UNS — Senat Akademik Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta mengadakan webinar pada Kamis (18/8/2022) dengan mengusung tema “Tantangan Perguruan Tinggi dalam Menyongsong Indonesia Emas Tahun 2045” . Webinar dilakukan secara hybrid di UNS Inn dan juga Zoom Meeting serta disiarkan melalui YouTube.
Webinar dibuka dengan sambutan dari Ketua Senat Akademik UNS, Prof. Dr. Adi Sulistiyono, S.H., M.H. Dalam sambutan tersebut, Prof. Adi memberi gambaran tentang tahun 2045 yang diprediksi memiliki penduduk usia produktif sebesar 60%. “Menyongsong tahun 2045 maka (potensi tahun emas) harus dikelola dengan tepat, dengan sistem yang memadahi agar benar-benar menjadi tahun emas,” tutur Prof. Adi.
Ia juga menegaskan peran perguruan tinggi dalam menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk menyongsong tahun emas tersebut melalui road map kebijakan akademik sampai dengan tahun 2045.
Webinar ini juga menghadirkan Direktur PT. Pusat Studi Apindo Prof. (UNS). Dr. Soeprayitno, M.M. dan Prof. Drs. Taifo Mahmud, M.Sc., Ph.D. dari Oregon State University, USA sebagai pemateri. Keduanya memaparkan materi terkait kondisi SDM, ekonomi, hingga teknologi serta tantangan yang akan dihadapi Indonesia menyambut tahun emas 2045.
Prof. (UNS). Soeprayitno membuka materi dengan menunjukkan beberapa visi Indonesia tahun 2045 yang salah satunya adalah optimalisasi bonus demografi. Menurutnya, pada 2030 mendatang, dependensi rasio (rasio ketergantungan) Indonesia berada di titik terendah karena adanya bonus demografi tersebut. Namun, ia juga menyebut bahwa masih ada tantangan yang harus dihadapi, sehinga pemanfaatan bonus demografi jadi sangat penting. “Jika tidak ada pasar kerja, akan jadi musibah, bukan berkah,” ujarnya.
Poin selanjutnya adalah terkait ekonomi Indonesia yang masih terjebak pada pendapatan menengah (middle income trap). Meskipun demikian, Indonesia akan berada pada titik transformasi di tahun 2036 dimana Indonesia akan keluarga dari middle income trap. Untuk itu, diperlukan beberapa tahapan, seperti penguatan struktur ekonomi ke arah yang lebih produktif, percepatan pertumbuhan berbasis inovasi, berbasis kualitas dan berkelanjutan.

Senada dengan Prof. (UNS). Soeprayitno, Prof. Taifo juga membahas bagaimana pentingnya mengelola potensi bonus demografi sebaik-baiknya. Ia pun mengungkapkan bahwa Indonesia beruntung memiliki bonus demografi jika dibanding dengan negara lain. “Kita (Indonesia) sangat beruntung (memiliki bonus demografi) karena di Jepang penduduk usia tua lebih besar dari usia produktif sehingga mereka masih harus menghidupi penduduk usia tua tersebut,” ucap Prof. Taifo. Prof. Taifo juga mengajak untuk memulai usaha mencerdaskan SDM sejak dini. “Meski masih 23 tahun, tapi waktu berlalu cepat sekali,” tambahnya
Sebagai penutup, Prof. Taifo menyebutkan beberapa tantangan perguruan tinggi dalam menyongsong Indonesia emas tahun 2045, seperti terkait kualitas mahasiswa yang berbeda antara sebelum dan sesudah pandemi, meningkatkan fasilitas dan SDM yang sesuai melalui alat-alat penelitian dan pelatihan, menciptakan dan mengembangkan teknologi. Humas UNS
Reporter: Adisti Daniella
Editor: Dwi Hastuti



















