Dua peneliti UNS diundang ke Sharda University, India, untuk memberikan keynote speech dan kuliah tamu mengenai pangan berkelanjutan. Dr. Dimas membahas inovasi pangan lokal untuk kesehatan, sementara Zukhrufuz Zaman memaparkan keamanan pangan. Acara ini memperkuat kerja sama UNS dengan Sharda University.
UNS — Pangan berkelanjutan merupakan isu yang sedang hangat dibicarakan di seluruh dunia, khususnya dalam rangka memenuhi kebutuhan pangan bagi penduduk di berbagai negara. Tantangan besar saat ini dihadapi India sebagai negara yang mempunyai penduduk terbesar di dunia yang mencapai 1,48 milyar jiwa. Terkait hal tersebut, dua peneliti Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Dr. Dimas Rahadian Aji Muhammad, S.T.P., M.Sc. dan Ir. M. Zukhrufuz Zaman, S.P., M.P., Ph.D. diundang ke Sharda University, di Uttar Pradesh (India) untuk memberikan keynote speech dalam seminar internasional yang bertajuk 1st International Conference on Recent Advances in Phytochemical Research for Sustainable Development sekaligus mengisi kuliah tamu di universitas tersebut. Dr. Dimas didapuk sebagai keynote speaker pada tanggal 1–2 April, sementara Zukhrufuz Zaman menjadi keynote speaker pada kegiatan yang telah diselenggarakan pada 30 Maret sebelumnya.
Dr. Dimas mengangkat tema inovasi pangan menggunakan bahan lokal untuk meningkatkan Kesehatan Masyarakat, sedangkan Zukhrufuz Zaman mengangkat tema tentang keamanan pangan yang sesuai dengan kepakaran dari para peneliti. “Penelitian tentang pangan sangat selaras dengan isu global khususnya Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau yang dikenal dengan Sustainable Development Goals (SDGs). Penelitian tentang pangan terkait erat khususnya dengan SDG 2 (mengakhiri kelaparan) dan SDG 3 (kesehatan yang baik dan kesejahteraan),” terang Dr. Dimas kepada uns.ac.id, Kamis (9/4/2026).

Paparan hasil yang diberikan Dr. Dimas dan Dr. Zhukrufuz menunjukkan bahwa hasil-hasil penelitian UNS berkontribusi langsung terhadap SDG 2 dan SDG 3, khususnya karena penelitian ini mendukung peningkatan kualitas pangan dan formulasi pangan fungsional. Penerapan hasil penelitian ini mempunyai potensi untuk meningkatkan ketahanan pangan sekaligus memperbaiki status gizi masyarakat. Studi tentang bioaktif pangan, nutrisi fungsional, dan pola konsumsi dapat membantu menurunkan risiko penyakit seperti obesitas, diabetes, dan penyakit kardiovaskular.
Undangan dari Sharda University ini tidak terlepas dari inisiasi kerja sama yang sudah dilakukan oleh UNS dan Sharda University, yang semakin diperkuat dengan Skema Penelitian International Research Network yang merupakan bagian dari Program EQUITY dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Dr. Dimas yang juga merupakan Sekretaris Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UNS berharap kerja sama ini dapat dilanjutkan dan ditindaklanjuti dengan penelitian kolaborasi bersama, sehingga akan memberikan manfaat bagi kedua belah pihak. HUMAS UNS
Pertanyaan Umum (FAQ)
Siapa saja peneliti UNS yang berbicara di India?
Dr. Dimas Rahadian Aji Muhammad, S.T.P., M.Sc. dan Ir. M. Zukhrufuz Zaman, S.P., M.P., Ph.D. dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta. Lihat di artikel
Di universitas mana di India para peneliti UNS memberikan kuliah tamu?
Para peneliti UNS diundang ke Sharda University, di Uttar Pradesh, India. Lihat di artikel
Apa tema yang dibawakan oleh Dr. Dimas pada seminar internasional?
Dr. Dimas mengangkat tema inovasi pangan menggunakan bahan lokal untuk meningkatkan kesehatan masyarakat. Lihat di artikel
Bagaimana kerja sama UNS dengan Sharda University diperkuat?
Undangan ini merupakan inisiasi kerja sama yang diperkuat dengan Skema Penelitian International Research Network dari Program EQUITY LPDP.



















