Tim Hibah Jarpak Pendidikan Akuntansi UNS menggelar Workshop Digitalisasi dan Literasi Keuangan melalui SIPENA bagi UMKM di Desa Karangbangun, Karanganyar pada Jumat (23/5/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman UMKM tentang pengelolaan keuangan digital dan sistematis untuk mendukung keberlanjutan usaha.
UNS — Tim Hibah Jaringan Kemitraan Pendidikan (Jarpak) Program Studi Pendidikan Akuntansi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar Workshop Digitalisasi dan Literasi Keuangan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Karangbangun, Kecamatan Matesih, Kabupaten Karanganyar. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman pelaku UMKM mengenai pentingnya visi dan misi usaha, pemisahan keuangan pribadi dan usaha, serta pencatatan keuangan yang tertata melalui pemanfaatan teknologi digital.
Workshop tersebut merupakan bagian dari program Hibah Jarpak bertajuk “Pembentukan dan Penguatan Kelembagaan UMKM (SIPENA)”. Program ini dirancang untuk memperkuat kapasitas pelaku UMKM dalam mengelola usaha dan melakukan pencatatan keuangan berbasis digital guna mendukung keberlanjutan usaha. Selain itu, kegiatan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-4 tentang Pendidikan Berkualitas dan tujuan ke-8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi.
Ketua Tim Hibah Jarpak, Dwi Indah Cahyani, menjelaskan bahwa kegiatan yang dilaksanakan pada Jumat (23/5/2026) tersebut menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan literasi keuangan dan kemampuan pelaku UMKM dalam melakukan pencatatan keuangan secara lebih sistematis. Menurutnya, selain mendapatkan edukasi mengenai pengelolaan keuangan usaha, peserta juga diperkenalkan dengan Sistem Informasi Pencatatan Keuangan Sederhana (SIPENA) sebagai media pencatatan keuangan digital yang praktis dan mudah digunakan.
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Pertemuan Kantor Desa Karangbangun tersebut menghadirkan Dr. Elvia Ivada, S.E., M.Si., Ak., CA., CSRS sebagai narasumber. Dalam pemaparannya, Dr. Elvia menekankan pentingnya visi dan misi usaha sebagai arah pengembangan bisnis, pemisahan keuangan pribadi dan usaha, serta pencatatan keuangan yang baik sebagai fondasi keberlanjutan UMKM.
“Pengelolaan keuangan yang tertata akan membantu pelaku UMKM memahami kondisi usahanya secara lebih jelas sehingga dapat mengambil keputusan yang tepat untuk pengembangan usaha,” jelas Dr. Elvia di hadapan peserta workshop.


Setelah sesi penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan pengenalan website Sistem Informasi Pencatatan Keuangan Sederhana (SIPENA). Melalui platform tersebut, peserta diperkenalkan pada berbagai fitur pencatatan keuangan yang dapat digunakan untuk mencatat transaksi usaha secara lebih terstruktur.
Peserta kemudian mengikuti sesi praktik studi kasus dengan melakukan pencatatan keuangan secara langsung menggunakan format laporan keuangan yang tersedia pada website SIPENA. Melalui pendampingan langsung dari tim pelaksana, para pelaku UMKM diajak memahami proses pencatatan keuangan sederhana yang mudah diterapkan dalam aktivitas usaha sehari-hari.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung, terutama saat sesi praktik penggunaan SIPENA. Para peserta aktif mengajukan pertanyaan dan berkonsultasi mengenai berbagai tantangan yang mereka hadapi dalam pengelolaan keuangan usaha. Interaksi tersebut menunjukkan tingginya kebutuhan pelaku UMKM terhadap pendampingan dalam pengelolaan keuangan berbasis digital.
Ketua Tim Hibah Jarpak, Dwi Indah Cahyani berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak nyata bagi perkembangan UMKM di Desa Karangbangun. “Kami berharap pelaku UMKM dapat memahami dan menerapkan pencatatan keuangan yang baik secara mandiri melalui SIPENA sehingga pengelolaan usaha menjadi lebih tertata dan mampu mendukung keberlanjutan usaha,” ungkapnya kepada uns.ac.id, Senin (8/6/2026).
Melalui Workshop Digitalisasi dan Literasi Keuangan ini, pelaku UMKM di Desa Karangbangun diharapkan semakin memahami pentingnya pengelolaan dan pencatatan keuangan yang sistematis. Pemanfaatan website SIPENA juga diharapkan dapat menjadi solusi praktis dalam mendukung transformasi digital UMKM sehingga mampu meningkatkan daya saing dan keberlanjutan usaha di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat. HUMAS UNS
Pertanyaan Umum (FAQ)
Apa tujuan utama workshop digitalisasi dan literasi keuangan bagi UMKM di Karanganyar?
Workshop ini bertujuan meningkatkan pemahaman pelaku UMKM mengenai pentingnya visi dan misi usaha, pemisahan keuangan pribadi dan usaha, serta pencatatan keuangan yang tertata melalui pemanfaatan teknologi digital. Lihat di artikel
Apa itu SIPENA yang diperkenalkan dalam workshop?
SIPENA adalah Sistem Informasi Pencatatan Keuangan Sederhana, sebuah platform digital yang praktis dan mudah digunakan sebagai media pencatatan keuangan. Lihat di artikel
Siapa narasumber dalam workshop digitalisasi UMKM ini?
Narasumber dalam workshop ini adalah Dr. Elvia Ivada, S.E., M.Si., Ak., CA., CSRS. Lihat di artikel
Bagaimana UMKM dapat menerapkan SIPENA setelah workshop?
Peserta mengikuti sesi praktik studi kasus untuk melakukan pencatatan keuangan secara langsung menggunakan format laporan keuangan pada website SIPENA dengan pendampingan langsung.

















