Direktur SMP Kemendikdasmen RI jadi Doktor Baru FKIP UNS

Direktur SMP Kemendikdasmen RI jadi Doktor Baru FKIP UNS

UNSFakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta kembali melahirkan doktor baru. Dr. Maulani Mega Hapsari, S.I.P., M.A., resmi menyandang gelar doktor setelah mempertahankan disertasi berjudul “Pengembangan Desain Program Ekstrakurikuler Pramuka Berorientasi Scoutpreneurship untuk Meningkatkan Jiwa Kewirausahaan Peserta Didik SMP”. Dr. Maulani Mega Hapsari lulus dengan raihan IPK 3.95 dan lama studi empat tahun.

Sidang promosi doktor dilaksanakan pada Senin (28/7/2025). Ujian promosi doktor dilaksanakan di Ballroom Gedung Ki Hadjar Dewantara UNS Tower. Promotor dalam ujian tersebut adalah Prof. Dr. Trisno Martono, M.M., dengan dua ko-promotor yakni Dr. Dewi Kusuma Wardani, M.Si., dan Dr. Leny Noviani, M.Si. Ketua penguji adalah Rektor UNS, Prof. Dr. Hartono, dr., M.Si. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Republik Indonesia (RI), Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., menjadi penguji pakar eksternal dalam momen sidang terbuka doktor ini.

Dr. Maulani Mega Hapsari lahir di Jakarta pada 25 November 1978. Sejak Januari 2025, ia menjabat sebagai Direktur SMP, Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Menengah di Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Gelar doktor ini tentu menambah catatan prestasi dalam karier akademik dan profesionalnya.

Dalam disertasinya, Dr. Maulani mengembangkan program ekstrakurikuler pramuka berbasis scoutpreneurship. Program tersebut bertujuan meningkatkan jiwa kewirausahaan peserta didik SMP melalui pembelajaran berbasis proyek dan pengalaman langsung. Penelitian menunjukkan bahwa program yang dikembangkan memiliki validitas tinggi dan terbukti efektif. Validasi ahli menunjukkan angka 84% untuk materi, 79% untuk bahasa, dan 76% dari praktisi. Hasil uji-t menunjukkan peningkatan signifikan pada indikator kewirausahaan siswa.

Kegiatan dalam program meliputi simulasi pasar, produksi barang kreatif, dan latihan kepemimpinan. Pendekatan ini selaras dengan Theory of Planned Behavior, yang menekankan pembentukan sikap positif terhadap kewirausahaan. Penelitian ini juga memperkuat pentingnya kegiatan kolaboratif dalam pendidikan.

Implikasi hasil penelitian ini cukup luas bagi pengelola pendidikan dan pembuat kebijakan. Program ini dapat menjadi model inovatif pengembangan ekstrakurikuler yang berfokus pada karakter dan kompetensi abad ke-21. Integrasi antara proyek dan kegiatan pramuka memberi pengalaman belajar yang kontekstual.

“Kami berharap penelitian ini bisa memberikan kontribusi terhadap Theory of Planned Behavior yaitu fokus pada pembentukan sikap positif terhadap kewirausahaan. Juga memberi implikasi bagi pengelolaan pendidikan, khususnya di program kegiatan ekstrakurikuler,” tutur Dr. Maulani Mega Hapsari.

Penguji Pakar Eksternal yang juga Mendikdasmen RI, Prof. Abdul Mu’ti menyampaikan pandangannya mengenai scoutpreneurship yang mana perlu dijiwai dengan kemandirian siswa dalam kewirausahaan. Nilai kemandirian inilah yang juga lebih dulu dimiliki oleh orang-orang yang aktif dalam kepramukaan.

“Yang perlu ditekankan di sini, dalam scoutpreneurship, adalah membangun kemandirian. Menurut saya, nilai entrepreneurship yang menggambarkan egalitarianisme. Orang entrepreneurship diantara cirinya yaitu mandiri, sehingga itu harus melekat di dalam aktivitas kepramukaan,” terang Prof. Abdul Mu’ti.

Ketua Penguji sekaligus Rektor UNS, Prof. Hartono mengucapkan selamat atas keberhasilan yang telah diraih. Bagi Beliau, ini juga merupakan hasil dari doa dan dukungan keluarga. Prof. Hartono juga mengucapkan selamat kepada segenap jajaran Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah atas keberhasilan salah satu staf terbaik Kemendikdasmen RI dalam mencapai gelar doktor.

“Kiprah Anda sangat diharapkan untuk memperkuat institusi Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Kemendikdasmen dimana Anda selama ini mengabdi,” ujar Prof. Hartono.

Dr. Maulani menjadi doktor ke-340 yang diluluskan FKIP UNS dan doktor ke-12 dari Program Studi (Prodi) Doktor Pendidikan Ekonomi. Keberhasilannya memperkuat reputasi FKIP UNS sebagai institusi yang melahirkan pemimpin dan inovator pendidikan nasional. Ke depan, ia berharap program scoutpreneurship dapat diadaptasi lebih luas. Inovasi ini dinilai potensial untuk diterapkan secara nasional guna menumbuhkan generasi wirausaha sejak usia sekolah.
Humas UNS