Guru Besar UNS Soroti Pentingnya Teknologi Pengelasan dan Tantangan yang Dihadapi

Guru Besar UNS Soroti Pentingnya Teknologi Pengelasan dan Tantangan yang Dihadapi
Guru Besar UNS Soroti Pentingnya Teknologi Pengelasan dan Tantangan yang Dihadapi

UNS – Prof. Dr. Ir. Nurul Muhayat, S.T., M.T. dikukuhkan sebagai Guru Besar ke-29 pada Fakultas Teknik (FT) dan ke-326 di Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta pada Kamis (19/12/2024) kemarin. Dalam pidato inaugurasinya, Prof. Nurul mengangkat judul “Teknologi Pengelasan Gesek Aduk: Peluang dan Tantangan”. Dalam kesempatan tersebut, beliau menyoroti mengenai pentingnya teknologi pengelasan dan tantangan yang dihadapi dalam penerapan teknologi tersebut.

Prof. Nurul Hidayat menilai saat ini lightweight material seperti aluminium dipilih sebagai bahan alternatif pada desain bodi kendaraan. Pengelasan aluminium dengan menggunakan metode las fusi mempunyai kekurangan yaitu timbulnya cacat terkait meleburnya logam. Temperatur lebur material yang tinggi juga menyebabkan timbulnya distorsi, porositas, serta menimbulkan gas asap yang berpotensi mengganggu kesehatan juru las.

“Salah satu upaya pengendalian porositas dapat dilakukan dengan metode pengelasan dalam kondisi solid. Salah satu pengelasan kondisi solid adalah dengan teknologi pengelasan gesek aduk. Temperatur teknologi pengelasan ini berada di bawah temperatur lebur bahan, sehingga kelarutan hydrogen kedalam kolam las menjadi lebih kecil sehingga cacat porositas dapat diminimalisir. Teknologi pengelasan gesekan memiliki beberapa kelebihan seperti tidak memerlukan bahan pengisi logam dan tidak menghasilkan percikan api. Hal ini meningkatkan efisiensi dan keamanan saat proses pengelasan,” ungkap Prof. Nurul Hidayat.

Pengelasan gesek aduk pada bahan aluminium 5083 H116, 5052 H32 telah sukses dilakukan dan memenuhi kriteria penerimaan welding code. Penelitian lain Prof. Nurul Hidayat mengenai aplikasi teknologi pengelasan gesek aduk sudah dilakukan pada struktur bodi kereta api. Struktur bodi kereta api yang dapat dikerjakan dengan menggunakan pengelasan gesek aduk adalah struktur panel hollow ekstrusi aluminium untuk dinding kereta.

“Penelitian ini membuktikan bahwa pengelasan gesek aduk untuk panel ekstrusi hollow memerlukan kecepatan pengelasan yang relatif rendah karena struktur fins dan skin yang menyebabkan penyebaran panas yang lebih cepat. Kecepatan pengelasan yang lebih rendah ditemukan dapat meningkatkan kapasitas beban dengan memfasilitasi peningkatan masukan panas dan pencampuran material yang lebih efektif selama proses pengelasan,” jelas Prof. Nurul Hidayat.

Prof. Nurul Hidayat menambahkan bahwa aplikasi teknologi gesek aduk masih menghadapi beberapa kendala. Seperti investasi awal mesin yang tinggi, keterbatasan aplikasi pada material dengan suhu leleh rendah hingga menengah, serta perlu adaptasi proses untuk aplikasi yang memerlukan skala besar. “Namun, dengan kemajuan teknologi dan penelitian yang terus dikembangkan, maka kendala ini diharapkan dapat diatasi. Dengan demikian teknologi pengelasan gesek aduk dapat meningkatkan efisiensi produksi. Inovasi teknologi diperlukan untuk memastikan aplikasi yang lebih luas di industri,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, sebagai Ketua Dewan Profesor UNS, Prof. Drs. Suranto Tjiptowibisono, M.Sc., Ph.D. juga mengingatkan tentang pentingnya penggunaan bahan ramah lingkungan dalam inovasi teknologi. Hal tersebut diharapkan dapat mendukung perkembangan berkelanjutan di berbagai sektor.

Rektor UNS, Prof. Dr. Hartono, dr. M.Si. turut mengingatkan bahwa agenda pengukuhan ini bukan hanya sebagai prestasi individu, tetapi juga tanggung jawab untuk berkontribusi pada kemajuan ilmu pengetahuan dan pembangunan nasional. “Pengukuhan ini merupakan momen penting yang menunjukkan pengakuan terhadap prestasi akademik dan dedikasi para profesor baru. Para profesor diharapkan dapat berkontribusi pada kemajuan ilmu pengetahuan dan pembangunan nasional dengan meningkatkan kualitas pendidikan dan riset,” pesannya.
HUMAS UNS