UNS — UPT Perpustakaan Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta selenggarakan Focus Group Discussion (FGD) untuk mengembangkan dan meningkatkan kompetensi pustakawan. Kegiatan ini mengambil tema “Penelitian Pengembangan Kompetensi Pustakawan dalam Mendukung Layanan Bimbingan Publikasi Ilmiah di UPT Perpustakaan Universitas Sebelas Maret”.
Kegiatan FGD ini dihadiri oleh 32 peserta yang terdiri dari dosen, mahasiswa, pustawakan UNS, serta pustakawan dari perguruan tinggi lainnya. Adapun FGD ini dilaksanakan secara tatap muka di The Grade Creative Lounge Corner UPT Perpustakaan UNS. Emi Indrawati, S.E., M.M., selaku Ketua Tata Usaha UPT Perpustakaan Universitas Sebelas Maret Surakarta mewakili Burhanudin Harahap, S.H., M.H., M.Si., Ph.D., selaku Kepala UPT Perpustakaan UNS menyampaikan bahwa tujuan penyelenggaraan FGD tersebut adalah untuk penelitian. “Sebenarnya FGD ini ditujukan buat penelitian, akan tetapi penelitian yang dilakukan dengan FGD ini juga punya tujuan, yaitu untuk mengetahui kompetensi pustakawan itu yang dibutuhkan dalam membantu penulisan dan publikasi ilmiah di lingkungan UNS itu apa, pustakawan butuh apa, mahasiswa, dosen itu butuh apa, dan kita bisa membantu hal tersebut,” ujar Emi.
Kegiatan peningkatan kompetensi pustakawan ini menghadirkan dua pembicara, yaitu Maria Husnun Nisa, S.Sos., M.A. selaku Kepala Perpustakaan dan Pusat Layanan Digital Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dan pembicara kedua adalah Nushrotul Hasanah Rahmawati, S.Pd., M.IP. yang merupakan pustakawan dari Perpustakaan Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Surakarta. Maria menyampaikan materi mengenai kompetensi pustakawan dalam membantu penulisan dan publikasi umum.



Maria dalam materi yang dibawakan menyampaikan bahwa Perpustakaan UMS menyediakan berbagai layanan, salah satunya adalah layanan unggulan. “Layanan unggulan di Perpustakaan UMS itu adalah pelayanan dalam menggunggah karya ilmiah mahasiswa UMS. Kami menyediakan laman unggah mandiri bagi mahasiswa yang didalamnya sudah kami sertakan tata cara, tahapan-tahapan, serta persyaratan melakukan unggah mandiri. Sehingga dengan layanan unggul ini, mahasiswa dapat secara mandiri mengunggah hasil karya ilmiah mereka,” ujar Maria.
Selain itu, disampaikan juga oleh Maria, dalam laman resmi Perpustakaan UMS tersedia layanan pelatihan literasi dan informasi. Layanan tersebut di dalamnya juga menyediakan pelatihan literasi informasi Perpustakaan UMS, salah satunya yaitu penulisan artikel ilmiah dan sitasi. “Dengan layanan yang kami sediakan secara online di laman perpustakaan, mahasiswa akan lebih mudah mengakses dan mengetahui informasi pelayanan dari perpustakaan kami”, ujar beliau.
Selanjutnya, Nushrotul Hasanah Rahmawati, S.Pd., M.IP. Pustakawan dari Perpustakaan UIN Raden Mas Said Surakarta menyampaikan dalam rangka memberikan pelayanan dan kemudahan akses bagi pemustaka, Perpustakaan UIN Raden Mas Said Surakarta menerapkan sistem dan teknologi informasi bagi para pengguna perpustakaan. “Tujuan penerapan layanan tersebut untuk memudahkan petugas dalam menghimpun, mengelola, dan memberikan informasi kepada pemustaka. Sistem Informasi Perpustakaan (SIPRUS) diimplementasikan di perpustakaan UIN Raden Mas Said Surakarta sejak tahun 2004 dan telah dilakukan up grade menjadi Library System (LIBSYS),” ujar Nushrotul. Setelah pemaparan materi dari kedua narasumber, peserta diminta untuk mengisi kuisioner kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab. HUMAS UNS



















