Sebanyak 34 Guru Besar Baru UNS Tanam Pohon, Teguhkan Komitmen Green Campus dan Keberlanjutan

Sebanyak 34 Guru Besar Baru UNS Tanam Pohon, Teguhkan Komitmen Green Campus dan Keberlanjutan

34 Guru Besar baru UNS menanam pohon dalam rangka Dies Natalis ke-50 di Danau UNS pada 12 Februari 2026. Kegiatan ini meneguhkan komitmen Green Campus dan keberlanjutan, dengan filosofi mendalam tentang kontribusi akademik.

UNS — Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menyelenggarakan kegiatan Penanaman Pohon oleh Guru Besar Baru dalam rangka Dies Natalis ke-50 Tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung di Komplek Danau UNS pada Kamis (12/2/2026) ini diikuti oleh 34 Guru Besar baru UNS sebagai bagian dari tradisi tahunan universitas.

Dalam sambutannya, Rektor UNS, Prof. Dr. Hartono, dr. M.Si. menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut dalam suasana sehat dan penuh semangat. Ia juga menyampaikan ucapan selamat kepada 34 Guru Besar baru yang pada tahun ini mengikuti tradisi penanaman pohon, yang secara konsisten digelar setiap peringatan Dies Natalis UNS.

Tahun 2026 menjadi momentum istimewa bagi UNS karena menandai usia emas, 50 tahun perjalanan institusi. Setengah abad kiprah UNS disebut sebagai hasil kerja keras, dedikasi, dan kontribusi para pendahulu, guru besar, sivitas akademika, serta seluruh pemangku kepentingan universitas.

Tradisi penanaman pohon ini dinilai bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan memiliki makna filosofis yang mendalam dalam perjalanan akademik seorang Guru Besar. Setiap pohon yang ditanam melekat dengan identitas Guru Besar yang bersangkutan. Pohon tersebut diharapkan tumbuh berakar kuat, batangnya kokoh, cabangnya merentang luas, dan daunnya memberi keteduhan.

Hal tersebut dianalogikan dengan peran Guru Besar yang kepakarannya harus semakin mengakar dalam keilmuan, kontribusi akademiknya semakin kokoh, jejaring dan kolaborasinya semakin luas, serta kebermanfaatannya semakin dirasakan oleh masyarakat, bangsa, dan dunia.

Sebagaimana pohon yang tumbuh tidak hanya untuk dirinya sendiri, tetapi juga memberi manfaat bagi lingkungan, menghasilkan oksigen, menjaga keseimbangan alam, serta menjadi tempat berteduh. Guru Besar pun diharapkan menjadi sumber inspirasi, pengetahuan, kebijaksanaan, dan pengabdian bagi lingkungan akademik maupun masyarakat luas.

Rektor UNS juga menyampaikan apresiasi kepada Dewan Profesor UNS yang secara konsisten menyelenggarakan kegiatan ini setiap tahun. Kegiatan penanaman pohon dinilai sejalan dengan komitmen UNS sebagai Green Campus serta mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam menjaga keberlanjutan lingkungan dan membangun kesadaran ekologis di lingkungan perguruan tinggi.

Kepada para Guru Besar baru, disampaikan pesan agar di tengah kesibukan menjalankan tridarma perguruan tinggi, sesekali meluangkan waktu untuk menengok kembali pohon yang telah ditanam. Pohon-pohon yang ditanam pada Dies Natalis ke-50 ini diharapkan kelak menjadi saksi perjalanan pengabdian para Guru Besar.

Sementara itu, Ketua Dewan Profesor UNS, Prof. Dr. Joko Nurkamto, M.Pd. menambahkan, bahwa sejak Agustus 2025 hingga 10 Februari 2026, UNS telah mengukuhkan 34 Guru Besar baru, terdiri atas 19 orang pada Agustus 2025, 9 orang pada Januari 2026, dan 6 orang pada 10 Februari 2026.

Kegiatan penanaman pohon ini tidak sekadar seremoni, tetapi sarat makna filosofis. Akar pohon melambangkan kedalaman keilmuan, fondasi akademik yang kuat dan tertanam dalam tradisi ilmiah yang kokoh. Batang mencerminkan integritas dan keteguhan, mengingat Guru Besar adalah penyangga nilai, penjaga etika, serta penguat martabat universitas. Cabang dan daun merepresentasikan pengembangan ilmu dan pembinaan generasi, di mana ilmu yang dikembangkan harus menaungi Mahasiswa, dosen muda, dan masyarakat luas. Sementara itu, buah dan keteduhan melambangkan manfaat, bahwa ilmu sejati adalah ilmu yang menghadirkan kemaslahatan, keberlanjutan, dan harapan bagi masa depan.

“UNS berharap, 34 pohon yang ditanam hari ini akan tumbuh tinggi menjulang, sebagaimana ilmu para Guru Besar berkembang melampaui zamannya dan memberikan keteduhan bagi peradaban serta kehidupan di bumi yang dicintai bersama,” pungkas Prof. Joko.

Prof. Drs. Isnandar Slamet, M.Sc., Ph.D., Guru Besar Baru dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UNS yang turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut, menyampaikan harapannya agar pohon yang ditanam dapat memberikan manfaat jangka panjang. Ia menjelaskan bahwa para Guru Besar baru ini akan menanam pohon-pohon yang tergolong langka sebagai bentuk kontribusi nyata terhadap pelestarian lingkungan.

“Pada kesempatan ini saya memilih pohon Bisbul (Diospyros blancoi A.DC.),” ungkapnya.

Sementara itu, Prof. Dr. Ir. Murtanti Jani Rahayu, S.T., M.T., Guru Besar dari Fakultas Teknik (FT) UNS, menanam pohon Duwet (Syzygium cumini (L.) Skeels). Ia menyampaikan bahwa pohon tersebut kini semakin jarang ditemukan, sehingga penanaman kembali menjadi langkah penting dalam upaya konservasi sekaligus menjaga keberagaman hayati di lingkungan kampus. HUMAS UNS

Pertanyaan Umum (FAQ)

Siapa yang mengikuti kegiatan penanaman pohon di UNS?

Sebanyak 34 Guru Besar baru Universitas Sebelas Maret (UNS) mengikuti kegiatan penanaman pohon. Lihat di artikel

Kapan kegiatan penanaman pohon oleh Guru Besar Baru UNS dilaksanakan?

Kegiatan penanaman pohon dilaksanakan pada Kamis, 12 Februari 2026, dalam rangka Dies Natalis ke-50 Tahun 2026. Lihat di artikel

Apa makna filosofis dari penanaman pohon oleh Guru Besar baru UNS?

Pohon yang ditanam melambangkan kedalaman keilmuan, integritas, pengembangan ilmu, dan kebermanfaatan bagi masyarakat, layaknya peran seorang Guru Besar. Lihat di artikel

Pohon langka apa saja yang ditanam oleh Guru Besar baru UNS?

Guru Besar baru menanam pohon langka seperti Bisbul (Diospyros blancoi A.DC.) dan Duwet (Syzygium cumini (L.) Skeels) untuk pelestarian lingkungan. Lihat di artikel

Bagaimana kegiatan penanaman pohon sejalan dengan komitmen UNS?

Kegiatan ini sejalan dengan komitmen UNS sebagai Green Campus dan mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) dalam menjaga keberlanjutan lingkungan. Lihat di artikel