Mahasiswa Hibah MBKM Asistensi Mengajar UNS Kenalkan STEM pada Siswa SMP Negeri 2 Plupuh

Mahasiswa Hibah MBKM Asistensi Mengajar UNS Kenalkan STEM pada Siswa SMP Negeri 2 Plupuh

UNS – Mahasiswa Hibah Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Asistensi Mengajar Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar kegiatan edukatif STEM Fair di SMPN 2 Plupuh. Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan konsep STEM pada siswa sehingga pola pikir kritis, kreatif, dan inovatif siswa dalam menyikapi isu-isu global serta permasalahan lingkungan sekitar dapat tumbuh dan berkembang.

Ketua kelompok Hibah MBKM Asistensi Mengajar, Laili Fathurrahmah Tiarno menjelaskan, kelompok Asistensi Mengajar MBKM beranggotakan sepuluh orang dari Prodi Pendidikan IPA Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UNS. Kegiatan ini mengangkat tema Young Innovators: Exploring Tomorrow with STEM. “Kelompok kami dibimbing oleh Bapak Dr. Kadek Dwi Hendratma Gunawan, M. Pd dan Ibu Dr. Budi Utami, M. Pd,” jelas Laili.

Kegiatan STEM Fair berlangsung di lapangan sekolah pada Jumat (3/5/2025) dengan menampilkan tiga pos edukatif yang mengintegrasikan STEM dalam bentuk proyek nyata. Kegiatan ini disambut antusias oleh para siswa, guru, dan warga sekolah dengan dibuka secara resmi oleh Kepala SMP Negeri 2 Plupuh, Ahmad Aenal Yaqin, S.Pd., M.Pd. “Kami menyambut baik kegiatan ini sebagai bentuk implementasi Kurikulum Merdeka. Pengenalan STEM tidak hanya menumbuhkan rasa ingin tahu siswa, tetapi juga mendorong mereka untuk belajar aktif melalui eksperimen dan pengamatan langsung,” ujar Ahmad.

Dalam acara tersebut, mereka menampilkan tiga pos edukatif yang mengintegrasikan STEM dalam bentuk proyek nyata. Pos edukatif pertama yaitu panel surya. “Pos ini menampilkan demonstrasi mobil panel surya dan kincir angin mini sebagai bentuk pemanfaatan energi alternatif. Mahasiswa memandu siswa memahami prinsip kerja konversi energi matahari dan angin menjadi energi gerak. Pos ini dirancang untuk memperkenalkan pentingnya transisi energi dan keberlanjutan lingkungan,” ujar Awalinda selaku Penanggung Jawab (PJ) Pos Panel Surya.

Sedangkan, Intan selaku PJ Pos IoT menjelaskan, pos kedua adalah Internet of Things (IoT) yang menampilkan lampu lalu lintas otomatis dan alat pendeteksi kebakaran berbasis sensor suhu. Mahasiswa menjelaskan bagaimana sensor dan mikrokontroler digunakan untuk menciptakan sistem yang efisien dan responsif terhadap kondisi sekitar. Kegiatan ini mendorong ketertarikan siswa pada dunia teknologi digital dan rekayasa sistem.

Pos edukatif ketiga adalah media interaktif mitigasi bencana dan pencegahan kebakaran hutan. “Pos ini menampilkan alat pendeteksi kebakaran hutan. Siswa diberi wawasan tentang pentingnya deteksi dini dan edukasi lingkungan dalam menanggulangi kebakaran hutan. Selain itu, mahasiswa memberikan penjelasan mengenai cara-cara mencegah kebakaran, seperti tidak membakar lahan sembarangan dan menjaga kelembaban lahan gambut,” terang Fajar selaku PJ Pos Media Interaktif

Dengan terlaksananya acara ini, akan memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengeksplorasi ilmu pengetahuan, teknologi, teknik, dan matematika secara kreatif dan aplikatif. “Mereka (siswa) tidak hanya belajar teori, tetapi juga menerapkannya dalam proyek nyata, sehingga meningkatkan pemahaman dan minat terhadap bidang STEM,” tambah Laili. HUMAS UNS