Mahasiswa UNS Kenalkan IoT dan AI sebagai Media Pembelajaran Berbasis STEM di SMP Negeri 2 Polokarto

Mahasiswa UNS Kenalkan IoT dan AI sebagai Media Pembelajaran Berbasis STEM di SMP Negeri 2 Polokarto

UNS – Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta terus mendorong penguatan pendidikan berbasis Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) melalui berbagai program inovatif di sekolah-sekolah. Salah satunya, langkah tersebut diwujudkan oleh mahasiswa Program Studi (Prodi) Pendidikan IPA UNS. Mereka tergabung dalam Program Hibah Pembelajaran Merdeka dengan melaksanakan asistensi mengajar di SMP Negeri 2 Polokarto, Kabupaten Sukoharjo.

Kegiatan yang berlangsung selama Februari hingga Juni 2025 menjadi bagian dari program Science for Life (SFL) Class. Ini merupakan sebuah program pengembangan keterampilan abad ke-21 berbasis pembelajaran kontekstual dan berbasis proyek. Para mahasiswa menghadirkan berbagai media dan metode pembelajaran, mulai dari buku pop-up sains, infografis, hingga teknologi berbasis Internet of Things (IoT) dan Artificial Intelligence (AI).

Sebanyak 10 mahasiswa terlibat aktif dalam program ini, di antaranya Arief Kurnia Pambudi, Arilistya Kurniawan, Alifia Nadiatun Najiiha, Debby Asti Septina, Eka Tias Ambarwani, Endyas Miftakhuljannah, Mohammad Nauffal Dzhiyaul Haq, Nurista Ayu Soutul Haqiqi, Yumna Alhay Munajaeti, dan Zefanya Widyasari. Kesepuluh mahasiswa tersebut merupakan mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UNS yang sedang mengikuti program asistensi mengajar.

Pada pelaksanaan di kelas VII, Mahasiswa UNS memperkenalkan sensor suhu dan kelembapan udara sebagai aplikasi IoT dalam pembelajaran sains. Melalui eksperimen sederhana, siswa diajak mencatat data suhu lingkungan sekolah. Para siswa turut mendiskusikan hubungan antara aktivitas manusia, perubahan iklim, dan dampaknya terhadap keanekaragaman hayati. Data yang diperoleh kemudian dianalisis untuk mengetahui bagaimana kenaikan suhu global dapat mempengaruhi kelangsungan hidup berbagai spesies di lingkungan sekitar.

Selain itu, siswa juga dikenalkan dengan aplikasi PlantNet, sebuah aplikasi berbasis AI yang dapat membantu identifikasi tumbuhan. Siswa memotret daun dan bunga di sekitar lingkungan sekolah, lalu mengidentifikasi spesies tumbuhan secara ilmiah. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan literasi sains, tetapi juga menumbuhkan kepedulian terhadap pentingnya pelestarian tumbuhan lokal.

Antusiasme siswa dalam mengikuti pembelajaran berbasis teknologi ini sangat tinggi. Denisa, salah satu siswa kelas VII, mengungkapkan bahwa dengan alat sederhana seperti sensor suhu, ia jadi mengetahui suhu lingkungan di sekitarnya dan memahami pentingnya menjaga lingkungan. Hal senada juga disampaikan Qisel, siswa kelas VII B, yang merasa terbantu mengenali berbagai jenis tumbuhan di lingkungan sekolah menggunakan aplikasi PlantNet.

“Saya juga jadi lebih mudah mengetahui keanekaragaman di sekitar, dari famili hingga jenisnya dengan lebih mudah dan cepat, ternyata banyak sekali jenis tanaman di sekitar,” ungkap Qisel.

Guru IPA SMPN 2 Polokarto, Tiara Eka Mawarni, S.Pd., mengapresiasi kehadiran mahasiswa UNS yang membawa inovasi pembelajaran berbasis teknologi. Menurutnya, pembelajaran berbasis IoT dan AI mampu memicu rasa ingin tahu siswa serta memberikan pengalaman baru yang mendukung tercapainya tujuan pembelajaran secara lebih efektif.

“Pembelajaran IPA dengan menggunakan teknologi IoT dan AI dapat memberikan respon yang positif dari peserta didik. Memicu rasa ingin tahu dan memberikan pengalaman yang belum pernah dialami oleh peserta didik,” terang Tiara.

Dosen pembimbing para Mahasiswa UNS, Dr. Riezky Maya Probosari, S.Si., M.Si., dan Dr. Muhammad Nur Hudha, M.Pd., menyatakan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam program ini merupakan wujud implementasi tridharma perguruan tinggi. Hal ini sekaligus menjadi upaya membangun sinergi antara pendidikan, teknologi, dan pengabdian masyarakat. Melalui program ini, diharapkan siswa juga memiliki kesadaran ekologis dan keterampilan abad ke-21 yang penting untuk menghadapi tantangan global di masa mendatang. Kegiatan ini merupakan perwujudan dari Sustainable Development Goals (SDGs) keempat tentang Pendidikan Berkualitas, bagaimana membekali siswa sejak dini dengan keilmuan sesuai dengan tantangan generasi saat ini.
Humas UNS