JN UKMI UNS menutup rangkaian acara SIFT 2026 dengan menggelar Kajian Akbar Solidaritas Palestina yang menghadirkan Chiki Fawzi sebagai pembicara utama untuk meningkatkan kepedulian sivitas akademika terhadap isu kemanusiaan global.
UNS – Jamaah Nurul Huda Unit Kegiatan Mahasiswa Islam (JN UKMI) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menyelenggarakan Grand Closing Sebelas Maret Islamic Festival (SIFT) 2026 di Masjid Nurul Huda UNS, Senin (19/10/2026). Agenda puncak ini dikemas dalam bentuk Kajian Akbar bertajuk “Be The Change That Humanity Needs” dengan menghadirkan aktivis kemanusiaan Marsha Chikita Fawzi atau Chiki Fawzi.
Kegiatan ini diselenggarakan berkolaborasi dengan lembaga filantropi Rumah Zakat serta komunitas kepedulian Palestina, UNSSJP. Sebanyak 183 peserta dari kalangan mahasiswa dan masyarakat umum hadir memadati ruang utama masjid untuk merefleksikan nilai-nilai kepedulian kemanusiaan global.
Mengusung tema besar “Grow Inspired by the Companions”, SIFT 2026 dirancang sebagai sarana syiar kampus yang inklusif, kreatif, serta mendorong peran aktif mahasiswa. Ketua Pelaksana SIFT 2026, Muafa Fathi Dhiaulhaq, menyampaikan bahwa penutupan festival ini menegaskan komitmen mahasiswa untuk terus menyuarakan isu kemanusiaan, khususnya pembelaan terhadap rakyat Palestina.
“Mahasiswa tidak perlu menunggu menjadi sosok sempurna untuk peduli. Kontribusi dapat dimulai dari kesadaran diri, doa, edukasi, hingga tindakan nyata sekecil apa pun,” ujar Muafa.

Senada dengan hal tersebut, Ketua JN UKMI UNS 2026, M. Fadhlan Azzam Hasya, menekankan pentingnya menjaga konsistensi kepedulian mahasiswa dalam menyuarakan hak kemerdekaan bangsa Palestina melalui beragam kanal kreatif.
Apresiasi terhadap inisiatif ini turut disampaikan oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNS, Prof. Ir. Dody Ariawan, S.T., M.T., Ph.D., IPU. Prof. Dody menyoroti pentingnya pembentukan karakter kepemimpinan berlandaskan keteladanan Rasulullah SAW dan para sahabat sebagai bekal kontribusi nyata bagi masyarakat.
Dari perspektif mitigasi krisis kemanusiaan, Area Manager Jawa Rumah Zakat, Mei Sri Widuri, membawakan pesan bertajuk “Menjaga Harapan, Menguatkan Masa Depan Palestina”. Ia mengingatkan bahwa pemulihan kondisi masyarakat Palestina membutuhkan ikhtiar jangka panjang yang tidak boleh surut saat sorotan media mereda.
Pada sesi utama, Chiki Fawzi—yang dikenal sebagai aktivis kemanusiaan, musisi, dan animator—mengajak peserta menempatkan krisis Palestina sebagai persoalan moral universal dan tanggung jawab keumatan. Ia menegaskan bahwa aksi solidaritas harus dibangun atas dasar literasi yang kuat, bukan sekadar respons emosional sesaat terhadap tren media sosial.
“Setiap orang memiliki ruang kontribusi yang berbeda. Perjuangan kemanusiaan tidak melulu harus seragam; ia dapat disuarakan lewat karya seni, riset, jalur akademik, maupun advokasi jejaring sosial,” terang Chiki.
Dalam sesi dialog, Chiki mendorong para mahasiswa untuk konsisten memulai langkah advokasi dari lingkungan terdekat, berani menentukan sikap, serta membentengi diri dengan budaya literasi agar tidak mudah terdistraksi arus disinformasi.
Selain menjadi forum literasi dan solidaritas, rangkaian SIFT 2026 berhasil menghimpun donasi kemanusiaan sebesar Rp28.652.772. Seluruh dana yang terkumpul disalurkan melalui mitra resmi filantropi guna mendukung pemenuhan kebutuhan mendesak masyarakat di Palestina. HUMAS UNS
Pertanyaan Umum (FAQ)
Siapa yang digandeng oleh JN UKMI UNS dalam penutupan SIFT 2026?
JN UKMI UNS menggandeng Chiki Fawzi dalam acara penutupan tersebut.
Apa nama rangkaian acara yang ditutup lewat Kajian Akbar Solidaritas Palestina?
Kajian Akbar Solidaritas Palestina tersebut menutup rangkaian acara SIFT 2026.
Apa topik utama dalam kajian akbar yang diselenggarakan oleh JN UKMI UNS?
Topik utama kajian akbar tersebut adalah solidaritas untuk Palestina.



















