UNS – Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta miliki Guru Besar baru dalam bidang Ilmu Kepakaran Analisis. Guru Besar tersebut yaitu Prof. Dr. Drs. Sutrima, M.Si. Pengukuhan sebagai Guru Besar dilakukan oleh Rektor UNS, Prof. Dr. Hartono, dr., M.Si., pada hari Rabu (18/12/2024) bertempat di Auditorium G.P.H. Haryo Mataram UNS. Prof. Dr. Drs. Sutrima, M.Si., merupakan Guru Besar ke-34 pada FMIPA dan ke-320 di UNS.
Dalam pidato pengukuhannya, mengangkat judul “Semigrup Kuasi Kontinu Kuat dan Aplikasinya pada Ekonomi Pasar”. Terdapat banyak fenomena dalam bidang sains, teknologi, rekayasa, lingkungan dan ekonomi yang dapat dimodelkan sebagai masalah Cauchy abstrak bergantung waktu (MCABW), misalnya perubahan iklim, reaksi-difusi dalam kimia atau biologi, konduksi panas dari material yang mengalami peluruhan atau kerusakan radiokatif, radar atau sonar, pengujian non-destruktif dalam bidang teknik, diagnosis medis ultrasonik di bidang kedokteran dan pada ekonomi pasar ada persaingan usaha atau penyedia layanan sejenis. Masalah mendasar MCABW adalah bagaimana kondisi well-posed (eksistensi, ketunggalan, dan kebergantungan kontinu) penyelesaian masalah tersebut? Pendekatan semigrup-sulit atau bahkan dalam banyak kasus tidak dapat diaplikasikan untuk menyelesaikan MCABW. Untuk menangani kasus ini, dibangun teori semigrup kuasi kontinu kuat atau semigrup kuasi –Co.


Penelitian sifat-sifat dan aplikasi dari semigrup kuasi –Co terus berkembang, diantaranya versi Teorema Hille-Yosida (syarat cukup agar keluarga operator menjadi pembangkit semigrup kuasi –Co, teori kestabilan dari semigrup kuasi –Co yang menjadi dasar analisis perilaku penyelesian MCABW, penyelesaian MCABW dari berbagai tipe dan aplikasinya termasuk hasil ekuivalensi antara pembangkit semigrup kuasi –Co dengan kondisi well-posed, karakteristik keterkendalian, keterobservasian, fungsi transfer, terstabilkan, terdeteksi, perancangan kompensator penyetabil, dan optimal kontrol dari sistem kendali linear bergantung waktu termasuk untuk sistem Riesz-spektral dan sistem Sturm-Liouville, dan pengembangan konsep grup kuasi –Co dengan hasil terkenalnya adalah Teorema Dikotomi.
Analisis ekonomi pasar dari dua produsen atau penyedia jasa dari produk sejenis dengan semigrup kuasi –Co menunjukkan bahwa persaingan kedua produk dalam situasi sehat pada kondisi tertentu, persaingan secara sehat kedua produk dapat berlangsung untuk waktu yang lama, jika persaingan kedua produk secara sehat, maka untuk jangka waktu yang lama akan terjadi kestabilan persaingan. Hasil analisis bifurkasi terhadap ketakstabilan Turing dan bifurkasi Hopf disajikan sebagai diagram bifurkasi. “Sebagai rekomendasi, untuk mencapai keseimbangan berdampingan yang stabil, setiap kompetitor harus meningkatkan inovasi sambil meminimalkan kompetisi. Hal ini dapat dicapai dengan mengatur kebijakan yang ada dan memperkenalkan kebijakan baru untuk diferensiasi produk dan nilai tambah yang pada akhirnya meningkatkan kualitas layanan secara keseluruhan dan pelanggan akan menikmati manfaat perbaikan di pasar yang kompetitif,” terang Prof. Sutrima.
Rektor UNS, Prof. Hartono pada kesempatan ini menekankan bahwa sebagai institusi pendidikan tinggi, UNS akan terus mengukuhkan peran dan kontribusinya dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia. Beliau memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada para guru besar baru. Tak lupa Beliau mengapresiasi keluarga yang senantiasa mendukung perjalanan panjang dalam meraih pencapaian ini.
Dengan dikukuhkannya guru besar baru, UNS semakin memperkuat perannya sebagai pusat keunggulan dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Prof. Hartono berharap kontribusi mereka tidak hanya berhenti sampai di sini. Pencapaian ini harus menjadi titik tolak mereka untuk menjadi pemimpin pemikiran dan penggerak perubahan yang menginspirasi.
“Sebagai seorang guru besar, tanggung jawab yang diemban bukanlah tanggung jawab ringan. Gelar ini bukan hanya pengakuan akademik, tetapi juga amanah untuk menjadi inspirator, pemimpin pemikiran, dan penggerak perubahan dalam masyarakat. Saya yakin, dengan dedikasi dan komitmen yang telah ditunjukkan selama ini, guru besar kita akan terus berkarya dan memberikan kontribusi terbaik bagi UNS dan Indonesia,” ujar Prof. Hartono.
HUMAS UNS



















