Riset Grup Pendidikan Kimia UNS Berkolaborasi Strategis Perkuat Deep Learning dan AI di SMAN 8 Surakarta

Riset Grup Pendidikan Kimia UNS Berkolaborasi Strategis Perkuat Deep Learning dan AI di SMAN 8 Surakarta

UNS— Tim dosen dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta kembali menunjukkan kiprah akademiknya melalui kegiatan pengabdian masyarakat berbasis riset yang dilaksanakan di SMAN 8 Surakarta. Kegiatan ini mengusung tema besar “Integrasi Deep Learning dan Kecerdasan Artificial dalam Pembelajaran dan Penilaian”.

Tim pengabdian ini terdiri dari para dosen lintas keahlian yang telah aktif dalam kelompok riset kolaboratif. Mereka adalah Prof. Dr. Sri Yamtinah, M.Pd. (pakar asesmen dan pembelajaran kimia), Prof. Dr. Mohammad Masykuri, M.Si. (pakar pendidikan lingkungan dan kaprodi S2 Ilmu Lingkungan), Agung Nugroho Catur Saputro, M.Sc. (pakar pendidikan sains), Dr. Maria Ulfa, M.Si. (pakar material kimia dan AI dalam pembelajaran), Dr. Ari Syahidul Shidiq, M.Pd. (pakar teknologi pembelajaran), serta Dr. Putu Anindita Widhiya Putri, M.Pd. (pakar pendidikan inklusif dan evaluasi pendidikan). Dengan kekuatan kolaborasi ini, pelatihan yang dihadirkan tidak hanya bersifat teoritis, melainkan menyentuh aspek teknis dan aplikatif yang relevan dengan kebutuhan guru di lapangan.

Pelatihan ini diikuti oleh 50 guru dari SMAN 8 Surakarta, mencakup berbagai bidang studi pada 12 Juni 2025 kemarin. Kegiatan berlangsung intensif dalam format lokakarya yang memadukan sesi pemaparan narasumber, diskusi kelompok, hingga praktik reflektif untuk mendesain pembelajaran mendalam. Kehadiran guru-guru dalam kegiatan ini mencerminkan antusiasme tinggi dan kebutuhan besar akan penguatan kapasitas pedagogi berbasis teknologi dan riset mutakhir.

Sesi pembukaan menampilkan paparan dari Prof. Dr. Sri Yamtinah, M.Pd., yang menyampaikan pentingnya transformasi paradigma pendidikan. Ia menegaskan bahwa keberadaan riset di perguruan tinggi harus dapat menyentuh dunia nyata pendidikan, terutama di sekolah-sekolah. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa integrasi antara deep learning dan kecerdasan buatan bukan hanya menjadi wacana futuristik, melainkan kebutuhan riil yang menuntut kesiapan guru untuk beradaptasi dan bertumbuh.

Dalam sesi utama, hadir sebagai narasumber tamu Prof. Ali Saukah, M.A., Ph.D., seorang pakar pendidikan dari Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur yang juga menjabat sebagai Penasihat Ahli Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI sejak tahun 2024. Dalam materinya berjudul Pembelajaran Mendalam: Implementasinya di Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof. Ali membedah secara sistematis bagaimana karakter pembelajaran mendalam dapat ditanamkan sejak dini melalui pemilihan strategi belajar yang tepat. Ia menekankan pentingnya pemberdayaan peran siswa sebagai pembelajar aktif dan guru sebagai fasilitator yang mendorong pemaknaan materi secara reflektif dan aplikatif.

Selanjutnya, Prof. Dr. Mohammad Masykuri, M.Si. memaparkan delapan dimensi dalam profil lulusan yang selaras dengan tujuan pembelajaran mendalam. Dalam materinya berjudul Profil Lulusan: 8 Dimensi Tujuan Pembelajaran Mendalam, ia memandu peserta untuk memahami bahwa hasil belajar tidak semata-mata diukur melalui angka, melainkan melalui indikator kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kreativitas, kolaborasi, serta nilai-nilai etika, empati, dan integritas yang terintegrasi dalam keseharian peserta didik. Ia juga menyoroti pentingnya keterkaitan antara pembelajaran dengan isu-isu kontekstual lingkungan dan masyarakat.

Pelatihan semakin menarik ketika Prof. Dr. Sri Yamtinah, M.Pd. kembali mengisi sesi tentang asesmen. Dalam paparannya berjudul Asesmen pada Pembelajaran Mendalam Berbantuan AI, ia menyampaikan pentingnya asesmen formatif yang bisa merekam proses berpikir siswa, bukan hanya hasil akhirnya. Ia mengenalkan berbagai platform berbasis AI yang bisa digunakan guru untuk menganalisis respons siswa secara real-time, menyesuaikan soal berdasarkan kemampuan siswa, dan menghasilkan umpan balik otomatis yang personal. “Guru juga diajak mencoba desain rubrik digital berbantuan sistem kecerdasan buatan yang dikembangkan dari riset tim UNS,” terang Prof. Sri Yamtinah kepada uns.ac.id, Kamis (26/6/2025).

Dalam sesi diskusi dan refleksi, para guru diberi kesempatan menyusun ulang RPP mereka berdasarkan prinsip-prinsip pembelajaran mendalam dan penggunaan teknologi asesmen adaptif. Tim dosen mendampingi secara langsung, memberikan masukan dan solusi sesuai dengan konteks masing-masing mata pelajaran. Tak sedikit guru yang mengungkapkan bahwa kegiatan ini telah membuka cara pandang baru dalam mengelola pembelajaran yang tidak hanya padat materi, tetapi juga padat makna dan berdampak pada perubahan cara berpikir siswa.

Kepala SMAN 8 Surakarta, Agus Budi Santosa, mengapresiasi kegiatan ini sebagai bagian dari transformasi pendidikan sekolahnya menuju satuan pendidikan yang berbasis inovasi dan kolaborasi. Ia menyampaikan harapan agar kegiatan seperti ini dapat dilakukan secara berkelanjutan dan menjadikan SMAN 8 sebagai laboratorium praktik bagi berbagai model pembelajaran hasil riset kampus. “Kami membuka peluang kolaborasi lanjutan seperti penelitian tindakan kelas bersama, pengembangan modul digital, dan pendampingan implementasi Kurikulum Merdeka secara berbasis data,” ujar Agus Budi Santosa.

Sebagai bagian dari keberlanjutan program, tim pengabdian UNS merencanakan pembentukan Komunitas Praktik Pembelajaran Mendalam dan AI yang akan dikelola secara daring. Komunitas ini akan menjadi ruang diskusi, berbagi perangkat ajar, serta tempat konsultasi pedagogi dan asesmen bagi para guru yang tertarik mengembangkan diri secara berkelanjutan. Dosen-dosen dari UNS akan berperan sebagai mentor dalam komunitas tersebut, sekaligus menjadikan ruang ini sebagai wadah riset kolaboratif berbasis praktik nyata guru di lapangan.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, tetapi juga mewakili model nyata penerapan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dalam ranah pengabdian berbasis riset. Tim dosen melaporkan bahwa sebagian besar materi pelatihan, instrumen asesmen AI, serta pendekatan pembelajaran mendalam yang digunakan merupakan hasil pengembangan riset internal dan hibah kompetitif nasional yang telah dijalankan selama tiga tahun terakhir. Oleh karena itu, pelatihan ini sekaligus menjadi ajang validasi lapangan atas hasil-hasil riset yang dilakukan di kampus.

Dengan keberhasilan pelaksanaan pelatihan ini, UNS mempertegas komitmennya sebagai institusi yang bukan hanya menjadi pusat keilmuan, tetapi juga motor penggerak perubahan pendidikan di tingkat akar rumput. Diharapkan ke depan, riset-riset kelompok dosen tidak berhenti dalam bentuk artikel jurnal dan seminar ilmiah, tetapi menjelma menjadi kegiatan nyata yang membawa manfaat langsung bagi guru, siswa, dan masyarakat luas.

Kegiatan pengabdian ini adalah sebuah bentuk nyata bahwa sinergi antara riset dan masyarakat bisa diwujudkan dalam bentuk pelatihan, pendampingan, dan transformasi cara pandang terhadap proses belajar-mengajar. Melalui kegiatan seperti ini, UNS dan SMAN 8 Surakarta telah menapakkan langkah awal menuju ekosistem pendidikan yang lebih mendalam, cerdas, dan adaptif terhadap zaman. HUMAS UNS