UNS – Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta tidak memberikan toleransi atas segala bentuk kekerasan di dalam lingkungan kampus. Komitmen ini menjadi dasar UNS dalam merespon insiden pada Pertandingan Futsal dalam kegiatan Pekan Olahraga Sebelas Maret (Porsema) 2024. UNS juga akan mengambil tindakan berupa pemberian sanksi sesuai dengan peraturan yang berlaku di UNS.
Sekretaris UNS sekaligus Juru Bicara UNS, Dr. Agus Riwanto, S.H, M.Ag, M.H., menyampaikan serangkaian kronologi dan pernyataan UNS, pada Jumat (25/10/2024). Ia menyampaikan bahwa pada hari Selasa (22/10/2024) pukul 20.30 WIB terdapat pertandingan Futsal antara mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNS dengan Mahasiswa Fakultas Pertanian (FP) UNS. Ini merupakan pertandingan dalam rangkaian kegiatan Porsema 2024 yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNS. Lokasi pertandingan berlangsung di Stadion UNS.
Berkaitan dengan insiden dalam pertandingan tersebut, UNS melalui Dr. Agus Riwanto menyampaikan hal-hal sebagai berikut. UNS menyampaikan rasa prihatin dan penyesalan. Tidak ada toleransi bagi segala bentuk kekerasan dalam kompetisi olahraga yang berlangsung di lingkungan UNS. Sportifitas sudah selayaknya dijunjung tinggi dalam sebuah pertandingan olahraga.
“UNS berkomitmen untuk selalu menjaga lingkungan kampus sebagai pusat pembelajaran yang nyaman dan aman bagi mahasiswa,” ujar Dr. Agus Riwanto.
UNS menyerukan kepada seluruh sivitas akademika agar peristiwa tersebut tidak terulang kembali. Upaya peningkatan kesadaran akan pentingnya relasi yang harmonis, saling asah, asuh dan asih antar mahasiswa akan terus dilakukan dalam semua bentuk kegiatan di lingkungan kampus UNS.
Sebagai bentuk komitmen dan tanggungjawab moral, Prof. Dr. Hartono, dr. M.Si., selaku Rektor UNS telah mengeluarkan Instruksi Nomor 820/UN27/KM.00/2024 pada Kamis (24/10/2024). Instruksi ini ditujukan kepada Panitia Porsema 2024 untuk menghentikan seluruh kegiatan Porsema 2024. Dalam upaya tindak lanjut, UNS akan melakukan evaluasi dan investigasi secara menyeluruh.
“Bahwa Majelis Kode Etik Mahasiswa (MKEM) UNS akan menegakkan kode etik mahasiswa dalam insiden tersebut dan akan menjatuhkan sanksi kepada pelaku. Direktur Kemahasiswaan UNS akan menjatuhkan sanksi kepada panitia Porsema UNS sesuai dengan peraturan yang berlaku di UNS,” lanjutnya.
Lebih lanjut, UNS pada hari Jumat (25/10/2024) telah melakukan mediasi dengan mempertemukan pelaku, korban, dan orang tua masing-masing. Adapun pertemuan ini menghasilkan kesepakatan, pertama, pelaku menanggung semua biaya pengobatan korban di Rumah Sakit (RS), kedua saling memaafkan, ketiga tidak akan membawa ke ranah hukum dan keempat tidak akan mengulang kembali insiden serupa.
Sebagai informasi, adapun kronologi kejadian yaitu ketika pertandingan futsal berlangsung antara mahasiswa FEB UNS melawan FP UNS dengan skor 4:2. Pada saat pertandingan berlangsung terjadi benturan antar pemain. Salah satu pemain dari FP bernama Rofiq Al Fajari Rusmawanto Putro Mahasiswa FP UNS Angkatan tahun 2023 (selanjutnya disebut korban) terjatuh dan wasit meniupkan peluit terjadi pelanggaran. Tak lama kemudian kiper dari mahasiswa FEB bernama Jonathan Syebat Agung Putra Mahasiswa FEB UNS Angkatan 2023 (selanjutnya disebut pelaku) berlari ke arah pemain yang terjatuh dan melakukan tendangan ke arah bagian leher pemain tersebut. Wasit meniupkan peluit dan memberikan kartu merah kepada pelaku.
Kemudian pada saat kejadian korban tidak dapat melanjutkan pertandingan karena mengalami cidera dan di keluarkan dari lapangan pertandingan Futsal. Panitia dari BEM UNS melakukan pertolongan pertama dan membawa korban ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Moewardi Surakarta untuk mendapatkan pengobatan medis. Saat ini korban dirawat secara konservatif (pemberian obat obatan) di bangsal rawat inap RSUD dr. Moewardi.
Humas UNS
















