Pusat Bahasa Mandarin UNS Gelar Pameran Persatuan, Persahabatan, dan Kerja Sama Indonesia-Tiongkok

Pusat Bahasa Mandarin UNS Gelar Pameran Persatuan, Persahabatan, dan Kerja Sama Indonesia-Tiongkok

UNS – Pusat Bahasa Mandarin (Confucius Institute) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar Pameran Persatuan, Persahabatan, dan Kerja Sama Indonesia-Tiongkok. Acara tersebut berlangsung di UNS Inn pada Jumat (11/7/2025). Acara ini sekaligus memperingati 70 tahun Konferensi Asia-Afrika yang dirintis oleh Ir. Soekarno dan Perdana Menteri Zhou Enlai di Bandung.

Acara tersebut dihadiri oleh, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Penelitian UNS, Prof. Dr. Fitria Rahmawati, S.Si., M.Si.; Kepala Pusat Bahasa Mandarin UNS, Prof. Dr. Ir. Ahmad Yunus, M.S.; Direktur Pusat Bahasa Mandarin UNS dari pihak Tiongkok, Dr. Fan Jie; serta tamu undangan lainnya.

Acara ini diawali dengan sambutan dari Dr. Fan Jie selaku Direktur Pusat Bahasa Mandarin UNS dari pihak Tiongkok. Dalam sambutannya, Dr. Fan Jie menyampaikan bahwa acara ini sekaligus memperingati 70 tahun momen bersejarah ketika 29 negara Asia-Afrika berkumpul di Bandung untuk melawan kolonialisme. Melalui peran besar Indonesia sebagai tuan rumah dan kontribusi Perdana Menteri Zhou Enlai dari Tiongkok, lahirlah semangat solidaritas antarnegara yang menjadi tonggak penting hubungan internasional. Prinsip eksistensi dan koeksistensi damai yang digagas Zhou Enlai mencerminkan semangat kesetaraan bagi semua negara dan menjadi fondasi kuat dalam membangun kerja sama global hingga hari ini.

“Di tengah dunia yang penuh ketidakpastian, semangat tentang persatuan, persahabatan, dan kerja sama tetap relevan untuk mempererat hubungan antara Indonesia dan Tiongkok. Sebagai simbol kerja sama di bidang pendidikan, Pusat Bahasa Mandarin hadir sebagai jembatan pertukaran budaya yang memperkuat pemahaman dan hubungan antar kedua negara,” ujar Dr. Fan Jie.

Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Wakil Rektor Bidang Akademik dan Penelitian UNS, Prof. Dr. Fitria Rahmawati, S.Si., M.Si. Dalam sambutannya, Prof. Fitria menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program berkelanjutan yang diselenggarakan oleh lima Confucius Institute atau Pusat Bahasa Mandarin yang berada di Pulau Jawa. Kegiatan serupa telah dilaksanakan di Universitas Al Azhar Indonesia, Universitas Kristen Maranatha, dan kini di UNS, yang nantinya akan dilanjutkan di Universitas Negeri Surabaya dan Universitas Negeri Malang.

Menurut Prof. Fitria, kolaborasi ini tidak hanya memperkuat hubungan antar institusi, tetapi juga mempererat hubungan antara bangsa Indonesia dan Tiongkok melalui budaya dan sejarah yang telah terjalin sejak lama. “Kegiatan ini menjadi bentuk nyata dari kerja sama lintas negara yang mengedepankan nilai-nilai budaya, sejarah, dan pendidikan sebagai landasan hubungan bilateral yang kokoh,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya memahami akar sejarah hubungan Indonesia dan Tiongkok, yang secara resmi telah terjalin sejak tahun 1950. “Kita semua mengetahui bahwa hubungan diplomatik antara Indonesia dan Tiongkok sudah terjadi sejak 1950, mencerminkan perjalanan panjang dan dinamis yang mencakup berbagai aspek kehidupan, mulai dari ekonomi, kebudayaan, pendidikan, hingga perpolitikan internasional,” ungkap Prof. Fitria.

Ia juga mengingatkan kembali peran penting Indonesia dalam Konferensi Asia-Afrika tahun 1955 yang diselenggarakan di Bandung. Dalam forum tersebut, Indonesia menjadi tuan rumah sekaligus inisiator utama. Sementara Perdana Menteri Zhou Enlai dari Tiongkok berperan besar dalam meredakan ketegangan ideologi dan mendorong prinsip hidup berdampingan secara damai. Dari konferensi ini, lahirlah Dasasila Bandung yang menjadi dasar solidaritas negara-negara peserta dalam menentang kolonialisme dan memperjuangkan perdamaian dunia.

Menutup sambutannya, Prof. Fitria menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa acara semacam ini menjadi semakin penting di tengah dinamika geopolitik global yang sedang menghangat. “Semoga kegiatan ini memberikan manfaat bagi kita semua, memperluas wawasan, dan mempererat hubungan baik antarbangsa, khususnya antara Tiongkok dan Indonesia, baik di masa kini maupun di masa depan,” tutupnya.
Humas UNS