UNS – Dua sivitas akademika Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menjadi pembicara di acara diskusi publik yang diselenggarakan oleh Eka Indonesia Movement. Beliau adalah Dr. Akhmad Ramdhon, S.Sos., M.A., dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) dan Prof. Ir. Winny Astuti, M.Sc., Ph.D., dosen Fakultas Teknik (FT).
Diskusi publik ini digelar pada Kamis (27/2/2025) bertempat di Hotel Syariah Solo. dosen Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW), Dra. Endah Setyowati, M.Si., M.A., juga turut menjadi pembicara dalam acara ini.
Diskusi publik ini mengusung tajuk besar “Kampanye Wawasan Kebangsaan, Bhinneka Tunggal Ika, Toleransi, dan Pluralisme kepada Generasi Muda dalam Rangka Menyongsong Indonesia Emas 2045”. Kegiatan ini memiliki tujuan untuk memperkuat semangat kebangsaan dan persatuan di kalangan generasi muda Indonesia. Acara ini menyoroti pentingnya peran generasi muda sebagai kunci utama menuju Indonesia Emas 2045.
Eka Indonesia Movement merupakan sebuah organisasi yang berada di bawah naungan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menyelenggarakan diskusi ini dengan dukungan dari Ford Foundation. Diskusi ini melibatkan berbagai pihak pentahelix seperti elemen masyarakat, termasuk mahasiswa, organisasi masyarakat, swasta, pemerintah, dan akademisi. Diskusi yang melibatkan pentahelix ini bertujuan untuk mencari solusi atas tantangan kebangsaan yang dihadapi Indonesia saat ini terkait bonus demografi dan generasi muda.
Kegiatan ini diselenggarakan atas keprihatinan organisasi Eka Indonesia Movement terhadap rendahnya pemahaman wawasan kebangsaan di kalangan generasi muda. Berdasarkan hasil survei LSI pada 2018, hanya 6,2% siswa yang dapat menjawab pertanyaan tentang wawasan kebangsaan dengan benar. Selain itu, Indeks Ketahanan Nasional juga mengalami penurunan dari 2,89 pada 2023 menjadi 2,87 pada 2024, menandakan adanya kelemahan dalam aspek sosial dan budaya yang perlu segera diperbaiki.



Diskusi ini diinisiasi sebagai respons atas rendahnya pemahaman generasi muda tersebut.
Eka Indonesia Movement menyoroti perlunya pembekalan wawasan kebangsaan yang lebih kuat di kalangan generasi muda. Hal tersebut dilakukan sebagai upaya untuk memperkuat ketahanan nasional dan mencapai cita-cita Indonesia Emas 2045.
“Generasi muda memiliki peran strategis dalam mewujudkan masa depan Indonesia yang lebih baik. Oleh karena itu, sudah saatnya kita bersama-sama memperkuat wawasan kebangsaan,” terang Dr. Akhmad.
Diskusi ini menjadi ajakan untuk lebih memupuk semangat kebersamaan dan kesatuan dalam menghadapi dinamika sosial, politik, dan budaya. Ini untuk menciptakan Indonesia yang lebih tangguh, berdaulat, dan berkeadilan.
“Generasi muda perlu menanamkan nilai-nilai toleransi, pluralisme, dan semangat Bhinneka Tunggal Ika. Nilai-nilai tersebut sangat penting dalam menghadapi tantangan globalisasi dan menjaga keutuhan bangsa,” tutur Prof. Winny.
Humas UNS
Reporter: Dikky Yudi Pradana
Redaktur: Dwi Hastuti



















