Edukasi Keselamatan, Tim MBKM Tektonika UNS Gelar Simulasi Pemadaman Kebakaran

Edukasi Keselamatan, Tim MBKM Tektonika UNS Gelar Simulasi Pemadaman Kebakaran

UNS — Sebagai upaya meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan terhadap bencana kebakaran, Tim Asistensi Mengajar Hibah MBKM Tektonika UNS mengadakan kegiatan simulasi pemadaman kebakaran. Kegiatan ini bertempat di SMP Negeri 3 Grogol, Sukoharjo dengan menggandeng Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Sukoharjo.

Tim ini terdiri atas Angellina Eka Wijayasari, Ayu Nuryani Aprilia, Atikah Azhar Mujahidah, Fathiya Noor Jannah, Firnanda Rahma Dita, Latifa Joti Kusuma, dan Nadia Oktafiana Putri. Kegiatan ini melibatkan sebagian peserta didik, karyawan, dan anggota Tim Asistensi Mengajar Hibah MBKM Tektonika UNS, yang akan menjadi momen penting untuk mengedukasi warga sekolah tentang prosedur tanggap darurat serta bahaya kebakaran akibat pembakaran sampah.

Angellina Eka Wijayasari mengatakan, simulasi ini dilakukan dengan membuat kebakaran ringan yang terjadi di area samping sekolah pada 17 Juni 2025 kemarin. Api yang berasal dari pembakaran sampah organik dan plastik dipadamkan sebelum membesar. Kejadian tersebut dapat digunakan untuk mengedukasi mengenai pengelolaan sampah yang aman dan bahaya aktivitas pembakaran terbuka, khususnya di lingkungan sekolah.

Tim Pemadam Kebakaran Sukoharjo hadir langsung untuk memimpin simulasi. Dalam kegiatan ini, para petugas mempraktikkan cara menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), langkah evakuasi darurat, serta menjelaskan jenis-jenis api dan cara pemadamannya.

Peserta didik diberikan kesempatan untuk mempraktikkan pemadaman menggunakan alat pemadam dan mengikuti simulasi evakuasi dari ruang kelas menuju titik kumpul aman. Suasana antusiasme tampak dari partisipasi aktif peserta didik yang ingin belajar langsung dari para ahli.

Kegiatan ini sekaligus menjadi momen refleksi bahwa pembakaran sampah bukanlah solusi. Tim Asistensi Mengajar Hibah MBKM Tektonika UNS mengusung pendekatan Green STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics). Tim berkomitmen untuk SMPN 3 Grogol dapat mengelola sampah secara bijak melalui pemilahan, daur ulang, dan kompos. Lalu mengedukasi peserta didik dengan proyek berbasis masalah lingkungan (problem-based learning), mengembangkan teknologi sederhana untuk solusi hijau, seperti komposter, filter asap sederhana, atau sistem pengingat suhu tinggi untuk mencegah kebakaran, mendorong kebiasaan reflektif dan tanggung jawab lingkungan melalui literasi sains terapan.

“Simulasi kebakaran ini berkontribusi pada pencapaian tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu SDG ke-4 pendidikan bermutu, ke-6 akses air bersih dan sanitasi, serta ke-13 penanganan perubahan iklim,” ujar Angellina kepada uns.ac.id, Selasa (1/7/2025).

Tim Pemadam Kebakaran Sukoharjo, Agus Dwi Kuncoro, menyampaikan, bahwa melalui simulasi kebakaran, pihaknya ingin menanamkan kepada peserta didik bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama yang bertujuan untuk menciptakan solusi hijau dan aman bagi semua.

“Simulasi pemadaman kebakaran ini bukan hanya sebagai bentuk edukasi keselamatan, tetapi juga menjadi bagian dari penguatan karakter dan kecakapan hidup peserta didik dalam menghadapi tantangan nyata. Melalui kegiatan seperti ini, SMPN 3 Grogol terus bergerak menuju sekolah yang tangguh, peduli lingkungan, dan berorientasi masa depan,” ujar Agus. HUMAS UNS