Start-Up Buatan Mahasiswa UNS Raih 2nd Runner-Up pada Indonesia AI Innovation Challenge 2024

Start-Up Buatan Mahasiswa UNS Raih 2nd Runner-Up pada Indonesia AI Innovation Challenge 2024
Start-Up Buatan Mahasiswa UNS Raih 2nd Runner-Up pada Indonesia AI Innovation Challenge 2024

UNS – MersifLab, start-up yang didirikan oleh sekelompok mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta berhasil menggaungkan namanya pada kompetisi start-up nasional bergengsi. Mereka dinyatakan sebagai 2nd Runner-Up pada kompetisi Indonesia AI Innovation Challenge (IAIIC) 2024.

CEO MersifLab, Rozin Fata Ulwan mengatakan, MersifLab sendiri merupakan salah satu start-up hasil inkubasi Sebelas Maret Start Up Academy (SEMESTA) 2023 di bawah UNS Innovation Hub.

Sebelum dinyatakan sebagai tiga besar start-up terbaik pada IAIIC 2024, MersifLab mengikuti beberapa tahapan kompetisi, mulai dari pengumpulan proposal bisnis, inkubasi, hot seat, hingga pitching finalis. Event tersebut juga merupakan tahun kedua mereka sebagai peserta. Keikutsertaan MersifLab di tahun ini didasari oleh keinginan untuk terus mengembangkan dan mengenalkan start-up nya ke masyarakat yang lebih luas.

“Tim kami berhasil masuk 9 besar pada 2023 dan meraih posisi Second Runner-Up pada 2024 yang diumumkan pada Jumat (10/1/2025) lalu. Melalui kompetisi ini kami mendapat banyak ilmu yang dapat diterapkan untuk MersifLab,” ungkap Rozin, Senin (3/2/2025).

Rozin menambahkan, MersifLab adalah startup di bidang teknologi dan pendidikan yang menyediakan laboratorium virtual berbasis Virtual Reality (VR) untuk mendukung praktikum sekolah. Startup ini menawarkan pengalaman belajar kolaboratif dan intensif dengan produk berbasis VR, Augmented Reality (AR), dan IoT. Salah satu inovasinya adalah VR kustom yang dirancang untuk kebutuhan praktikum, mendukung pembelajaran interaktif dan modern. Rozin turut menjelaskan terbentuknya MersifLab berawal dari program Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Karya Cipta (KC) pada tahun 2019.

“Sampai tahun 2025, MersifLab telah berkembang dengan menawarkan berbagai produk dan layanan inovatif. Di antaranya adalah pelatihan virtual reality (VR) untuk guru dan siswa, akun guru dengan fitur drag-and-drop untuk membuat ruang praktikum virtual, serta akun siswa untuk praktikum kolaboratif. Selain itu, MersifLab juga melayani pembuatan produk VR kustom sesuai kebutuhan, seperti untuk sekolah atau penelitian. Saat ini, layanan MersifLab telah digunakan oleh 17 sekolah di Solo dan Yogyakarta,” ujarnya.

Kembangkan Produk

MersifLab berencana untuk terus mengembangkan produk dan memperluas penerimaan inovasinya di sekolah-sekolah, baik swasta maupun negeri. Tentunya dengan fokus pengembangan agar dapat digunakan di semua jenjang pendidikan. Rozin menilai saat ini, penggunaan VR masih terbatas sebagai branding teknologi di beberapa sekolah, sehingga diperlukan pengembangan lebih lanjut.

“Selain itu, kami merencanakan kemitraan dengan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UNS untuk menciptakan ekosistem penggunaan VR di kampus dan sekolah melalui penelitian serta pengabdian masyarakat. Dalam jangka pendek, target pasar MersifLab difokuskan di wilayah Solo dan Yogyakarta, dengan visi jangka panjang untuk menjangkau seluruh Indonesia hingga internasional. Kami juga membuka peluang kerja sama dengan berbagai mitra untuk mendukung penyebaran dan dampak positif VR dalam pembelajaran modern,” tambahnya.

Teknologi seperti VR, AR, dan platform e-learning memberikan pengalaman belajar yang lebih interaktif dan menarik, sehingga dapat meningkatkan hasil pembelajaran siswa. Inovasi teknologi pendidikan yang dikembangkan MersifLab sejalan dalam mendukung ketercapaian Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 4, yaitu “Pendidikan Berkualitas”.

HUMAS UNS