Mahasiswa UNS Raih Juara 2 Gamalogista 2025 dalam Inovasi Pangan Nasional

Mahasiswa UNS Raih Juara 2 Gamalogista 2025 dalam Inovasi Pangan Nasional

UNS – Mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta kembali mengukir prestasi membanggakan di tingkat nasional. Tim Bakjut berhasil meraih Juara 2 dalam ajang Gamalogista Riset dan Aksi Sains Pangan (Grasa) 2025. Ajang ini diselenggarakan sebagai upaya peningkatan inovasi pangan bergizi untuk mengatasi isu kesehatan global seperti malnutrisi, stunting, obesitas, dan kelaparan.

Grasa 2025 mengusung tema Innovation of High Nutrition Food, dengan penekanan pada optimalisasi kandungan gizi makro dan mikro melalui teknik pengolahan yang tepat. Tim Bakjut yang beranggotakan Allika Alya Dewanty dari Program studi (Prodi) Ilmu dan Teknologi Pangan (ITP), Fakultas Pertanian (FP), serta rekannya Arumtyas Pambajeng dan Reza Ainun Najib dari Prodi Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), Sekolah Vokasi (SV). Mereka berhasil mencuri perhatian juri melalui inovasi produk pangan tinggi nutrisi yang difokuskan untuk individu yang gemar melakukan aktivitas luar ruang atau outdoor.

Allika selaku ketua tim menjelaskan bahwa ide tersebut berangkat dari fenomena di lapangan. “Banyak pendaki atau pecinta kegiatan outdoor yang membawa makanan rendah nutrisi dan tinggi natrium. Kami ingin membuat solusi dari masalah tersebut,” ujar Allika, Selasa (15/7/2025).

Riset dan persiapan dilakukan selama kurang lebih dua bulan. Tantangan utama datang dari proses formulasi produk, khususnya dalam menentukan bentuk bahan baku seperti daun kelor, serta mempertimbangkan ketahanan produk dan penggunaan bahan pengawet alami. Selain itu, tim juga mengangkat keunikan dalam hal kemasan dengan menggunakan heating pack, teknologi penghangat mandiri yang masih jarang digunakan di Indonesia.

Dalam proses pengembangan ide, tim membagi peran ke dalam tiga aspek utama yaitu, marketing, operasional, dan keuangan. Dukungan juga datang dari para dosen pembimbing serta mentor yang turut mendorong kelancaran dan ketahanan tim dalam menyelesaikan tantangan.

Allika mengungkapkan bahwa pengalaman mengikuti Grasa sangat berharga. “Kami jadi lebih paham soal tantangan formulasi pangan tinggi nutrisi yang tetap harus enak, serta soal regulasi kemasan, seperti label gizi. Soft skill kami juga berkembang, seperti public speaking dan pemecahan masalah,” jelasnya.

Ke depan, tim Bakjut berencana untuk melanjutkan pengembangan produk inovatif tersebut. Mereka berharap agar kesadaran akan pentingnya nilai gizi dalam pangan semakin meningkat di Indonesia. Dan UNS dapat terus mendukung lahirnya produk pangan berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Humas UNS