Mahasiswa FH UNS Raih Juara 2 Debat Hukum Nasional di Ajang Dr. Mochtar Riady Legal Week UPH 2025

Mahasiswa FH UNS Raih Juara 2 Debat Hukum Nasional di Ajang Dr. Mochtar Riady Legal Week UPH 2025

UNS – Tim debat Mahasiswa Fakultas Hukum (FH) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta berhasil meraih Juara 2 dalam ajang kompetisi debat hukum nasional. Kegiatan ini menjadi bagian dari Dr. Mochtar Riady Legal Week (DMRLW) 2025 yang diselenggarakan oleh FH Universitas Pelita Harapan (UPH). Capaian ini menambah torehan prestasi membanggakan Mahasiswa UNS di kancah nasional.

Kompetisi debat hukum ini diikuti oleh 16 tim dari berbagai universitas di Indonesia. Seluruh peserta merupakan mahasiswa program sarjana hukum yang bersaing menyampaikan argumentasi hukum secara kritis dan sistematis. Tema besar kegiatan tahun ini adalah “Revamping Indonesia’s Policy Landscape: Assimilating Investment Law, Healthcare, and AI Development.”

Tim FH UNS diwakili oleh tiga mahasiswa yaitu Prabu Lingga Widjaya Fawwaz, Razanah Syadza, dan Rangga Diaz Ocktavian. Mereka dibantu oleh tim riset yang beranggotakan Akmal Firmansyah, Shapna Nindri Ganesti, dan Muhammad Isa Arrazi. Adapun Aifa Zahda Aulia Ahmad berperan sebagai official dan Ovatiano Perdana Putra sebagai mentor.

Mereka bersaing ketat sejak babak penyisihan hingga berhasil menembus final dan meraih posisi kedua. Kompetisi debat ini berlangsung sejak Selasa (27/5/2025) hingga Minggu (13/5/2025). Babak semifinal dan final digelar langsung di kampus UPH Tangerang.

Peserta beradu argumen dalam membahas berbagai topik hukum yang aktual dan progresif selama berkompetisi. Topik yang diperdebatkan meliputi isu regulasi investasi, sistem layanan kesehatan berbasis digital, hingga perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam sektor kesehatan. Kompetisi ini menekankan pentingnya mahasiswa memahami isu kontemporer secara multidisipliner.

Kepada uns.ac.id, Rangga Diaz Ocktavian menyampaikan rasa syukurnya atas capaian tersebut. Perjuangan Tim Mahasiswa FH UNS cukup berat karena mengikuti kompetisi di tengah kesibukan tugas akhir. Namun, tantangan itu justru menjadi motivasi tambahan bagi mereka untuk memberikan hasil terbaik.

“Pastinya kami sangat bersyukur saat berhasil meraih prestasi ini. Kami juga sadar bahwa keberhasilan ini bukan hanya kerja keras dari individu pribadi, melainkan berkat kekompakan tim, bapak/ibu dosen, alumni, para mentor, serta semangat dan dukungan dari teman-teman,” ujar Diaz, Kamis (20/6/2025).

Kompetisi debat ini menjadi ajang yang menantang sekaligus memperluas perspektif peserta terhadap isu-isu global. Peserta tidak hanya membahas aspek hukum, tetapi juga harus memahami konteks sosial, ekonomi, dan etika dibalik kebijakan publik. Hal ini menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa hukum dalam merespons isu-isu strategis nasional.

Razanah Syadza menambahkan bahwa salah satu mosi yang dianggap paling menantang oleh tim FH UNS adalah legalisasi teknologi kesehatan CRISPR-Cas9. Mosi ini diangkat dalam babak final dan menuntut peserta memahami konsep biomedis serta aspek hukum yang kompleks. Tantangan lain datang dari topik digitalisasi layanan kesehatan dan pemanfaatan teknologi data genomik di Indonesia.

“Bagi kami yang belum mempunyai latar belakang di bidang kesehatan hal tersebut merupakan sebuah mosi yang cukup kompleks. Ini menjadi semakin kompleks ketika kami harus mengkorelasikan aspek medis tersebut dengan perspektif hukum dan etika yang ada di Indonesia,” terang Razanah.

Tim FH UNS melakukan persiapan berupa riset mendalam dengan membagi topik riset secara sistematis. Mereka menyusun argumen berdasarkan aspek filosofis, yuridis, teoritis, dan sosiologis yang relevan. Selain itu, latihan debat dilakukan rutin untuk menyimulasikan suasana kompetisi sesungguhnya.

Menurut tim, tantangan terbesar dalam kompetisi ini adalah beradaptasi terhadap isu-isu yang belum familiar. Mahasiswa hukum harus cepat memahami substansi hukum baru dan menghubungkannya dengan dinamika sosial yang ada. Kemampuan menyusun strategi debat secara fleksibel dan responsif juga menjadi kunci keberhasilan.

Kompetisi ini dinilai penting sebagai wadah pembelajaran mahasiswa hukum di luar kelas. Melalui ajang seperti ini, mahasiswa dapat melatih keterampilan berpikir kritis, membangun argumentasi hukum, dan memperluas jejaring intelektual. Lebih dari itu, kompetisi ini menjadi media untuk berkontribusi dalam diskusi kebijakan publik yang relevan dengan masa depan bangsa.

Prestasi yang dicapai sekaligus menjadi bukti bahwa mahasiswa UNS memiliki kapasitas bersaing di level nasional. Prabu Lingga Widjaya Fawwaz dari Tim FH UNS berharap capaian ini menjadi motivasi bagi mahasiswa hukum lainnya untuk aktif mengikuti kompetisi serupa. Kompetisi debat hukum nasional dinilai sangat bermanfaat untuk membentuk karakter mahasiswa yang cerdas, kritis, dan berintegritas.

“Dengan aktif mengikuti kompetisi debat hukum nasional seperti ini, tidak hanya melatih kemampuan berbicara dan berpikir kritis, tetapi juga membantu dalam mengasah kepekaan terhadap isu-isu kontemporer yang relevan dalam pengimplementasian praktik hukum di Indonesia kedepannya,” tutur Prabu.

Melalui pencapaian ini, FH UNS menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan mahasiswa yang adaptif terhadap isu hukum kontemporer. Kegiatan ini sejalan dengan visi UNS sebagai perguruan tinggi yang unggul dalam pengembangan ilmu pengetahuan, termasuk di bidang hukum dan kebijakan publik.
Humas UNS