UNS — Sembilan mahasiswa Fakultas Teknik (FT) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menunjukkan kemampuan mereka dalam ajang bergengsi Global Multidisciplinary Design Course (GMDC). Program ini adalah bagian dari inisiatif United States Agency for International Development (USAID) Higher Education Partnership Initiative (HEPI) Project, yang dirancang untuk mempertemukan mahasiswa dari berbagai universitas, negara, dan disiplin ilmu. Kegiatan ini melibatkan mahasiswa UNS, Arizona State University (ASU), dan Institut Teknologi Bandung (ITB) dalam kolaborasi multidisiplin, menantang mereka untuk menciptakan inovasi dalam desain pesawat listrik.
Abdur Rahman, Arya Yudha Girindra, Arya Dewangga, Brilliano Wahyu, Gilang Alfiandi, Nahemia Herbert, Abdee Ridho, Hegel Duta Anodya, dan Moja Obaiman Amien merupakan mahasiswa dari Program Studi (Prodi) Teknik Mesin dan Teknik Elektro UNS yang bergabung dalam proyek berskala global dengan didampingi oleh Prof. Dr. Eko Surojo, S.T., M.T., Dr. Eng. Aditya Rio Prabowo, S.T., M.T., M.Eng., dan Dr. Eng. Iwan Istanto, S.T., M.Eng. Bersama mahasiswa Teknik Penerbangan dari ASU dan ITB, kesembilan mahasiswa UNS tersebut membentuk tim lintas negara yang fokus pada dua proyek utama, yaitu desain Airplane Landing Gear dan Airplane Battery-Propulsion System. Selama empat bulan, mereka tak hanya mengasah keahlian teknis, tetapi juga meningkatkan kemampuan kerja sama tim, pemikiran inovatif, dan komunikasi lintas budaya sebagai kompetensi penting di era globalisasi.
Puncak kegiatan ini diselenggarakan pada Rabu (11/12/2024) di Kantor PT. Boeing Indonesia yang terletak di Menara ASTRA, Jakarta. Acara dibuka dengan sambutan dari Boeing Country Managing Director, Mr. Zaid Alami, menandai dimulainya sesi presentasi hasil desain setiap kelompok. Tim-tim ini menyampaikan ide dan solusi mereka di hadapan panel ahli, termasuk Zaid Alami, ASU GMDC Supervisor, Dr. Jack Rutherford, dan USAID HEPI Country Director, Abdul Rahman, Ph.D.
Presentasi tersebut tidak hanya berfungsi sebagai ujian akhir proyek, tetapi juga memberikan wawasan berharga bagi mahasiswa mengenai standar dan harapan di industri penerbangan global. Panelis memberikan masukan yang mendalam, memotivasi mahasiswa untuk terus mengembangkan potensi mereka di bidang teknik penerbangan dan desain sistem.


Bagi para mahasiswa FT UNS, program ini memberikan pengalaman yang sangat berkesan. Tidak hanya mendapat kesempatan belajar dari dosen ASU dalam kelas berbahasa Inggris selama satu semester, mereka juga mendapatkan wawasan budaya yang mendalam melalui interaksi lintas negara. Salah satu momen paling unik yang dirasakan adalah ketika mereka diberi kesempatan untuk menandatangani dinding meeting room Kantor Boeing di Menara ASTRA. Tradisi ini menjadi simbol bahwa mereka pernah terlibat dalam kegiatan prestisius bersama PT. Boeing Indonesia, meninggalkan jejak sebagai mahasiswa FT UNS. Dosen pendamping dari FT UNS pun turut meninggalkan tanda tangan mereka di meeting room Boeing tersebut.
“Kami sangat senang bisa mengikuti program ini. Selain menambah ilmu dan pengalaman di bidang desain pesawat, kami juga belajar bagaimana berkomunikasi dengan mahasiswa dari negara lain. Momen presentasi desain ke pihak Boeing serta tradisi unik di Boeing seperti menandatangani dinding ini menjadi salah satu momen yang tidak akan terlupakan,” ujar Abdurrahman, salah satu mahasiswa perwakilan UNS dalam GMDC.
Program GMDC tak hanya memberi mahasiswa kesempatan untuk berinovasi, tetapi juga membangun jejaring internasional dengan institusi ternama seperti ASU dan PT. Boeing Indonesia. Kolaborasi ini diharapkan dapat membuka pintu bagi peluang karier global di masa depan. Prof. Eko Surojo dan Dr. Adit, selaku dosen pendamping, turut mengapresiasi keberhasilan mahasiswa FT UNS dalam program ini. Mereka menyatakan rasa bangga serta dukungan penuh terhadap keberlanjutan kegiatan semacam ini di masa mendatang, yang diyakini dapat membuka lebih banyak peluang dan memberikan dampak positif bagi mahasiswa dan institusi.
Melalui keterlibatan dalam program ini, mahasiswa FT UNS membuktikan bahwa mereka mampu bersaing dan berkontribusi dalam proyek-proyek teknik yang kompleks dan berskala global. GMDC menjadi bukti nyata bagaimana sinergi antara universitas, industri, dan lembaga internasional dapat mencetak generasi insinyur muda yang berdaya saing tinggi.
Hal tersebut merupakan bukti atas upaya UNS untuk mendukung tercapainya Sustainable Development Goals (SDGs) ke-4 yaitu pendidikan yang berkualitas dengan memberikan sebanyak mungkin kesempatan belajar pada mahasiswa, serta SDGs ke-9 yaitu Industri, Inovasi, dan Infrastruktur. Tujuan dari SDGs 9 adalah untuk membangun infrastruktur yang tangguh, mendorong industrialisasi yang inklusif dan berkelanjutan, serta meningkatkan inovasi.
HUMAS UNS



















