Di era digital seperti sekarang ini, banyak sekali informasi di internet yang tidak sepenuhnya benar. Informasi yang tidak sesuai fakta atau hoax tersebut dapat menimbulkan perselisihan bagi para pengguna internet. Begitulah paparan awal Agus Dwi Priyanto, S.S., MCALL dalam diskusi media sosial yang diadakan di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret (FIB UNS), Kamis (19/1/2017).

Dalam diskusi yang bertemakan media sosial tersebut, dosen jurusan Sastra Inggris UNS ini menjelaskan bahwa dalam menghadapi banyaknya informasi yang tersebar di media sosial, masyarakat harus BIJAK. Yang mana bijak tersebut bermakna: Bidik, yaitu kita harus lebih memperhatikan isi informasi tersebut, daripada siapa yang yang membawa informasi; Investigasi, dimana pengguna media sosial harus memastikan informasi tersebut benar sebelum membagikan kepada pengguna media sosial yang lain; Jelajah, dimana kita perlu untuk menjelajah situs-situs yang lain; Analisis keberpihakan yaitu pengguna media sosial diharapkan dapat menganalisis keberpihakan informasi mengenai suatu kelompok tertentu; Kritis, yaitu pengguna media sosial harus berfikir apa yang akan terjadi setelah membagikan sebuah informasi dan dampaknya bagi pihak terkait.
Lulusan University of Melbourne ini juga menyatakan bahwa pengguna media sosial perlu meningkatkan information literacy. “Yang perlu kita tingkatkan adalah information literacy. Kita harus selalu bijak dalam menerima dan membagi segala bentuk informasi dari dan kepada para pengguna media sosial lainnya. (Refita/Dty)



















