UNS – Mahasiswa Program Studi (Prodi) Agribisnis Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta beri penguatan kapasitas Kelompok Wanita Tani (KWT) Dewi Sri di Desa Sapen, Sukoharjo. Kegiatan ini berlangsung selama Februari hingga Mei 2025. Program-program yang dijalankan menjadi wujud kepedulian warga kampus UNS terhadap pemberdayaan masyarakat desa.
Melalui program Hibah Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), Mahasiswa UNS mengimplementasikannya dalam skema Kuliah Kerja Nyata (KKN). Ketua Tim Hibah MBKM Desa Sapen, Cornelius Adi Nugroho, memimpin langsung kegiatan tersebut. Menurutnya, lahan tersebut dapat dimanfaatkan lebih maksimal untuk budidaya sayuran organik. Ia bersama sembilan anggota tim Mahasiswa UNS menjalankan berbagai program dengan bimbingan dari Wiwit Rahayu, S.P., M.P. Mereka berupaya mendorong optimalisasi agribisnis desa melalui pemanfaatan lahan pekarangan.
“Kami melihat potensi dari lahan pekarangan milik KWT Dewi Sri untuk dimanfaatkan semaksimal mungkin, salah satunya dengan ditanami sayuran organik,” kata Cornelius Adi kepada uns.ac.id, Kamis (12/6/2025).


Berbagai pendekatan dilakukan dalam pelaksanaan program ini. Mulai dari penyuluhan, pelatihan, hingga praktik budidaya sayuran organik bersama anggota KWT Dewi Sri. Selain itu, para Mahasiswa UNS juga mengajarkan pembuatan pupuk organik yang ramah lingkungan. Mereka juga melaksanakan penyuluhan kelembagaan untuk memperkuat peran KWT Dewi Sri dalam mendukung pertanian di Desa Sapen.
Tak hanya budidaya, sejumlah inovasi pengolahan hasil panen turut diperkenalkan. Mereka mengolah sayuran hasil kebun menjadi produk olahan yang bernilai tambah. Produk yang dihasilkan antara lain mie bayam, mie pakcoy, dan teh bunga telang. Digitalisasi pemasaran produk hasil panen juga menjadi bagian dari program ini. Tim mahasiswa UNS memberikan pelatihan pemasaran daring agar produk ibu-ibu KWT Dewi Sri bisa menjangkau pasar lebih luas.
Ketua KWT Dewi Sri, Fitri, mengaku senang dengan kegiatan ini. Ia menyebutkan bahwa kini dirinya mengetahui manfaat bunga telang yang bisa diolah menjadi teh. “Belajar bersama adik-adik mahasiswa UNS ini banyak memberikan ilmu bagi kami. Saya jadi tahu bahwa bunga telang itu ternyata bisa diolah menjadi teh dan manfaatnya banyak sekali,” ungkapnya.
Kegiatan pemberdayaan yang berjalan selama empat bulan ini diharapkan dapat berkelanjutan. Tim Hibah MBKM UNS berharap ibu-ibu KWT Dewi Sri dapat terus mengembangkan budidaya sayuran organik. Program ini diharapkan mampu meningkatkan ketahanan pangan sekaligus agribisnis di Desa Sapen.
Humas UNS

















