Transformasi Pendekatan Geo-Capabilities Antarkan Prof. Sugiyanto jadi Guru Besar UNS

Transformasi Pendekatan Geo-Capabilities Antarkan Prof. Sugiyanto jadi Guru Besar UNS

UNS– Prof. Dr. Drs. Sugiyanto, M.Si., dikukuhkan sebagai Guru Besar pada Bidang Keilmuan Model Pembelajaran Geografi di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). Prof. Sugiyanto, dikukuhkan langsung oleh Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Prof. Dr. Hartono, dr., M.Si., dalam Sidang Terbuka Senat Akademik pada Senin (10/2/2025). Prosesi tersebut berlangsung di Auditorium G.P.H. Haryo Mataram UNS.

Prof. Sugiyanto, yang juga merupakan Kepala Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa dikukuhkan sebagai Guru Besar ke-33 FKIP dan ke-334 UNS. Pada pidato inagurasinya, beliau mengangkat judul “Transformasi Pendekatan Pembelajaran Geografi: Berbasis Geo-Literacy Menuju Geo Capabilities”, yang menawarkan pendekatan pembelajaran geografi baru yang berawal dari pendekatan Geo-Literacy yang hanya sebatas pada kemampuan pemahaman peta, lokasi dan keterhubungan geografis menuju pendekatan Geo Capabilities.

“Transformasi paradigma pembelajaran geografi berawal dari Geo-Literacy menuju Geo-Capabilities menjadi kebutuhan mendesak di era globalisasi revolusi industri 4.0 dan masyarakat society 5.0 untuk mendukung keterampilan abad ke – 21 melalui integrasi pembelajaran geospatial. Geo-Capabilities hadir untuk menjawab kompleksitas tantangan global yang kurang optimal jika memakai pendekatan Geo-Literacy, Geo-Capabilities menawarkan pendekatan secara holistic dengan memberdayakan peserta didik melalui keterampilan kritis, analitis, dan kemampuan reflektif dalam memecahkan permasalahan kontekstual,” tutur Prof. Sugiyanto.

Prof. Sugiyanto menekankan bahwa pentingnya transformasi pendekatan pembelajaran geografi ini didasari oleh urgensi untuk menyesuaikan pembelajaran geografi dengan perkembangan teknologi, dinamika sosial, dan kebutuhan masyarakat lokal maupun global. Melalui transformasi paradigma ini, Prof. Sugiyanto menawarkan mengenai pembelajaran geografi yang tidak hanya bersifat teoritis tetapi juga aplikatif, relevan dan berdampak pada pengembangan karakteristik peserta didik sebagai warga dunia yang bertanggung jawab. Transformasi ini memiliki tujuan-tujuan strategis seperti pengembangan kemampuan, keterampilan, pembelajaran aplikatif, dan pendekatan yang terintegrasi luas.

“Transformasi Geo-Literacy menuju Geo-Capabilities ini memiliki beberapa tujuan yang strategis untuk dapat diterapkan pada pembelajaran geografi. Pertama adalah untuk mengembangkan kemampuan keterampilan peserta didik. Selanjutnya adalah untuk meningkatkan penguasaan dan keterampilan teknologi. Transformasi ini juga bertujuan untuk mendorong pembelajaran berbasis aksi serta untuk menerapkan pendekatan integrated luas atau multidisipliner transdisipliner,” tambah Prof. Sugiyanto.

Prof. Sugiyanto menyampaikan bahwa kelebihan pendekatan Geo-Capabilities berorientasi pada masa depan, berbasis keterampilan, dan analitis peserta didik terhadap fenomena yang terjadi dengan pendekatan integrated luas (multidisipliner-transdisipliner). Hal tersebut tentu relevan dengan keterampilan abad ke-21. Sedangkan kelemahan implementasi Geo-Capabilities terletak pada kemampuan guru sebagai sumberdaya yang membentuk kemampuan Geo-Capabilities di sekolah sehingga perlu adanya dukungan sumber daya manusia (SDM) untuk pembelajaran yang memadai.

Humas UNS

Reporter: Dikky Yudi Pradana

Redaktur: Dwi Hastuti