PSJ UNS Wujudkan Ruang Publik Inklusif Layak Anak di Permukiman Melalui Mural Signage

PSJ UNS Wujudkan Ruang Publik Inklusif Layak Anak di Permukiman Melalui Mural Signage

UNS – Pusat Studi Jepang (PSJ) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta mengadakan rehabilitasi ruang publik inklusif pada kawasan permukiman. Mereka bermitra dengan masyarakat dan anak-anak di Kampung Kota Eks HP 00001 Mojo. Kegiatan tersebut difokuskan untuk merehabilitasi ruang publik inklusif di lingkungan permukiman padat, khususnya melalui pengadaan mural signage di area strategis kampung tersebut.

Rehabilitas ruang publik oleh warga kampus UNS merupakan bagian dari Program Kemitraan Masyarakat Internasional (PKMI) 2025. Kegiatan ini turut melibatkan mahasiswa Studi Independen dari Program Studi (Prodi) Arsitektur Fakultas Teknik (FT) UNS. Tidak hanya itu, kerja sama juga dilakukan bersama Rotterdam University of Applied Science (RUAS) Belanda. Mereka mengirimkan mahasiswa untuk berkolaborasi dengan Laboratorium Urban Rural Design and Conservation (URDC) Labo Arsitektur UNS.

Permukiman padat kota kerap kali tidak memiliki cukup ruang terbuka yang layak untuk aktivitas anak-anak. Oleh sebab itu, program ini diawali dengan observasi studi perilaku arsitektur, wawancara, serta penggalian partisipatif ide anak-anak sejak akhir tahun 2024. Proses tersebut berlanjut ke tahap diseminasi pada awal 2025 yang ditandai dengan pembuatan mural melibatkan langsung anak-anak kampung.

Mahasiswa Arsitektur UNS tim Studi Independen, Gavin Arya Faiz, menjelaskan bahwa anak-anak menjadi pusat dari proses perencanaan dan perancangan. Mengadopsi metode partisipasi desain, anak-anak terlibat dalam pemilihan lokasi dan gambar mural untuk ruang publik. Sebanyak 20 anak usia 6-12 tahun menjadi responden. Mereka menyampaikan aspirasi melalui gambar, wawancara, dan kuesioner. Dari hasil pengumpulan data, diketahui bahwa 71,4% anak-anak bermain di luar rumah setiap hari. Sementara sebanyak 60% menyebutkan area pertigaan kampung tidak aman untuk bermain. Selain itu, 44% anak-anak berharap adanya area bermain berwarna-warni yang dapat mereka gunakan dengan aman.

Menanggapi hasil temuan tersebut, Thomas Riewert Wierenga dari RUAS Belanda menyampaikan bahwa desain ruang bermain harus berbasis kebutuhan kolektif anak-anak. Pertigaan jalan Kampung Eks HP 00001 Mojo dipilih sebagai lokasi mural signage yang aman dan interaktif. Titik tersebut dianggap rawan bagi anak-anak yang sering bermain di sekitarnya.

Tim PKMI UNS turut menggandeng seniman mural Solo, Ilham Nur Fathoni. Mural signage ini berupa lukisan berskala besar yang diaplikasikan di badan jalan. Mural yang digambar menampilkan ilustrasi anak-anak berseragam sekolah. Desainnya lengkap dengan tulisan peringatan bagi pengguna jalan untuk berhati-hati. Visual dibuat mencolok agar menarik perhatian pengguna kendaraan bermotor. Tentunya sekaligus untuk menciptakan ruang aman yang layak bagi anak-anak bermain.

Revitalisasi ruang publik juga dilakukan dengan menghadirkan mural permainan tradisional engklek berwarna-warni. Permainan ini dipilih karena dinilai familiar oleh anak-anak setempat. Desain yang penuh warna diharapkan dapat menarik minat anak-anak untuk bermain di lokasi yang aman. Hal ini bertujuan untuk mengurangi aktivitas di area jalan yang berisiko.

Proses diseminasi mural signage berlangsung pada pertengahan April 2025. Andrea Bayu Ardiawan menyampaikan bahwa mereka mengajak anak-anak mengecat badan jalan. Mahasiswa Magister Arsitektur UNS anggota tim PKMI tersebut berharap keterlibatan mereka dapat menumbuhkan rasa kepemilikan terhadap ruang publik.

“Proses partisipatif ini bukan hanya menghasilkan desain ruang yang aman, tapi juga memberikan pengalaman edukatif bagi anak-anak tentang pentingnya menjaga lingkungan mereka,” ujar Andrea, Senin (19/5/2025).

Kegiatan PKMI 2025 oleh PSJ Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UNS merupakan luaran yang melibatkan berbagai pihak. Kolaborasi tercipta antara akademisi dengan masyarakat. Tim pelaksana terdiri atas Dr. Eng. Kusumaningdyah N.H., S.T., M.T., Prof. Ir. Danar Praseptiangga, S.T.P., M.Sc., Ph.D., Pandu Purwandaru S.Ds., M.Ds., Ph.D., serta Elisa Herawati, S.Si., M.Eng., Ph.D. Keberhasilan kegiatan ini dapat menjadi contoh pengembangan ruang ramah anak di kawasan permukiman padat kota lainnya. Program ini juga telah membangun kolaborasi yang kuat dalam mewujudkan lingkungan permukiman yang lebih baik dan inklusif. Kegiatan ini sejalan dengan upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) kesebelas, tentang Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan.
Humas UNS