UNS— Tim Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Riset dari Fakultas Psikologi (FaPsi) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta dibawah bimbingan Prof. Dr. Purwati, M.S., M.Kons. mengadakan program penanganan kejadian buruk di masa lalu bagi remaja di salah satu panti asuhan di Kabupaten Karanganyar. Program yang berjudul “Assertive Training-Role Play berbasis Cognitive Behavioral untuk Mereduksi Dampak Adverse Childhood Experiences pada Remaja Panti Asuhan” ini bertujuan untuk membantu para remaja dalam meningkatkan kesejahteraan psikologis dan menurunkan perilaku agresi sebagai dampak dari pengalaman buruk atau trauma di masa lalu, yang dikenal dengan istilah Adverse Childhood Experiences (ACEs).
Program ini merupakan salah satu kegiatan penelitian MBKM yang dilakukan oleh mahasiswa FaPsi UNS, berfokus pada upaya memberikan pendampingan psikologis serta melatih remaja panti asuhan untuk mengembangkan keterampilan sosial dan emosional. Assertive training dipilih agar anak-anak panti asuhan yang mungkin selama ini mengikuti arahan yang bukan atas dasar kemauan mereka dapat mengekspresikan perasaan dan pikiran dari berbagai peristiwa negatif yang dialaminya tanpa perlu merasa sungkan, malu, dan dihakimi.

Sementara itu, role play merupakan salah satu teknik dari assertive training yang dipilih karena dapat langsung memberikan pengalaman praktis melalui skenario yang dipraktikkan serta memungkinkan umpan balik secara langsung dari konselor sehingga hasilnya dapat lebih terlihat jelas. “Melalui kegiatan ini, diharapkan para remaja dapat mengelola emosi mereka dengan lebih baik, mengurangi dampak trauma, dan meningkatkan kesejahteraan psikologis mereka,” ungkap Prof. Purwati kepada uns.ac.id, Selasa (19/11/2024).
Tim riset menggunakan pendekatan Cognitive Behavioral (CB) yang dikombinasikan dengan assertive training role play. “Pendekatan CB kami pilih agar remaja di panti asuhan dapat membangun pola berpikir yang adaptif terkait kejadian-kejadian yang dialami dalam kehidupannya sehingga dapat terwujud perilaku yang adaptif pula dan terhindar dari masalah perilaku,” ujar Ketua Tim Riset, Zahra Fildza.
Tim mengemas kegiatan riset selama 6 sesi yang mencakup pemahaman tentang ACEs, kesejahteraan psikologis, perilaku agresi, diskusi kelompok, latihan keterampilan asertif, dan sesi bermain peran. Para remaja diberikan ruang aman untuk bercerita dan didorong untuk menemukan cara sehat dalam menghadapi masalah yang mereka alami. Selain itu, kegiatan ini juga menekankan pentingnya membangun pola pikir yang positif untuk menghadapi masa depan.
Sambutan hangat didapatkan dari para peserta dan pihak panti asuhan selama keberjalanan program. Seorang peserta merasa dirinya mulai bisa menerima masa lalu dan bisa mengontrol emosi walaupun masih belajar. Setelah mengikuti program ini, peserta mulai belajar membuka diri dan menjalin hubungan baik dengan orang lain. Sementara itu, pihak panti asuhan berharap kegiatan ini dapat berlangsung secara berkelanjutan untuk mendukung perkembangan remaja yang berada di bawah pengasuhan mereka.
Dengan adanya program ini, tim riset berharap dapat terus mendukung upaya peningkatan kesejahteraan psikologis dan penurunan perilaku agresi remaja panti asuhan serta memberikan dampak positif jangka panjang bagi mereka. Tim MBKM Riset FaPsi UNS berkomitmen untuk melanjutkan program-program serupa dan mengembangkan berbagai pendekatan inovatif yang dapat membantu anak-anak dan remaja menghadapi berbagai permasalahan psikologis dengan cara yang sehat dan efektif.
HUMAS UNS



















