UNS Terjunkan Tim Proyek Kemanusiaan di Kecamatan Jenawi, Karanganyar

*UNS* – Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menerjunkan tim untuk mengikuti proyek kemanusiaan di Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar. Tim tersebut merupakan kumpulan mahasiswa dari Program Studi (Prodi) S-1 Kebidanan Fakultas Kedokteran (FK) yang terdiri dari Yesika Cahya Septiana, Sugiyani, Deandra Sherly, Wahyu Dewi, Salma Ari, Shelly Anggia, Khairunnisa, Annisa Yusri, Nasywa, dan Ilma, serta Koordinator Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Proyek Kemanusiaan, Dr. Revi Gama Hatta Novika, S.ST., M.Kes. Tim proyek kemanusiaan Kecamatan Jenawi sendiri membawa program berupa pendampingan kepada wanita di usia reproduksi terkait kesadaran melakukan pemeriksaan rutin atau screening kanker serviks dengan tema “Gerakan Peningkatan Kesehatan Reproduksi Wanita dan Sadar Pemeriksaan IVA (Inspeksi Visual Asetat)”. Di mana kanker serviks sendiri merupakan salah satu penyakit berakibat fatal pada wanita. The International Agency for Research on Cancer (IARC) mengestimasikan terdapat 408.661 kasus baru dan sebanyak 242.988 kematian di Indonesia pada 2022. Selain itu, IARC memprediksikan terjadi peningkatan 77 persen kasus kanker pada 2050. Tim secara berkala melakukan pemeriksaan IVA yaitu, metode mudah dan cepat untuk mendeteksi adanya kondisi patologis pada organ kewanitaan. Proyek tersebut berjalan sejak bulan Maret hingga bulan Juni 2024 kemarin. Proyek kemanusiaan ini juga berkolaborasi dengan Puskesmas Jenawi Kabupaten Karanganyar, di bawah koordinasi dengan Bidan Wilayah, Ambar. Tahap awal dari proyek kemanusiaan ini adalah pemberian edukasi secara berkala kepada wanita usia produktif di Kecamatan Jenawi Kabupaten Karanganyar. Tahap tersebut dilakukan dua minggu sekali selama dua bulan keberjalanan proyek.Untuk selanjutnya dilakukan pendaftaran kegiatan pemeriksaan IVA. “Awalnya tim setiap 2 minggu sekali selama 2 bulan datang ke Kecamatan Jenawi untuk pemberian edukasi secara berkala. Kemudian bulan selanjutnya dibuka pendaftaran untuk dilakukan pemeriksaan IVA. Pendaftaran dilakukan karena mahasiswa harus membawa alat dan bahan dari Solo. Pemeriksaan IVA dilakukan dengan kolaborasi antar mahasiswa, bidan, dan dokter,” terang Dr. Revi. Rencana capaian dari proyek kemanusiaan tersebut terbagi menjadi dua, yaitu di bidang akademik dan pengabdian masyarakat. Dimana rencananya, tim akan membuat jurnal akademik yang saat ini sedang dalam proses penyelesaian dan mengenalkan pentingnya pemeriksaan IVA kepada masyarakat, khususnya di Kecamatan Jenawi Kabupaten Karanganyar. “Capaian dari kegiatan tersebut secara akademis adalah proses pembuatan jurnal ilmiah. Sedangkan capaian pengabdian masyarakat berdasar informasi Bidan wilayah Jenawi biasanya masyarakat takut untuk pemeriksaan IVA, ketika puskesmas mengadakan pemeriksaan IVA animo masyarakat yang tertarik tidak lebih dari 5 orang. Setelah dilakukan sosialisasi rutin dari mahasiswa, dalam satu kali pembukaan pendaftaran terdapat 25 orang minimal yang selalu mendaftar. Sehingga dapat disimpulkan bahwa program pendampingan ini berhasil karena terdapat peningkatan kesadaran masyarakat, khususnya wanita, untuk melakukan pemeriksaan IVA sebagai salah satu langkah screening permasalahan reproduksi wanita,” tambah Dr. Revi. Sebagai Koordinator MBKM Proyek Kemanusiaan, Dr. Revi berpesan kepada mahasiswa agar selalu semangat mengaplikasikan keilmuan yang sudah didapat dari kelas ke masyarakat, salah satunya melalui proyek-proyek kemanusiaan. Proyek kemanusiaan sendiri dapat diajukan melalui hibah MBKM universitas yang dibuka setiap tahunnya. *HUMAS UNS* Reporter: Annisa Fakhira Redaktur: Dwi Hastuti
UNS Terjunkan Tim Proyek Kemanusiaan di Kecamatan Jenawi, Karanganyar

UNS – Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menerjunkan tim untuk mengikuti proyek kemanusiaan di Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar. Tim tersebut merupakan kumpulan mahasiswa dari Program Studi (Prodi) S-1 Kebidanan Fakultas Kedokteran (FK) yang terdiri dari Yesika Cahya Septiana, Sugiyani, Deandra Sherly, Wahyu Dewi, Salma Ari, Shelly Anggia, Khairunnisa, Annisa Yusri, Nasywa, dan Ilma, serta Koordinator Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Proyek Kemanusiaan, Dr. Revi Gama Hatta Novika, S.ST., M.Kes.

Tim proyek kemanusiaan Kecamatan Jenawi sendiri membawa program berupa pendampingan kepada wanita di usia reproduksi terkait kesadaran melakukan pemeriksaan rutin atau screening kanker serviks dengan tema “Gerakan Peningkatan Kesehatan Reproduksi Wanita dan Sadar Pemeriksaan IVA (Inspeksi Visual Asetat)”. Di mana kanker serviks sendiri merupakan salah satu penyakit berakibat fatal pada wanita. The International Agency for Research on Cancer (IARC) mengestimasikan terdapat 408.661 kasus baru dan sebanyak 242.988 kematian di Indonesia pada 2022. Selain itu, IARC memprediksikan terjadi peningkatan 77 persen kasus kanker pada 2050.

Tim secara berkala melakukan pemeriksaan IVA yaitu, metode mudah dan cepat untuk mendeteksi adanya kondisi patologis pada organ kewanitaan. Proyek tersebut berjalan sejak bulan Maret hingga bulan Juni 2024 kemarin. Proyek kemanusiaan ini juga berkolaborasi dengan Puskesmas Jenawi Kabupaten Karanganyar, di bawah koordinasi dengan Bidan Wilayah, Ambar.

Tahap awal dari proyek kemanusiaan ini adalah pemberian edukasi secara berkala kepada wanita usia produktif di Kecamatan Jenawi Kabupaten Karanganyar. Tahap tersebut dilakukan dua minggu sekali selama dua bulan keberjalanan proyek.Untuk selanjutnya dilakukan pendaftaran kegiatan pemeriksaan IVA.

“Awalnya tim setiap 2 minggu sekali selama 2 bulan datang ke Kecamatan Jenawi untuk pemberian edukasi secara berkala. Kemudian bulan selanjutnya dibuka pendaftaran untuk dilakukan pemeriksaan IVA. Pendaftaran dilakukan karena mahasiswa harus membawa alat dan bahan dari Solo. Pemeriksaan IVA dilakukan dengan kolaborasi antar mahasiswa, bidan, dan dokter,” terang Dr. Revi.

Rencana capaian dari proyek kemanusiaan tersebut terbagi menjadi dua, yaitu di bidang akademik dan pengabdian masyarakat. Dimana rencananya, tim akan membuat jurnal akademik yang saat ini sedang dalam proses penyelesaian dan mengenalkan pentingnya pemeriksaan IVA kepada masyarakat, khususnya di Kecamatan Jenawi Kabupaten Karanganyar.

“Capaian dari kegiatan tersebut secara akademis adalah proses pembuatan jurnal ilmiah. Sedangkan capaian pengabdian masyarakat berdasar informasi Bidan wilayah Jenawi biasanya masyarakat takut untuk pemeriksaan IVA, ketika puskesmas mengadakan pemeriksaan IVA animo masyarakat yang tertarik tidak lebih dari 5 orang. Setelah dilakukan sosialisasi rutin dari mahasiswa, dalam satu kali pembukaan pendaftaran terdapat 25 orang minimal yang selalu mendaftar. Sehingga dapat disimpulkan bahwa program pendampingan ini berhasil karena terdapat peningkatan kesadaran masyarakat, khususnya wanita, untuk melakukan pemeriksaan IVA sebagai salah satu langkah screening permasalahan reproduksi wanita,” tambah Dr. Revi.

Sebagai Koordinator MBKM Proyek Kemanusiaan, Dr. Revi berpesan kepada mahasiswa agar selalu semangat mengaplikasikan keilmuan yang sudah didapat dari kelas ke masyarakat, salah satunya melalui proyek-proyek kemanusiaan. Proyek kemanusiaan sendiri dapat diajukan melalui hibah MBKM universitas yang dibuka setiap tahunnya.

HUMAS UNS

Reporter: Annisa Fakhira

Redaktur: Dwi Hastuti