Satgas PPKS UNS Berikan Edukasi tentang Membangun Kampus Aman Terbebas dari Kekerasan Seksual

Satgas PPKS UNS Berikan Edukasi tentang Membangun Kampus Aman Terbebas dari Kekerasan Seksual
Satgas PPKS UNS Berikan Edukasi tentang Membangun Kampus Aman Terbebas dari Kekerasan Seksual

UNSSatuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta mengadakan Diskusi dengan tema Membangun Kampus Aman Terbebas dari Kekerasan Seksual.  Diskusi dilaksanakan di Aula Gedung M. Sartono Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) UNS, diikuti oleh 85 mahasiswa aktivis organisasi kemahasiswaan yang bergerak dalam pendampingan korban kekerasan di seluruh fakultas di UNS serta calon anggota Satgas PPKS UNS periode 2024-2026 pada Senin (14/10/2024).

Tujuan dari diskusi ini yaitu untuk membangun kesadaran kritis sivitas akademika perguruan tinggi khususnya UNS untuk tidak mentolerir terjadinya kekerasan seksual. Kemudian memberikan edukasi kepada mahasiswa dan organisasi kemahasiswaan sebagai mitra Satgas PPKS UNS untuk memahami aturan dan etika pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di kampus. Lalu untuk mengembangkan model kolaborasi antara mahasiswa, organisasi kemahasiswaan dan Satgas PPKS UNS dalam melakukan pencegahan dan penanganan kekerasan seksual yang memihak kepada kepentingan terbaik korban.

Acara dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNS, Prof. Ir. Dody Ariawan, S.T., M.T., Ph.D. yang dalam sambutannya mengatakan bahwa salah satu cara melakukan pencegahan kekerasan seksual adalah melalui sosialisasi dan diskusi yang melibatkan mahasiswa khususnya aktivis mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, Satgas PPKS, dan para pakar.  Beliau berharap melalui diskusi  ini akan dapat menumbuhkan komitmen bersama dalam  mencegah terjadinya kekerasan seksual. “Sinergi antara pihak yang terlibat dalam diskusi ini diharapkan juga mampu mendukung terwujudnya lingkungan kampus yang aman, nyaman  terbebas dari  kekerasan seksual, paling tidak dapat menurunkan angka kekerasan seksual di lingkungan kampus UNS,” terang Prof. Dody.

Narasumber dalam kegiatan kali ini adalah Prof. Manneke Budiman, S.S., M.A. Ph.D. yang merupakan Ketua Satgas PPKS Universitas Indonesia (UI) periode 2022-2024. Prof. Manneke memberikan paparan dengan tema Akar Seksual dalam Kekerasan Seksual: Pengayaan bagi Perspektif Relasi Kuasa. Beliau menyampaikan sejarah awal terjadinya kekerasan seksual dan sebab-sebab kemungkinan terjadinya kekerasan seksual yang disampaikan secara ilmiah hasil dari kajian-kajian yang dilakukan oleh para ilmuwan.

Narasumber kedua adalah Ketua Satgas PPKS UNS, Prof. Dr. Ismi Dwi Astuti Nurhaeni, M.Si. yang menyampaikan materi dengan tema Menjadi Gen Z Waspada Kekerasan Seksual. Dalam paparannya disampaikan beberapa kasus yang terjadi di Kampus UNS, ternyata lebih banyak melibatkan mahasiswa. Untuk itu diperlukan kewaspadaan melalui pemahaman terhadap model-model kekerasan yang sering terjadi. Diharapkan para aktivis mahasiswa dapat menjadi mitra aktif bagi Satgas PPKS UNS untuk memberikan edukasi kepada rekan-rekan mahasiswa lain di masing-masing fakultas.

Prof. Ismi juga menyampaikan kepada para korban agar tidak takut lapor ke Satgas PPKS UNS. Bagi warga kampus yang menjadi korban atau yang melihat peristiwa kekerasan seksual dapat melapor ke Satgas dengan berkunjung langsung di Kantor Satgas PPKS UNS atau mengisi form yang sudah disediakan di link https://uns.id/LaporSatgasPPKS dapat juga melapor melalui Nomor WhatsApp 081327062341. Warga kampus juga dipersilahkan untuk mengikuti kegiatan-kegiatan Satgas PPKS melalui instagram Satgas _@satgasppks.uns.

HUMAS UNS