Prodi Pendidikan Bahasa Jawa UNS Selenggarakan Workshop Pembuatan Media Pembelajaran Berbasis AI

Prodi Pendidikan Bahasa Jawa UNS Selenggarakan Workshop Pembuatan Media Pembelajaran Berbasis AI

UNSProgram Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Jawa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menyelenggarakan workshop Pembuatan Media Pembelajaran Berbasis Artificial Intelligence (AI) secara daring melalui Zoom Meeting pada Jumat (20/6/2025).

Workshop dibuka secara resmi oleh Kepala Program Studi (Kaprodi) Pendidikan Bahasa Jawa UNS, Dr. Budi Waluyo, S.S., M.Pd. Dalam sambutannya, Dr. Budi menyampaikan tujuan dari workshop ini adalah untuk menjawab perkembangan dunia teknologi yang semakin maju tanpa meninggalkan kearifan lokal. “Meskipun program studi kami berbasis tradisi dan sangat lokal, kelokalan ini tidak boleh menghalangi kita mengikuti perkembangan digital yang terus berjalan,” ujarnya.

Dr. Budi juga berharap semoga mahasiswa dan dosen mampu memanfaatkan AI untuk meningkatkan kualitas pembelajaran serta mengembangkan potensi yang dimiliki.

Acara dilanjutkan dengan sesi pemaparan materi oleh Dr. Eric Kunto Ariwibowo, S.S.,M.A., dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, sebagai narasumber pertama. Dalam pemaparannya, Dr. Eric menyampaikan evolusi media pembelajaran, dari penggunaan Overhead Projector (OHP) dan transparansi, menuju internet dan multimedia, hingga kini memasuki era AI Agent.

Dr. Eric menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi AI dalam dunia Pendidikan, khusunya untuk mendukung kreativitas guru dan mahasiswa. Ia menyatakan, AI bukan untuk menggantikan guru, tapi untuk membantu dan mendorong kreativitas.

Lebih lanjut, Dr. Eric menjelaskan bahwa AI dapat dimanfaatkan untuk mempermudah administrasi, menyusun asesmen yang bervariasi, serta menyediakan pembelajaran sesuai kebutuhan siswa. “AI bisa jadi asisten guru, bukan musuh guru. Tapi tetap, kendali utamanya ada pada manusia,” ujarnya.

Ia juga mendorong sikap terbuka dan keberanian untuk mencoba teknologi baru di kalangan pendidik, serta mengajak peserta menjadi pengguna yang kritis dalam menggunakan pemanfaatan AI secara bijak. Pada akhir sesi, Dr. Eric menghimbau peserta untuk mengeksplorasi materi yang telah dibagikan agar dapat mengoptimalkan AI dalam pembelajaran secara kreatif.

Materi kedua dan terakhir adalah membuat Augmented Reality (AR) yang disampaikan oleh Dosen Politeknik NEST, Muhammad Hassan Massaty, S.Pd.,M.Pd. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan cara praktis membuat media pembelajaran berbasis AR dengan bantuan AI, tanpa memerlukan keahlian pemrograman atau desain 3D tingkat tinggi. “Dulu saya harus sculpting seharian untuk buat model AR. Sekarang bisa dari gambar 2D langsung jadi model 3D dengan bantuan AI,” ungkapnya.
Ia juga menjelaskan bahwa kini AR dapat dibuat dengan mudah melalui platform berbasis drag and drop.

Hassan memperkenalkan beberapa tools yang bisa dimanfaatkan secara gratis, seperti Mywebar.com, Artivive.com, Meshy.ai, serta dukungan visual dari Canva dan ChatGPT. Semua platform tersebut dirancang agar guru dan mahasiswa dapat langsung membuat konten AR secara visual dan intuitif.

Salah satu contoh implementasi yang dibagikan adalah penggunaan Aksara Jawa sebagai marker AR dalam pembelajaran Bahasa Daerah, ia juga menunjukkan bahwa teknologi modern bisa diintegrasikan dengan kearifan lokal.

Sebagai penutup sesi, Hassan mendorong peserta untuk berani mencoba teknologi baru dan menjadi pelopor pemanfaatan AR dalam dunia Pendidikan. “AR masih langka di dunia Pendidikan Indonesia. Siapa tahu Bapak/Ibu yang akan jadi pakarnya nanti,” ujarnya memberi semangat.
Humas UNS