UNS — Pandemi Covid-19 yang terjadi di Indonesia sejak tahun 2020 silam telah menjadi krisis multidimensi. Setelah melalui krisis pada tahun 1965, 1998, dan 2008, Indonesia kembali digempur oleh krisis yang diakibatkan oleh kesehatan, yaitu pandemi Covid-19. Dampak krisis multidimensi ini tidak hanya dirasakan oleh satu sektor saja, melainkan seluruh sektor termasuk sektor ekonomi.
Jatuhnya sektor ekonomi akibat pandemi Covid-19 juga berdampak pada sektor pariwisata. Selama ini, sektor pariwisata menjadi pendorong aktivitas ekonomi masyarakat Indonesia. Bahkan sektor pariwisata juga mampu mendorong pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta sejumlah kebijakan lainnya.
Menjadi keynote speaker di acara Conclusion#2 yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahudin Uno, mengatakan bahwa Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) terus berupaya untuk memulihkan sektor pariwisata dan ekonomi kratif melalui implementasi kebijakan dan program-program berkeadilan.
“Kemenparekraf terus berupaya untuk memulihkan sektor parekraf melalui implementasi kebijakan dan program-program berkeadilan yang tepat waktu, tepat manfaat, dan tepat sasaran di tengah masa penuh tantangan seperti saat ini,” ujar Sandiaga Uno pada Minggu (3/10/2021).
Tak hanya melalui implementasi kebijakan dan program berkeadilan, Kemenparekraf juga meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui program reskilling, upskilling, dan sertifikasi kompetensi. Bahkan Kemenparekraf juga mengucurkan anggaran dana dalam bentuk bantuan insentif bagi aktivitas permodalan dalam hal kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan keberlanjutan lingkungan. Tujuannya adalah untuk menyokong pelaku UMKM agar tetap bertahan di masa sulit seperti saat ini.

“Kami juga memfasilitas pengembangan produk dan jasa. Memberikan perlindungan Hak Kekayaan Intelektual dan transformasi digital kepada UMKM berbasis ekonomi kreatif,” imbuh Sandiaga Uno.
Kemenparekraf juga berkomitmen membantu pemasaran produk ekonomi kreatif baik melalui program gerakan ‘Bangga Buatan Indonesia dengan Beli Kreatif Lokal’, pembukuan keuangan, maupun strategi pemasaran yang meliputi branding, pengemasan produk, dan foto produk. Upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan omset bisnis para pelaku parekraf.
Selain di sektor ekonomi kreatif, Kemenparekraf juga tengah mengupayakan pembangunan sektor pariwisata di tangah pandemi Covid-19. Dalam pidatonya, Sandiaga Uno mengatakan bahwa Kemenparekraft sedang serius membangun pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan. Pembangunan sektor pariwisata yang berkelanjutan tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan kelestarian lingkungan agar kebermanfaatannya dapat dirasakan hingga generasi mendatang.
“Kami berharap dengan dilaksanakannya kegiatan ini (read: Conclusion#2), akan memotivasi para mahasiswa dan para pelaku UMKM di sektor parekraf untuk mengembangkan bisnisnya dengan tetap memperhatikan unsur keberlanjutan lingkungan,” pungkas Sandiaga Uno. Humas UNS
Reporter: Alinda Hardiantoro
Editor: Dwi Hastuti
















