Dari Sampah jadi Karya: Mahasiswa UNS Ajak Siswa Ciptakan EcoCraft dari Limbah Tutup Botol

Dari Sampah jadi Karya: Mahasiswa UNS Ajak Siswa Ciptakan EcoCraft dari Limbah Tutup Botol

Mahasiswa UNS melalui Program Hibah Pembelajaran Berdampak bidang Asistensi Mengajar mengadakan kegiatan pembuatan EcoCraft gantungan kunci dari limbah tutup botol plastik di SD Negeri Dadapsari, Kota Surakarta. Kegiatan ini bertujuan menanamkan kesadaran lingkungan sejak dini pada siswa, mengembangkan kreativitas, serta mengolah limbah plastik menjadi karya bernilai guna. Dilaksanakan dari September hingga Desember 2025, kegiatan ini melibatkan tujuh mahasiswa PGSD UNS yang memberikan edukasi 5R dan pendampingan langsung dalam pembuatan gantungan kunci, menghasilkan sekitar 25 produk dan melatih keterampilan siswa.

UNSMahasiswa peserta Program Hibah Pembelajaran Berdampak bidang Asistensi Mengajar melaksanakan kegiatan pembuatan EcoCraft berupa gantungan kunci dari tutup botol plastik bekas di SD Negeri Dadapsari, Kota Surakarta. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai respons terhadap permasalahan sampah plastik yang masih banyak dijumpai di lingkungan sekolah serta rendahnya pemanfaatan limbah sebagai media pembelajaran. Melalui kegiatan ini, mahasiswa berupaya menanamkan kesadaran lingkungan sejak dini sekaligus mengembangkan kreativitas dan keterampilan peserta didik melalui aktivitas belajar yang bersifat aplikatif dan bermakna.

Program Hibah Pembelajaran Berdampak ini berlangsung dari September 2025 hingga Desember 2025, di bawah bimbingan Dr. Septi Triyani, S.Si., M.Pd. dan mendapat arahan dari Kepala SD Negeri Dadapsari, Srinarni, S.Pd. serta para Guru. Tim pelaksana terdiri dari tujuh mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) UNS, yang diketuai oleh Erina Nur Azizah.

EcoCraft adalah suatu kegiatan atau gerakan kerajinan yang berfokus pada penggunaan bahan ramah lingkungan, berkelanjutan, dan daur ulang. Kegiatan diawali dengan pemberian materi pengantar mengenai jenis-jenis sampah, dampak negatif sampah plastik terhadap lingkungan, serta pentingnya pengelolaan sampah dengan prinsip prinsip reduce, reuse, recycle, replace, dan replant (5R). Mahasiswa kemudian mengajak peserta didik untuk mengumpulkan tutup botol plastik bekas yang telah mereka cari. Tutup botol tersebut dibersihkan dan dipilah sebelum digunakan sebagai bahan utama pembuatan EcoCraft. Terdapat kurang lebih 150 tutup botol yang terkumpul.

Pada tahap praktik, mahasiswa mendampingi peserta didik dalam proses pembuatan gantungan kunci, mulai dari perancangan bentuk, pewarnaan, hingga tahap perakitan akhir. Dengan menggunakan alat dan bahan sederhana, peserta didik diberi kebebasan untuk berkreasi sesuai dengan ide masing-masing.

Melalui kegiatan EcoCraft ini, peserta didik tidak hanya memperoleh pengetahuan tentang pengelolaan sampah, tetapi juga pengalaman langsung dalam mengolah limbah plastik menjadi produk yang bernilai guna. Produk gantungan kunci yang dihasilkan menjadi bukti nyata bahwa limbah plastik dapat dimanfaatkan kembali secara kreatif dan fungsional. Sekitar 25 gantungan kunci dihasilkan dari kegitan EcoCraft ini.

“Kegiatan ini turut melatih keterampilan motorik halus, kemampuan berpikir kreatif, serta rasa percaya diri peserta didik terhadap hasil karya yang mereka buat sendiri,” terang Ketua Tim, Erina Nur Azizah kepada uns.ac.id, Kamis (15/1/2026).

Pihak sekolah menyambut dengan baik kegitan ini. Kepala SD Negeri Dadapsari, Srinarni, S.Pd. menyampaikan bahwa kegiatan EcoCraft sangat relevan dengan kondisi lingkungan saat ini, khususnya dalam menghadapi isu pemanasan global. Beliau menjelaskan bahwa melalui EcoCraft, limbah dapat dikurangi karena memanfaatkan barang bekas menjadi produk bernilai guna, sekaligus menjadi sarana untuk mengembangkan potensi peserta didik. Menurutnya, kegiatan ini mampu menggali keterampilan dan kreativitas peserta didik secara lebih optimal. Dukungan dari pihak sekolah juga terlihat dari keterlibatan guru dalam mendampingi dan memfasilitasi kegiatan selama berlangsung.

“Kita harus peduli terhadap lingkungan dan menciptakan sekolah Adiwiyata. EcoCraft ini bisa dijadikan salah satu hasil inovatif di sekolah, khususnya di SD Negeri Dadapsari. Insyaallah sekolah ini dapat terus berkembang menuju Sekolah Adiwiyata tingkat Provinsi,” ujar Srinarni.

Secara keseluruhan, kegiatan pembuatan EcoCraft gantungan kunci dari tutup botol plastik ini memberikan dampak nyata, baik bagi peserta didik maupun lingkungan sekolah.

Program ini tidak hanya mendukung terciptanya pembelajaran yang inovatif dan bermakna, tetapi juga sejalan dengan upaya pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya pada aspek pendidikan berkualitas, konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, serta kepedulian terhadap lingkungan. Melalui Program Hibah Pembelajaran Berdampak bidang Asistensi Mengajar, mahasiswa diharapkan terus mampu menghadirkan kegiatan pembelajaran yang memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat. HUMAS UNS

Pertanyaan Umum (FAQ)

Apa yang dimaksud dengan EcoCraft yang dilaksanakan oleh mahasiswa UNS?

EcoCraft adalah kegiatan atau gerakan kerajinan yang berfokus pada penggunaan bahan ramah lingkungan, berkelanjutan, dan daur ulang, seperti pembuatan gantungan kunci dari tutup botol plastik bekas. Lihat di artikel

Mengapa mahasiswa UNS mengadakan kegiatan EcoCraft di SD Negeri Dadapsari?

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai respons terhadap permasalahan sampah plastik di lingkungan sekolah dan rendahnya pemanfaatan limbah sebagai media pembelajaran, sekaligus menanamkan kesadaran lingkungan dan mengembangkan kreativitas siswa. Lihat di artikel

Siapa saja yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan EcoCraft ini?

Kegiatan ini melibatkan tujuh mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) UNS yang diketuai oleh Erina Nur Azizah, dibimbing oleh Dr. Septi Triyani, S.Si., M.Pd., serta mendapat arahan dari Kepala SD Negeri Dadapsari, Srinarni, S.Pd., dan para guru. Lihat di artikel

Bagaimana dampak positif kegiatan EcoCraft bagi peserta didik?

Peserta didik memperoleh pengetahuan tentang pengelolaan sampah, pengalaman langsung mengolah limbah plastik menjadi produk bernilai guna, melatih keterampilan motorik halus, kemampuan berpikir kreatif, serta rasa percaya diri terhadap hasil karya. Lihat di artikel

Bagaimana tanggapan pihak sekolah terhadap kegiatan EcoCraft?

Pihak sekolah menyambut baik kegiatan ini, menganggapnya relevan dalam menghadapi isu lingkungan dan pemanasan global, serta mampu menggali keterampilan dan kreativitas peserta didik secara optimal. Lihat di artikel