LSP UNS Terima Kunjungan LSP Untirta terkait Penambahan Skema untuk Fakultas Kedokteran

LSP UNS Terima Kunjungan LPS Untirta terkait Penambahan Skema untuk Fakultas Kedokteran
Dengarkan artikel

UNSLembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menerima kunjungan dari LSP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), Serang, Banten. Fokus kegiatan ini terkait Penambahan Skema untuk Fakultas Kedokteran (FK). Rombongan diterima langsung oleh Ketua LSP UNS, Prof. Dr. Ir. Endang Yuniastuti, M.Si, Kamis (24/10/2024).

Di Gedung dr. Prakosa UNS, turut hadir Prof. Dr. Ir. Eka Handayanta, M.P., IPU, ASEAN, Eng., serta perwakilan Asesor Skema Dokter Perusahaan, Dian Nugroho, dr, M.Med.Ed. Acara ini dibuka dengan sambutan dari Ketua LSP UNS. Prof. Endang mengucapkan selamat datang dan berterima kasih atas kunjungan rombongan dari LSP Untirta. Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum berbagi informasi antara LSP UNS dengan LSP Untirta.

“Harapannya bisa saling take and give dengan berbagai keunggulan dari masing-masing lembaga,” harap Prof. Endang.

Acara dilanjutkan dengan penyampaian maksud dan tujuan serta perkenalan dari Ketua LSP Untirta, Dr. Ir. Wahyuni Murtiningsih, M.T. Adapun rombongan terdiri dari lima orang, termasuk juga satu dokter muda. Tujuan Untirta sendiri yaitu ingin memperoleh informasi mengenai Penambahan Skema untuk FK. Di Untirta saat ini telah memiliki asesor sebanyak 47 orang dan 13 skema.

Berkenaan dengan hal tersebut, Prof. Endang memaparkan secara umum tentang profil LSP UNS yang mulai terbentuk tahun 2020. Unit ini telah melalui perkembangan hingga 2024 ini. LSP UNS merupakan LSP P1 dengan asesi tetapnya adalah mahasiswa UNS. Pada saat ini telah memiliki 54 skema dengan Tempat Uji Kompetensi (TUK) yang tersebar di fakultas di lingkungan UNS.

“Pada akhir tahun ini, tengah mengajukan skema baru sebanyak 41 yang kini tengah proses revisi setelah diverifikasi oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Dalam ajuan baru tersebut, yang berkaitan dengan kesehatan ada 4 buah skema yakni Caregiver Penyelia, Caregiver Pelaksana, Pelaksanaan Keperawatan Instalasi Gawat Darurat (IGD) di Rumah Sakit dan Pelaksanaan Keperawatan Khusus di Rumah Sakit,” Dr. Wahyuni.

Dalam kesempatan tersebut, Dian Nugroho, dr, M.Med.Ed. selaku asesor LSP UNS juga memaparkan tentang pengalaman proses penyusunan Skema Dokter Perusahaan. Ia menyampaikan mulai tahap penyusunan, full assesmen, witness, hingga dengan penerbitan lisensi dari BNSP. Dian Nugroho menekankan pentingnya komitmen calon asesor serta dukungan pihak fakultas.

Diskusi berlangsung sangat interaktif antara Untirta dengan Asesor Skema Dokter Perusahaan. Kedua pihak membahas pengalaman tentang proses penyusunan skema yang berkaitan dengan FK.

“Semoga dari diskusi ini dapat memberikan pencerahan tentang skema-skema apa saja yang tepat bagi FK, namun tetap memperhatikan kebutuhan dari mahasiswa yang akan terjun di pasar kerja,” tutur Prof. Endang mengakhiri kegiatan. Humas UNS