UNS— Tim Riset Grup (RG) Eduscape Program Studi (Prodi) Pendidikan Sosiologi Antropologi FKIP UNS menggelar Pelatihan Pengembangan Modul Ajar Deep Learning dengan Pendekatan Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) bagi Guru Sosiologi di Kabupaten Karanganyar. Kegiatan ini merupakan kegiatan pengabdian yang dilaksanakan bersama Organisasi Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Sosiologi Kabupaten Karanganyar.
Pelaksanaan pelatihan ini dilatarbelakangi oleh urgensi guru mata pelajaran sosiologi dalam mempersiapkan efektifitas pembelajaran berbasis deep learning dan keterkaitannya dengan pendekatan TPACK. Melihat urgensi tersebut, Tim RG Eduscape menilai bahwa diperlukan pelatihan pengembangan Modul Ajar Deep Learning sebagai upaya memaksimalkan persiapan guru Sosiologi akan tahun ajaran baru 2025/2026.
Diketuai oleh Dr. Siany Indria Liestyasari, M. Hum., Tim RG Eduscape Prodi Pendidikan Sosiologi Antropologi FKIP UNS mengadakan kegiatan bersama anggota lain Dr. Atik Catur Budiati, S.Sos, M.A. dan Bagas Narendra Parahita, S.Pd., M.Si.
Pemaparan materi diberikan oleh Fakhrudin Sujarwo., S.Sos. M.Pd. dari Kapten Belajar Jawa Tengah dan Duta Teknologi Kemendikbudristek. Kesesuaian kompetensi pemateri diharapkan menjadi solusi atas kebutuhan guru-guru Sosiologi di Kabupaten Karanganyar dalam mempersiapkan modul ajar Deep Learning dan pendekatan TPACK. Beliau memulai pemaparan dengan memberikan pondasi mendasar memahami deep learning. Disampaikan bahwa, deep learning dianggap penting untuk segera diterapkan mengingat hasil PISA 2022 yang menyatakan hanya <1% siswa di Indonesia memiliki keterampilan berpikir tingkat tinggi dan dapat menjawab soal level 4-5 Higher Order Thinking Skills (HOTS).
Pemateri juga menyampaikan kerangka pembelajaran mendalam yang berkaitan dengan dimensi profil lulusan, prinsip pembelajaran, serta pengalaman belajar juga disinggung dalam pemaparan materi.
Pada tahap implementasi, pembicara mengarahkan para peserta pelatihan untuk dapat bergabung dalam platform LMS google classroom. Dalam LMS sudah terdapat form pre-test untuk mengetahui sejauh mana guru memahami pembelajaran deep learning. Pada LMS telah terdapat petunjuk teknis penyusunan modul ajar deep learning menggunakan AI.
Setelah praktik implementasi penyusunan modul ajar, diadakan proses diskusi interaktif antar guru difasilitasi oleh pembicara mengenai praktik penyusunan modul ajar berbasis AI. Diskusi dilakukan agar mendapatkan kesepakatan objektif bahwa menyusun modul ajar deep learning menggunakan AI sebagai upaya sinkronisasi TPACK tetap harus melakukan penyempurnaan secara mandiri demi mempertahankan kualitas kompetensi pedagogi.
“Hal tersebut dilakukan agar guru dapat memperhatikan kesesuaian karakter belajar siswa, kebutuhan ruang kelas, dan potensi keunggulan masing-masing kelas,” ujar Fakhrudin di sela-sela acara pada Selasa (10/6/2025).
Pada aktivitas akhir kegiatan pelatihan, pembicara memberikan post-test untuk melihat ketercapaian akhir pelatihan. Mayoritas peserta mendapatkan nilai maksimal dalam memahami deep learning dan keterkaitannya untuk tetap mensinkronisasikan dalam pendekatan TPACK. Kegiatan pelatihan memberikan pengetahuan kepada MGMP Sosiologi Kabupaten Karanganyar terkait dengan potensi deep learning dan TPACK untuk diterapkan dalam praktik pembelajaran yang efektif dan kolaboratif.
Semangat kegiatan ini sejalan dengan prinsip SDG ke-4, yaitu pendidikan yang berkualitas sebagai upaya membentuk masa depan yang partisipatif, mandiri, dan berkesinambungan. HUMAS UNS


















