UPT Perpustakaan UNS Gelar Workshop Dari Tulis ke Digital

UPT Perpustakaan UNS Gelar Workshop Dari Tulis ke Digital

UNS – UPT Perpustakaan Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menyelenggarakan workshop bertajuk “Dari Tulis ke Digital: Menggali Nilai-nilai Budaya melalui Warisan Tulis”. Acara ini diikuti oleh 50 peserta dari berbagai perguruan tinggi, instansi pemerintahan dan pemerhati budaya di Wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Workshop ini menghadirkan dua narasumber yang memiliki kepakaran dalam pelestarian budaya, yaitu Kepala Pusat Unggulan IPTEK (PUI) Javanologi UNS, Prof. Sahid Teguh Widodo, S.S., M.Hum., Ph.D., dan Pamong Budaya dari Monumen Pers Nasional, Gilang Swara Sukma, S.S.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala UPT Perpustakaan UNS, Riah Wiratningsih, S.S., M.Si. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya peran perpustakaan sebagai penjaga memori kolektif bangsa, khususnya dalam merawat dan melestarikan warisan tulis yang memiliki nilai budaya tinggi.

“Perpustakaan bukan hanya tempat menyimpan buku, tetapi juga institusi yang berperan dalam menjaga dan mentransformasikan warisan budaya kedalam bentuk yang relevan dengan zaman,” tutur Riah di sela-sela acara yang digelar di Ruang Nakula UPT Perpustakaan UNS, pada Rabu (25/6/2025).

Ia menambahkan, UPT Perpustakaan UNS terus berkomitmen untuk menjadi pusat informasi, literasi, dan pelestarian budaya, termasuk melalui upaya digitalisasi koleksi yang berkaitan dengan budaya nasional dan budaya lokal, terutama budaya Jawa.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa UPT Perpustakaan UNS memiliki cita-cita untuk menghadirkan sebuah skriptorium, yakni ruang khusus untuk menyalin, mengkaji dan merawat naskah kuno maupun warisan tulis lainnya.

“Kami bermimpi memiliki skriptorium sebagai ruang peradaban. Tempat bertemunya ilmu, budaya dan teknologi. Sebuah ruang hening, tapi penuh denyut pengetahuan yang tak lekang oleh zaman. Dan saat ini, benihnya telah kami rancang dan mulai kami siapkan,” ujar Riah.

Setelah sambutan, acara dilanjutkan dengan pemaparan materi dari dua narasumber. Prof. Sahid Teguh Widodo, menyoroti bahwa transformasi digital bukan hanya soal alih media, tetapi juga perubahan cara pandang dalam memahami dan mewarisi budaya.

Prof. Sahid menyampaikan beberapa poin penting yaitu digitalisasi menjadi penggerak utama perubahan budaya dan pengetahuan. Kemudian teknologi seperti kecerdasan buatan (AI) dan Natural Language Processing (NLP) dapat membantu mengolah teks-teks budaya secara semantik dan sintaksis. “Warisan tulis, terutama dalam bentuk naskah dan karya sastra Jawa, dapat dijadikan bahan pembelajaran berbasis data. Kemudian Perpustakaan dan lembaga budaya perlu mengadopsi pendekatan digital untuk tetap relevan di era modern,” ujar Prof. Sahid.

Materi kedua, Gilang Swara Sukma, S.S., memaparkan pentingnya proses pelestarian koleksi berbasis media cetak dan artefak sejarah. Dalam materinya, ia menjelaskan jenis-jenis koleksi Monumen Pers Nasional. Yaitu meliputi 89 koleksi artefak, 19.987 eksemplar buku, dan 32.773 eksemplar media cetak, termasuk koleksi berbahasa Jawa seperti Panjebar Semangat, Kajawen, dan Djoko Lodang.

Gilang juga memaparkan empat strategi pelestarian utama, konservasi preventif, konservasi kuratif, kajian koleksi, dan digitalisasi. Proses alih media dilakukan menggunakan perangkat khusus dan disimpan dalam sistem digital berbasis server dan cloud. Langkah ini ditujukan agar koleksi tidak hanya aman, tapi juga dapat diakses secara luas.

Setelah sesi pemaparan, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab yang berlangsung interaktif. Para peserta terlihat antusias mengajukan pertanyaan dan berbagi pengalaman seputar pengelolaan warisan tulis, digitalisasi naskah, hingga kemungkinan kolaborasi pelestarian budaya antarlembaga.

Workshop ini menjadi salah satu langkah nyata UPT Perpustakaan UNS dalam memperkuat peran aktif perguruan tinggi dalam pelestarian budaya melalui pendekatan literasi dan teknologi. Harapannya, kegiatan ini membuka jalan bagi sinergi dan kolaborasi antar instansi dalam menjaga, mengembangkan, dan mewariskan kembali kekayaan budaya bangsa kepada generasi mendatang. HUMAS UNS