UNS — Dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-49, Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta akan menggelar seminar nasional yang digelar pada tanggal 8 Mei 2025 mendatang. Seminar tersebut mengangkat tema “Penguatan Tata Kelola Perguruan Tinggi Menuju Kampus Inklusif dan Setara Terbebas dari Kekerasan“ bertempat di Ballroom UNS Inn mulai pukul 08.00 – 13.00 WIB. Seminar akan diselenggarakan secara hybrid (luring dan daring) dan akan ditayangkan secara langsung melalui zoom meeting dan live streaming di kanal youtube UNS pada link https://uns.id/youtubesemnasdiesuns.
Rektor UNS, Prof. Dr. Hartono, dr., M.Si. akan menjadi keynote speaker dalam seminar ini. Topik yang akan disampaikan adalah “Komitmen Pimpinan UNS dalam Mewujudkan Kampus yang Inklusif dan Setara Terbebas dari Kekerasan”. Narasumber seminar ini adalah Inspektur Jenderal Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, Dr. Chatarina Muliana, S.H., S.E., M.H. dan Ketua Satgas PPKS UNS, Prof Dr. Ismi Dwi Astuti Nurhaeni, M.Si. Kedua Narasumber tersebut akan menyampaikan topik-topik menarik sesuai dengan isu-isu terkini yaitu “Implementasi Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nomor 55 Tahun 2024 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi” dan “Menavigasi Tata Kelola Inklusif Menuju Kampus Tanpa Kekerasan”
Seminar ini diselenggarakan dalam rangka Dies Natalis ke-49 UNS sekaligus launching Peraturan Rektor UNS Nomor 7 Tahun 2025 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan yang telah ditetapkan pada tanggal 21 April 2025. Alasan mengangkat tema tersebut adalah untuk memastikan bahwa peraturan menteri yang mengatur tentang pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan perguruan tinggi dapat dipahami dan diterapkan secara profesional. “Sedangkan salah satu tujuan diselenggarakan seminar nasional ini adalah untuk membangun kesadaran kritis warga kampus, pimpinan Perguruan Tinggi dan Mitra Kampus untuk tidak mentolerir terjadinya kekerasan dan bersepakat untuk saling jaga, satu suara, lawan kekerasan,” terang Prof. Hartono.
Peserta seminar yang diharapkan hadir baik secara luring maupun daring adalah pimpinan Perguruan Tinggi tingkat Universitas mulai dari Wakil Rektor, Senat Akademik, Dewan Profesor, Majelis Wali Amanat, Direktur dan Sekretaris, Dekan, Wakil Dekan, Kaprodi dan Kepala Bagian Tata Usaha Perguruan Tinggi. Selain pimpinan juga diundang pengurus Organisasi Kemahasiswaan, lembaga mitra yang bertanggungjawab dalam pencegahan dan penanganan kekerasan (Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB), Polres, Rumah Sakit) dan juga Satgas PPK/PPKS Perguruan Tinggi baik negeri maupun swasta seluruh Indonesia.
HUMAS UNS



















