Sesi Menarik, The 16th EASTS Conference 2025 di UNS Adakan Bedah Buku Transportasi Ilahiah

Sesi Menarik, The 16th EASTS Conference 2025 di UNS Adakan Bedah Buku Transportasi Ilahiah

UNS – Bedah buku menjadi sesi istimewa dalam rangkaian The 16th Eastern Asia Society for Transportation Studies (EASTS) Conference 2025. Sesi tersebut membedah buku berjudul “Transportasi Ilahiah: Teori, Fakta, Pendekatan dan Solusi”. Acara berlangsung di Ruang Indraprastha UNS Inn pada Rabu (3/9/2025) dan diisi langsung oleh penulisnya, Dr. Ir. Haris Muhammadun, A.T.D., M.M., IPU., serta Arifin Nugroho, Lc., M.A.

Buku ini mengupas isu transportasi melalui empat kerangka, yaitu teori, fakta, pendekatan, dan solusi. Beberapa substansi yang dibahas meliputi penempatan transportasi dalam urusan pemerintahan, kondisi darurat keselamatan transportasi di Indonesia, penyelenggaraan angkutan umum, hingga konsep Transit Oriented Development (TOD). Selain itu, terdapat juga pembahasan mengenai pengelolaan simpul transportasi, transportasi laut, serta transportasi udara dalam perspektif ketuhanan.

“Transportasi bukan hanya kebutuhan fisik, tetapi juga bagian dari perjalanan spiritual manusia. Dengan pendekatan yang mengedepankan keadilan, keselamatan, dan keberlanjutan, mereka menawarkan solusi yang tidak hanya teknis, tetapi juga bermoral dan berlandaskan ajaran Islam,” ujar Dr. Haris.

Dr. Haris menyoroti posisi transportasi dalam urusan pemerintahan dengan menjelaskan bahwa saat ini hanya dianggap kebutuhan turunan. Berdasarkan UU Nomor 23 Tahun 2014, transportasi bahkan dikategorikan sebagai urusan wajib non pelayanan dasar. Padahal, menurutnya transportasi adalah urat nadi perekonomian dan seharusnya menjadi pelayanan dasar. Dari pendekatan nilai agama, sejumlah surah dalam Al-Qur’an juga menyinggung mengenai perjalanan sebagai bagian dari kehidupan manusia.

“Transportasi adalah urat nadi perekonomian sehingga harus menjadi urusan wajib pelayanan dasar,” tutur Dr. Haris.

Sementara itu, Arifin Nugroho menambahkan pandangan dari sudut pandang spiritual. Ia menjelaskan bahwa Al-Qur’an menggambarkan perjalanan manusia sejak alam ruh hingga akhirat. Menurutnya, hal ini seharusnya menjadi inspirasi bagi manusia untuk mengelola pengalaman hidup, termasuk dalam bidang transportasi, dengan porsi perhatian yang sama detailnya. Transportasi tidak hanya menjadi urusan teknis, melainkan juga menyangkut perjalanan kehidupan.

Pada isu keselamatan transportasi, Dr. Haris memaparkan fakta bahwa sekitar 25 ribu orang meninggal setiap tahun akibat kecelakaan. Kondisi ini bahkan berpotensi mencetak kemiskinan baru bagi keluarga korban. Dari sisi keagamaan, keselamatan diri adalah perintah yang tegas dalam Al-Qur’an. Karena itu, ia menawarkan solusi berupa penguatan kelembagaan keselamatan, penegakan hukum lalu lintas, serta peningkatan profesionalisme pengemudi di berbagai moda transportasi.

Terkait isu keselamatan, Arifin menekankan bahwa menjaga nyawa adalah prioritas utama dalam ajaran Islam. Karena itu, masyarakat diminta untuk menaati aturan dan pemerintah berkewajiban melindungi keselamatan warganya.

“Al-Qur’an selalu menempatkan ini pada prioritas utama, yakni menjaga nyawa. Pemerintah memiliki tanggung jawab untuk menjaga keselamatan mereka karena masyarakat telah diminta untuk taat pada ulil amri,” terang Arifin.

Pembahasan selanjutnya terkait angkutan umum. Menurut Dr. Haris, teori transportasi menunjukkan bahwa setiap kota membutuhkan moda utama dan feeder sesuai ukurannya. Namun, fakta menunjukkan kebijakan pemerintah masih belum berpihak pada transportasi publik. Dari pendekatan Al-Qur’an, kebersamaan menjadi nilai yang perlu diutamakan. Solusi yang ditawarkan antara lain pembentukan lembaga pengelola transportasi umum, penetapan tarif terintegrasi, serta pengembangan jaringan transportasi yang efisien dan profesional.

Arifin juga menggambarkan penyelenggaraan angkutan umum dengan ibadah salat berjamaah. Sama halnya dengan salat yang bernilai lebih tinggi ketika dilakukan bersama, transportasi umum juga memberi manfaat besar ketika dijalankan secara kolektif.

Bedah buku ini memberi sudut pandang baru bagi peserta the 16th EASTS Conference 2025 dalam memahami sektor transportasi. Melalui integrasi ilmu transportasi modern dengan nilai-nilai spiritual, para penulis berusaha menawarkan solusi yang lebih komprehensif. UNS sebagai tuan rumah konferensi internasional ini menghadirkan ruang dialog yang memperkaya perspektif peserta dari berbagai negara.
Humas UNS