UNS — Kondisi tidur mendengkur atau mengorok dapat ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan mungkin anggota keluarga terdekat ada yang mengalaminya. Dokter Spesialis Telinga, Hidung, Tenggorokkan – Kepala dan Leher (THT-KL) Rumah Sakit (RS) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, dr. Niken Dyah Aryani Kuncorowati, Sp.T.H.T.B.K.L., M. Kes. Mengatakan bahwa ternyata adanya dengkuran saat tidur ini dapat merupakan tanda adanya gangguan pada tubuh. Bahkan dapat berkaitan adanya gejala Obstructive Sleep Apnea (OSA), yang jika tidak ditangani dengan tepat dapat menyebabkan komplikasi yang lebih lanjut, bahkan dapat mengancam jiwa.
Apa itu Obstructive Sleep Apnea (OSA)?
OSA merupakan gangguan tidur yang umum ditemui. OSA dapat terjadi di mana pernapasan berhenti sementara saat tidur, yang membuat Anda sering terbangun. OSA ditandai dengan episode henti napas total (apnea) atau sebagian (hipopnea) saluran napas bagian atas yang disertai penurunan saturasi oksigen dan atau terbangun dari tidur.
“Jika ada yang mengalami OSA, mungkin tidak ingat saat-saat terbangun tersebut. Tetapi mungkin akan merasa lelah di siang hari, mudah tersinggung dan tertekan, penurunan konsentrasi atau mengalami penurunan produktivitas sehari-hari,” terang dr. Niken seperti dikutip dari rs.uns.ac.id, Jumat (23/5/2025).
Apa penyebab OSA?
Berikut merupakan faktor risiko terjadinya OSA. Pada beberapa orang dengan OSA mungkin memiliki satu atau lebih faktor risiko. Diantaranya, usia. Sleep apnea dapat terjadi pada usia berapa pun, tetapi risikonya meningkat seiring bertambahnya usia, jaringan lemak dapat menumpuk di leher dan lidah.
Kedua, obesitas. Orang dengan obesitas dapat memiliki timbunan lemak yang meningkat di leher yang dapat menyumbat saluran pernapasan bagian atas.
Ketiga, struktur anatomi pada area hidung dan tenggorok. Beberapa struktur dapat mempersempit saluran napas bagian atas sehingga lebih mungkin menyumbat saluran napas saat tidur. Contohnya seperti amandel besar, penebalan adenoid, bentuk leher, sekat hidung bengkok atau lidah yang besar.
Keempat, gangguan endokrin atau perubahan kadar hormon. Kadar hormon dapat memengaruhi ukuran dan bentuk wajah, lidah, dan saluran pernapasan bagian atas. Orang yang memiliki sindrom ovarium polikistik (PCOS), tingkat hormon tiroid rendah, atau kadar insulin atau hormon pertumbuhan yang tinggi memiliki risiko lebih tinggi terkena OSA.
Kelima, riwayat keluarga dan genetika. Gen membantu menentukan ukuran dan bentuk tengkorak, wajah, dan saluran pernapasan bagian atas. Gen juga dapat meningkatkan risiko kondisi kesehatan lainnya, seperti bibir sumbing dan langit-langit sumbing, dan sindrom Down, yang dapat menyebabkan OSA.
Keenam, gaya hidup. Minum alkohol dan merokok dapat meningkatkan risiko OSA. Ketujuh, jenis kelamin. OSA lebih umum terjadi pada pria daripada wanita.
Bagaimana Gejala OSA?
dr. Niken menyampaikan bahwa gejala OSA berbeda-beda pada setiap orang. Gejalanya dapat meliputi mendengkur, bangun tidur dengan tenggorokan yang sangat sakit atau kering, mulut kering, juga disebabkan oleh pernapasan melalui mulut. Kadang-kadang terbangun dengan sensasi tersedak atau terengah-engah,
tidur gelisah, terbangun berulang kali, atau insomnia, mengantuk atau kurang energi di siang hari bahkan setelah tidur semalaman,
mengantuk saat mengemudikan kendaraan, sakit kepala di pagi hari,
mudah lupa dan suasana hati mudah berubah.
“Sebelum menegakkan diagnosis, dokter akan melakukan wawancara medis atau anamnesis terkait gejala dan riwayat kesehatan pasien. Ada beberapa pemeriksaan yang menunjang dalam penegakan diagnosa OSA,” imbuhnya.
Berikut merupakan tes yang umum dilakukan sebagai penunjang dalam penegakan diagnosa OSA. Pertama, overnight sleep study (polysomnogram). Pada pemeriksaan ini, pasien diminta tidur di “laboratorium tidur” yang sudah dirancang secara khusus dan dilengkapi dengan fasilitas kamar tidur pada umumnya agar pasien merasa nyaman.
Kedua, home sleep apnea testing. Metode ini memungkinkan pasien untuk melakukan tes OSA dari rumah. Home sleep apnea testing dapat menentukan apakah seseorang masih mengalami OSA setelah terdiagnosis di awal.
Pengobatan OSA
Pengobatan OSA dapat dilakukan dengan tiga cara yaitu Nonmedis, Positive Airway Pressure dan dengan Operasi. Pengobatan Nonmedis ini dilakukan untuk mengurangi gejala OSA, namun mungkin tidak akan menyembuhkan secara maksimal pada pasien OSA. Contoh pengobatan nonmedis ini adalah dengan mengurangi berat badan pada pasien OSA yang memiliki berat badan berlebih dan mengatur posisi tidur menghadap ke samping juga dapat mengurangi gejala OSA.
Kemudian, positive airway pressure dilakukan dengan menggunakan sebuah mesin yang dapat memberikan tekanan udara positif melalui alat yang dipasang dihidung atau mulut saat tidur. Alat ini dapat meningkatkan tekanan udara di dalam saluran napas saat menarik napas, membuat tenggorokan tetap terbuka, dan dapat mengurangi frekuensi henti napas saat tidur. Ada 2 jenis alat Positive Airway Pressure, yaitu CPAP (Continuous Positive Airway Pressure) dan BPAP (Bilevel Positive Airway Pressure).
Lalu bisa juga dengan operasi. Operasi ini dilakukan pada penderita OSA yang memiliki adanya masalah struktur anatomi, terutama pada area tenggorok dan hidung. Contohnya pada penderita dengan amandel yang besar akan disarankan untuk dilakukan operasi pengangkatan amandel, atau pada pasien dengan bentuk sekat hidung yang bengkok akan disarankan dilakukan operasi pelurusan sekat hidung yang bengkok, dan lain sebagainya.
Jika mengalami gangguan dalam tidur, sebaiknya segera memeriksakan diri ke Dokter Spesialis THT untuk penanganan lebih lanjut. “RS UNS memiliki layanan Spesialis THT-KL yang dapat melakukan evaluasi untuk mengetahui penyebab gangguan tidur Anda, seperti tidur mendengkur, sleep apnea, atau gangguan lain yang berhubungan dengan saluran pernapasan,” pungkasnya. Kegiatan ini sejalan dengan pemerolehan SDGs ketiga, yaitu Kehidupan yang Sehat dan Sejahtera. OSA yang teridentifikasi dan tertangani dengan baik memberikan kesempatan untuk masa hidup yang lebih panjang dan sehat pada tiap individu.
HUMAS UNS



















