -9. TRL merupakan ukuran tingkat kesiapan teknologi hasil penelitian, yang sangat penting dalam pengembangan dan penerapan teknologi. Capaian ini diintegrasikan ke dalam pendidikan dan pengabdian masyarakat untuk menghasilkan dampak yang lebih luas, sesuai dengan tagline kementerian saat ini yaitu program “berdampak”.

“Melalui kegiatan ini, para Ketua RG dan Kepala Pusat Studi LPPM dapat lebih terdorong mengembangkan risetnya hingga tahap hilirisasi dan komersialisasi, demi meningkatkan daya saing dan kontribusi nyata UNS,” ujar Dr. Dimas saat memberi sambutan pada acara yang digelar selama dua hari yaitu Kamis (15/5/2025) dan Jumat (16/5/2025).

Sementara itu, Wakil Dekan Akademik dan Penelitian FKIP UNS, Dr. Paed. Nurma Yunita Indriyanti S.Pd., M.Si., M.Sc., yang dalam sambutannya menekankan pentingnya transformasi kelembagaan menuju model yang adaptif dan berkelanjutan. Ia juga menggarisbawahi pentingnya sinergi antar unit dalam membentuk ekosistem riset yang kokoh dan produktif.

Sebagai narasumber utama, Yanuar Effendi, S.T., menyampaikan dua materi utama dalam workshop ini. Dengan pendekatan praktis dan reflektif. Efendi menyampaikan pentingnya entrepreneurial mindset dalam pengelolaan institusi riset dan pendidikan tinggi. Ia juga menekankan perlunya strategi inovatif dan kolaboratif untuk meningkatkan daya saing lembaga dari berbagai aspek.

Disampaikan bahwa sebagian besar riset di Perguruan Tinggi masih berorientasi pada publikasi, tetapi diharapkan dapat ditingkatkan ke arah hilirisasi dan komersialisasi produk riset, pengembangan konten dinamis di bidang pendidikan dan sains serta kolaborasi lintas keilmuan agar dapat bersaing.

Efendi juga menekankan, menemukan esensi, inovasi dan kemandirian harus dimiliki dalam pengelolaan kelembagaan RG dan Pusat Studi. Hal ini dapat dicapai dengan menentukan aspirasi. Selain itu juga strategi eksekusi pengelolaan dapat mengimplementasikan kerangka berfikir strategi ”Playing to Win” yang pada umumnya dilakukan oleh banyak perusahan berskala besar sebagai strategi pengelolaan entrepreneurship. Di dalam strategi Playing to Win membedah jenjang aset yang telah dimiliki RG maupun Pusat Studi dan kemana akan dikembangkan kedepannya. Diantaranya Winning Aspiration, Where Will We Play, How Will We Win, What Capabilities must We Have dan What Managemen Systems We Need. Penjelasan framework “Playing to Win” ini juga disampaikan Effendi dengan memberikan contoh kasus perusahaan internasional sehingga mudah dipahami.

Kegiatan berlangsung secara interaktif, ditandai dengan antusiasme peserta dalam sesi diskusi dan tanya jawab yang membahas berbagai tantangan serta peluang dalam pengembangan kelembagaan RG dan Pusat Studi di lingkungan perguruan tinggi.

Melalui kegiatan ini, diharapkan terbentuk kesadaran kolektif serta komitmen bersama untuk memperkuat posisi kelembagaan riset sebagai fondasi utama dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan kontribusi nyata bagi masyarakat luas. HUMAS UNS