UNS dan SRI Belanda Berbagi Tentang Sampah di Masyarakat Sekitar TPA Sukosari

UNS dan SRI Belanda Berbagi Tentang Sampah di Masyarakat Sekitar TPA Sukosari
Dengarkan artikel

Research Group Pemberdayaan Masyarakat Sekolah Pascasarjana UNS bersama Stichting Ruggensteuntje Indonesie (SRI) Belanda menggelar Program Kemitraan Masyarakat Internasional (PKMI) di Desa Sukosari, Karanganyar, pada Jumat-Sabtu (9-10/2026). Kegiatan ini berfokus pada pengelolaan sampah berbasis masjid melalui sosialisasi dan diskusi bersama warga untuk mengedukasi pemilahan sampah rumah tangga.

UNS — Research Group (RG) Pemberdayaan Masyarakat Sekolah Pascasarjana Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Jumat-Sabtu (9-10/2026) menggelar rangkaian kegiatan Program Kemitraan Masyarakat Internasional (PKMI) di Desa Sukosari, Kecamatan Jumantono, Karanganyar.

Titik berat kegiatan difokuskan pada upaya pengelolaan sampah masyarakat khususnya berbasis masjid. Isu sampah menjadi sangat relevan dalam kegiatan ini karena Sukosari adalah lokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Karanganyar. Kemudian penting bagi UNS, karena di desa ini berdiri Laboratorium Pertanian UNS.

Kegiatan ini adalah kolaborasi antara RG Pemberdayaan Masyarakat, Stichting Ruggensteuntje Indonesie (SRI) Belanda, Pemerintah Desa Sukosari, Takmir Masjid Al-Jawiriyah Sukosari dan Kelompok Perempuan Sangu Gesang Jumantono.

Puncak kegiatan PKMI adalah sosialisasi pengelolaan sampah “Ke mana Sampah Kita Berakhir” di Balai Desa Sukosari yang diikuti oleh puluhan ibu-ibu pengurus PKK Sukosari dan juga ibu-ibu kelompok hadrah dari desa Genengsari, Polokarto. Hadir sebagai pemateri Dr. Siti Khoiriyah (Dosen Sekolah Pascasarjana UNS) dan Willemien Ankum (SRI) yang mengisahkan pengelolaan sampah rumah tangga di Belanda.

Sementara itu, turut hadir Ketua Program Studi S-2 Pemberdayaan Masyarakat, Dr. Hanifah Ihsaniyati; Ketua Dharma Wanita Persatuan Sekolah Pascasarjana, Nani Sajidan; serta Kepala Desa Sukosari, Sulardi.

“Kami di Belanda, rumah tangga sudah memisahkan sampah mereka seperti kertas, sampah buah-buahan dan lain-lain,” kata Willemien.

Sementara Dr. Siti Khoiriyah juga mengajak para ibu menjadi garda depan dalam pengelolaan sampah rumah tangga. Cara yang paling sederhana adalah dengan memilah sampah sejak di rumah. Kemudian mengolah sampah jika memungkinkan misalnya sampah organik dijadikan kompos dan lain-lain.

Ketua Kegiatan PKMI RG Pemberdayaan Masyarakat, Haryani Saptaningtyas, Ph.D., menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan PKMI diawali dengan kunjungan ke BAZNAS Karanganyar untuk menjajaki kolaborasi baru dalam penanganan sampah di Desa Sukosari. Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi bersama Ikatan Penyuluh Agama (IPARI) Karanganyar yang membahas peran agama serta upaya mengaktifkan komunitas lintas kultural di Belanda.

“Pertemuan di Baznas Karanganyar kami juga melibatkan kepala desa dan pengurus masjid. Tujuannya guna membuka kerja sama baru penanganan sampah dan pemberdayaan masyarakat berbasis masjid. Kami juga sekaligus menyerahkan dokumen pengembangan yang dibuat UNS untuk Desa Sukosari. Sebelumnya kami dan SRI juga berdialog dengan jajaran pimpinan Sekolah Pascasarjana UNS untuk tindak lanjur kerja sama level fakultas,” kata Haryani.

Haryani menuturkan kegiatan PKMI diakhiri dengan FGD dengan Kelompok Perempuan Sangu Gesang yang merupakan mitra Laboratorium Sosial (Labsos) Sekolah Pascasarjana dan SRI. Kegiatan ini melibatkan Mahasiswa pascasarjana untuk belajar memfasilitasi diskusi dan belajar tentang pemberdayaan di level praktis masyarakat.

Sebelumnya, Laboratorium Sosial (Labsos) Sekolah Pascasarjana UNS juga menerima kunjungan Josien Folbert dari lembaga Protestantse Kerk in Nederland (PKN), Belanda, pada Jumat–Sabtu (2–3/10/2026). Haryani menjelaskan bahwa Josien mengikuti pertemuan informal bersama kelompok hadrah Shoudhatul Jannah di Desa Genengsari, Kecamatan Polokarto, untuk mempelajari bagaimana perempuan saling memotivasi, membangun kebersamaan, dan memperkuat satu sama lain melalui kelompok musik religi. HUMAS UNS

Pertanyaan Umum (FAQ)

Siapa saja pihak yang berkolaborasi dalam kegiatan PKMI di Desa Sukosari?

Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara RG Pemberdayaan Masyarakat Sekolah Pascasarjana UNS, Stichting Ruggensteuntje Indonesie (SRI) Belanda, Pemerintah Desa Sukosari, Takmir Masjid Al-Jawiriyah Sukosari, dan Kelompok Perempuan Sangu Gesang. Lihat di artikel

Siapa saja narasumber yang hadir dalam sosialisasi pengelolaan sampah di Balai Desa Sukosari?

Sosialisasi tersebut menghadirkan Dr. Siti Khoiriyah selaku Dosen Sekolah Pascasarjana UNS dan Willemien Ankum dari SRI Belanda sebagai pemateri. Lihat di artikel

Apa agenda awal dari rangkaian kegiatan PKMI yang dilakukan oleh tim UNS di Karanganyar?

Rangkaian kegiatan diawali dengan kunjungan ke BAZNAS Karanganyar guna menjajaki kerja sama baru dalam penanganan sampah dan pemberdayaan masyarakat berbasis masjid. Lihat di artikel